5.31.2014

Loro2 ne nggedebus kah ?


From: A.Syauqi Yahya 


Ben projo ro probo nesu bareng....ha ha haaa /kung

Strategi Jokowi dan Prabowo Perluas Lahan Pertanian Dipertanyakan

KOMPAS/A PONCO ANGGORO
Ilustrasi: Sawah di wilayah pulau Buru, Maluku.
Jumat, 30 Mei 2014 | 11:31 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Aliansi untuk Desa Sejahtera menyoroti visi dan misi dua pasangan capres dan cawapes, Joko Widodo-Jusuf Kalla, serta Prabowo-Hatta Rajasa, soal kedaulatan pangan.

Koordinator Aliansi untuk Desa Sejatera, Tejo Wahyu Jatmiko, melihat, soal kedaulatan pangan, keduanya menyebutkan soal perlunya perluasan lahan pertanian. Namun sayangnya, kedua pasangan calon tidak menggambarkan secara gamblang bagaimana caranya.

"Jokowi-JK bilang akan memberikan akses ke petani, dari penguasaan lahan yang kurang dari 0,3 hektar lahan, menjadi 2 hektar per KK," kata Tejo, Jumat (30/5/2014).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), saat ini ada setidaknya 18 juta rumah tangga petani yang memiliki luas lahan pertanian kurang dari 0,3 hektar. "Artinya butuh 36 juta hektar lahan. Dari mana lahan ini?" imbuhnya.

Persoalannya, kewenangan soal lahan ini saat ini ada di tingkat kabupaten. Perluasan lahan pertanian tergantung pada bupati di daerah-daerah, apakah akan menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) ataukah membantu mewujudkan kedaulatan pangan.

"Kemudian Prabowo-Hatta bilang akan mencetak sawah 1 juta hektar selama 5 tahun," lanjut Tejo. Kenyataannya, selama satu dekade ini, pencetakan sawah maksimal hanya 50.000 hektar. Artinya, dalam kurun waktu 5 tahun, jika visi misi tercapai hanya sekitar 250.000 hektar.

"Itu hanya seperempatnya. Saya enggak tahu itungnya dari mana," kata Tejo. "Ini strateginya apa. Ini yang jadi tandatanya," pungkasnya.

Penulis: Estu Suryowati
Editor: Bambang Priyo Jatmiko

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar