9.18.2014

Kopi Saling Mengerti




Kamis, 18/09/2014 13:16 WIB

Trend Ngopi Enak

Nikmatnya Racikan Kopi Saling Mengerti

Odilia Winneke - detikFood
 Foto: Detikfood
Jakarta - Warung kopi, kafe, atau coffee shop bukan monopoli orang kota saja. Banyak kota di Indonesia memiliki kedai kopi khas. Seperti halnya di Bangka, Aceh juga punya kedai kopi unik.

Umumnya kedai kopi Aceh berada di pusat keramaian baik di dalam kota maupun di pinggir kota. Yang menarik, kopi di kedai ini diseduh dengan cara manual menggunakan saringan panjang mirip kaos kaki.

Bubuk kopi yang umumnya berupa kopi Robusta dari Gayo ditaruh di dalam saringan kaos ini. Kemudian dituangi air mendidih dan disaring ke dalam ceret dengan cara ditarik ke atas sehingga aroma wanginya menguap.

Air kopi yang bersih dipindahkan dari satu ceret ke ceret lain beberapa kali sampai akhirnya dituangkan ke dalam gelas-gelas. Hasilnya kopi yang harum semerbak dan bening disertai buih-buih halus di permukaannya.

Selain kopi hitam, barista kedai kopi ini juga menyajikan kopi sanger. Kopi ini merupakan racikan air kopi, susu kental manis, dan kadang ditambah gula. Setelah dicampur barulah dikocok hingga terbentuk buih-buih di permukaan kopi.

Kopi ini dikenal sejak tahun 1998 saat sedang krisis ekonomi. Banyak mahasiswa dan pelanggan kedai kopi yang ingin menikmati kopi dengan campuran susu tetapi dengan harga murah.

Kata 'sanger' ditambahkan sebagai nama racikan kopi ini diambil dari kata 'sama-sama mengerti'. Sang pemilik maklum dengan kondisi keuangan pelanggannya saat itu.

Kini kopi sanger jadi trade mark kopi khas Aceh. Umumnya disajikan dalam geals kaca sedang dengan piring kecil sebagai tatakan. Harganya sekitar Rp 5.000-6.000 per gelas.

Kegiatan pagi masyarakat Aceh diawali dengan secangkir kopi di kedai-kedai kopi. Beragam jajanan pasar bisa dinikmati bersama segelas kopi panas.

Jika singgah ke Banda Aceh jangan lupa mampir ke Solong Cafe Ulee Kareng, Jasa Ayah di Ulee Kareng, Daphu Kupi di Simpang Surabaya, atau Chek Yukee di Pagar Air dan kedai kopi lain yang tersebar hampir di sepanjang jalan raya di tengah kota hingga pinggiran kota.

--
--

9.17.2014

ndredeg




Awale dijak mangan dikei sayuran ro jejamuan njok dijak mlaku mlaku ndisik ben luih cedek secara emosional sedino soko esuk ki critane pdkt...nganti sore njor diadusi jan ndredek ndelok awake sing muntok tur putih...didusi dengan penuh kasih sayang disabuni soko sikil nganti nduwur alon alon dilus lus betis munggah tekan pupune sing puetih lan mulus soyo sui soyo munggah nang slangkangan...le nyabuni nganti kringetan alon alon munggah bokong tekan wetenge jian gregetan tenan putih mulus montok sisan...selak kesuen sisanke digunyer susune hadeeeeh wes atos kae lur tak grayangi nganti ndredek tak remeti alon alon let sui metu cairan putih...njor tadai ember...kui mau pengalaman pertamaku meres susu sapi

Fahira Idris Bakal Gelar Konferensi Solidaritas Hijab Indonesia


From: Boediono 





Fahira Idris Bakal Gelar Konferensi Solidaritas Hijab Indonesia

Jakarta, (voa-islam.com) - Fahira Idris bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan menggelar konferensi Hijab Indonesia yang rencananya akan digelar pada akhir Oktober 2014 ini. Konferensi ini akan dihadiri 100 peserta yang berasal dari 100 organisasi muslim yang ada di Indonesia.

Fahira Idris yang saat ini menjadi Anggota Komisi Pendidikan dan Pengkaderan MUI Pusat mengatakan, selain masih dalam suasana memperingati Hari Solidaritas Hijab Sedunia yang jatuh pada 4 September, konferensi ini bertujuan untuk memperkuat solidaritas muslimah Indonesia agar tidak ada lagi pelarangan penggunaan hijab di Indonesia.

"Sampai saat ini saya masih dapat laporan kalau masih ada pelarangan menggunakan jilbab, terutama di tempat-tempat kerja. Konferensi ini digelar untuk membahas dan memperjuangkan jangan ada lagi larangan hijab di manapun di Indonesia," ujar Fahira Idris di Jakarta (04/09).

Menurut perempuan yang baru beberapa bulan diangkat menjadi pengurus MUI Pusat ini, sama seperti kebebasan berpendapat dan hak bebas dari rasa takut, berhijab adalah hak asasi dan hak dasar bagi setiap muslimah yang dibawanya sejak lahir sebagai bentuk implementasi hak asasi dalam memeluk agama dan beribadah sesuai dengan ajaran yang ia peluk.

"Miris di negera dengan jumlah muslim terbesar di dunia ini, masih ada saja pihak-pihak tertentu yang melarang muslimah berhijab. Jilbab itu hak asasi, hak kodrati yang diberikan Tuhan, jadi tidak dapat diganggu gugat oleh pihak manapun," tegas Fahira.

Lebih lanjut, Fahira mengatakan, Konferensi Solidaritas Hijab Indonesia diharapkan menjadi wadah advokasi para muslimah di Indonesia yang dalam kehidupan sehari-hari masih mengalami deskriminasi karena mengenakan hijab.

Sebagai langkah awal tema bahasan konferensi, saat ini Fahira mempersilahkan masyarakat Indonesia terutama muslimah jika masih mengalami diskriminasi karena berhijab mengirimkan aduan ke email pribadinya di fahira.idris@gmail.com

"Nanti kita akan buka pusat aduan jika masih ada larangan berhijab untuk seluruh muslimah di Indonesia. Sebagai bentuk solidaritas, kita akan perjuangkan bersama, agar muslimah bisa dihormati hak asasinya untuk berhijab," terangnya.

Hari Hijab Sedunia sendiri diperingati sebagai bentuk solidaritas atas munculnya peraturan dilarang berjilbab di Prancis pada 4 September 2002. Tanggal 4 September juga menandai kembalinya anak perempuan ke sekolah di Prancis, di mana larangan berjilbab dimulai.  Hari Hijab Sedunia juga untuk mengenang Marwa Al Sherbini (32), yang tewas akibat tikaman seorang pria rasis, dalam persidangan di Jerman, 1 Juli 2004. Saat itu, Marwa bersaksi menggugat pria tersebut yang sebelumnya telah melecehkan dirinya karena memakai hijab.

Kejadian tersebut menyulut kemarahan dan perhatian publik tentang kebebasan hak asasi manusia. Tercetuslah opini publik di dunia maya, 4 September merupakan peringatan Hari Hijab Sedunia untuk mengenang tragedi Marwa yang disebut sebagai martir hijab.

http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2014/09/05/32680/fahira-idris-bakal-gelar-konferensi-solidaritas-hijab-indonesia/


salam,

9.15.2014

Mesakke .....




Senin, 15/09/2014 20:29 WIB

Pecat Wanda Hamidah, PAN: Dukungan ke Jokowi Melawan Keputusan Partai

Herianto Batubara - detikNews

Jakarta - Wanda Hamidah dipecat dari Partai Amanat Nasional. Ia dipecat karena dianggap melawan partai dengan mendukung Joko Widodo (Jokowi)-Jusuf Kalla (JK) dalam pilpres.

"Iya, benar Wanda Hamidah sudah dipecat PAN. Pengajuannya pemecatannya sudah lama," kata Ketua DPP PAN Joncik Muhammad saat dihubungi detikcom via telepon, Senin (15/9/2014) malam.

Kata Joncik, dirinya terlibat langsung dalam pemecatan Wanda. Ia mengaku tidak terima dengan sikap Wanda yang dianggap berseberangan dengan arah partai.

"Wanda dipecat karena melawan keputusan partai yaitu Rakernas. Sikap partai kita jelas di situ mendukung pasangan Prabowo-Hatta, tapi dia malah mendukung Jokowi, karena itu kami pecat," imbuh Joncik.

Lewat akun Twitter-nya, Wanda memposting foto Surat Keputusan (SK) PAN yang berisi pemberhentian dirinya sebagai kader partai. Ia akan mengadakan jumpa pers besok siang terkait pemecatan itu.

--
--

Hukuman apik




"Yang berbeda pendapat siapa? Kenapa dilarikan ke SBY?"


From: A.Syauqi Yahya


MINGGU, 14 SEPTEMBER 2014 | 22:00 WIB

SBY Bingung Disalahkan Soal RUU Pilkada

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan tak paham alasan masyarakat dan media mendorong isu Rancangan Undang-undang Pemilihan Kepala Daerah kepada dirinya. SBY menyatakan, sebagai presiden dia tak terkait dengan adu kekuatan politik dua kudu di Parlemen.

"Yang berbeda pendapat siapa? Kenapa dilarikan ke SBY?" kata SBY dalam wawancara khusus yang diunggah ke media sosial Youtube.com, Ahad, 14 September 2014.

Ia menyatakan, dirinya dapat disalahkan dan diminta pertanggungjawaban jika peraturan tersebut berupa Peraturan Pemerintah atau Peraturan Presiden. Aturan Pilkada adalah undang-undang, yang merupakan kewenangan Dewan Perwakilan Rakyat sebagai lembaga legislatif.

"Tidak relevan saya yang ditekan," kata SBY. (Baca: Soal RUU Pilkada, Amir Bilang SBY Berpihak pada Akal Sehat)

SBY juga tak terima disebut mengkhianati semangat reformasi, karena memutuskan tak menarik RUU Pilkada. Ia juga menyataka, tengah berfikir keras untuk menemukan opsi atau tawaran kebijakan terkait aturan pilkada tersebut.

Menurut dia, tanpa adanya tekanan dari masyarakat dan media pun, dirinya tetap mencari pilihan terbaik bagi masyarakat soal pilkada. SBY mengklaim ia pun ingin sistem pemilihan kepala daerah yang nantinya diterapkan tak merugikan masyarakat.

FRANSISCO ROSARIANS

--
--

baca tulis

PENTINGKAH MEMAKSAKAN ANAK USIA DINI DAN SD WAJIB BISA BACA TULIS HITUNG?

Seorang guru di Australia pernah berkata kepada saya

"Kami tidak terlalu khawatir jika anak2 sekolah dasar kami tidak pandai Matematika" kami jauh lebih khawatir jika mereka tidak pandai mengantri."

"Sewaktu ditanya mengapa dan kok bisa begitu ?" Saya mengekspresikan keheranan saya, karena yang terjadi di negara kita kan justru sebaliknya.

Inilah jawabanya;

1. Karena kita hanya perlu melatih anak selama 3 bulan saja secara intensif untuk bisa Matematika, sementara kita perlu melatih anak hingga 12 Tahun atau lebih untuk bisa mengantri dan selalu ingat pelajaran berharga di balik proses mengantri.

2. Karena tidak semua anak kelak akan berprofesi menggunakan ilmu matematika kecuali TAMBAH, KALI, KURANG DAN BAGI. Sebagian mereka anak menjadi Penari, Atlet Olimpiade, Penyanyi, Musisi, Pelukis dsb.

3. Karena biasanya hanya sebagian kecil saja dari murid-murid dalam satu kelas yang kelak akan memilih profesi di bidang yang berhubungan dengan Matematika. Sementara SEMUA MURID DALAM SATU KELAS ini pasti akan membutuhkan Etika Moral dan Pelajaran Berharga dari mengantri di sepanjang hidup mereka kelak.

"Memang ada pelajaran berharga apa dibalik MENGANTRI ?"

"Oh iya banyak sekali pelajaran berharganya;" jawab guru kebangsaan Australia itu. 

1. Anak belajar manajemen waktu jika ingin mengantri paling depan datang lebih awal dan persiapan lebih awal.

2. Anak belajar bersabar menunggu gilirannya tiba terutama jika ia di antrian paling belakang.
3. Anak belajar menghormati hak orang lain, yang datang lebih awal dapat giliran lebih awal dan tidak saling serobot merasa diri penting..

4. Anak belajar berdisiplin dan tidak menyerobot hak orang lain.

5. Anak belajar kreatif untuk memikirkan kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk mengatasi kebosanan saat mengantri. (di Jepang biasanya orang akan membaca buku saat mengantri)

6. Anak bisa belajar bersosialisasi menyapa dan mengobrol dengan orang lain di antrian.

7. Anak belajar tabah dan sabar menjalani proses dalam mencapai tujuannya.

8. Anak belajar hukum sebab akibat, bahwa jika datang terlambat harus menerima konsekuensinya di antrian belakang.

9. Anak belajar disiplin, teratur dan kerapihan. 

10. Anak belajar memiliki RASA MALU, jika ia menyerobot antrian dan hak orang lain.

11. Anak belajar bekerjasama dengan orang2 yang ada di dekatnya jika sementara mengantri ia harus keluar antrian sebentar untuk ke kamar kecil.

12. Anak belajar jujur pada diri sendiri dan pada orang lain

dan mungkin masih banyak lagi pelajaran berharga lainnya, silahkan anda temukan sendiri sisanya.

Saya sempat tertegun mendengarkan butir-butir penjelasannya. Dan baru saja menyadari hal ini saat satu ketika mengajak anak kami berkunjung ke tempat bermain anak Kids Zania di Jakarta. 

Apa yang di pertontonkan para orang tua pada anaknya, dalam mengantri menunggu giliran sungguh memprihatinkan.

1. Ada orang tua yang memaksa anaknya untuk "menyusup" ke antrian depan dan mengambil hak anak lain yang lebih dulu mengantri dengan rapi. Dan berkata "Sudah cuek saja, pura-pura gak tau aja !!"

2. Ada orang tua yang memarahi anaknya dan berkata "Dasar Penakut", karena anaknya tidak mau dipaksa menyerobot antrian.

3. Ada orang tua yang menggunakan taktik dan sejuta alasan agar anaknya di perbolehkan masuk antrian depan, karena alasan masih kecil capek ngantri, rumahnya jauh harus segera pulang, dsb. Dan menggunakan taktik yang sama di lokasi antrian permainan yang berbeda.

4. Ada orang tua yang malah marah2 karena di tegur anaknya menyerobot antrian, dan menyalahkan orang tua yang menegurnya.

5. dan berbagai macam kasus lainnya yang mungkin anda pernah alami juga.? 

Ah sayang sekali ya.... padahal disana juga banyak pengunjung orang Asing entah apa yang ada di kepala mereka melihat kejadian semacam ini?

Ah sayang sekali jika orang tua, guru, SEKOLAH2 dan Kementerian Pendidikan kita masih saja meributkan anak muridnya tentang Ca Lis Tung (Baca Tulis Hitung), Les Matematika dan sejenisnya. Padahal negara maju saja sudah berpikiran bahwa mengajarkan MORAL pada anak jauh lebih penting dari pada hanya sekedar mengajarkan anak pandai berhitung.

Ah sayang sekali ya... Mungkin itu yang menyebabkan negeri ini semakin jauh saja dari praktek-praktek hidup yang beretika dan bermoral. ?

Ah sayang sekali ya... seperti apa kelak anak2 yang suka menyerobot antrian sejak kecil ini jika mereka kelak jadi pemimpin di negeri ini ?

Semoga ini menjadi pelajaran berharga bagi kita semua para orang tua juga para pendidik di seluruh tanah air tercinta. Untuk segera menyadari bahwa mengantri adalah pelajaran sederhana yang banyak sekali mengandung pelajaran hidup bagi anak dan harus di latih hingga menjadi kebiasaan setiap anak Indonesia. 

Yuk kita ajari anak kita untuk mengantri, untuk Indonesia yang lebih baik,

Yuk kita mulai dari keluarga kita terlebih dahulu, ... mau ?

Salam syukur penuh berkah...

Ayah Edy Parenting 

Tolong di baca juga artikel berikut ini:

https://www.facebook.com/photo.php?fbid=592069320864173&set=a.144983902239386.35784.141694892568287&type=1&stream_ref=10