8.27.2014

Membuat Pertamina Tak Diejek Sepanjang Masa



From: A.Syauqi Yahya 


Sketsa Dahlan Iskan: Membuat Pertamina Tak Diejek Sepanjang Masa

Ekonomi   0   01 Apr 2013 07:31

Hampir saja saya merasa bahagia yang berkepanjangan. Yakni ketika mengetahui bahwa laba PT Pertmina (Persero) berhasil mencapai Rp 25 triliun. Itulah laba terbesar dalam sejarah Pertamina. Juga laba terbesar di lingkungan BUMN. Bahkan laba terbesar yang bisa dicapai oleh sebuah perusahaan apa pun di Indonesia sepanjang tahun 2012.

Saya pun minta agar Direktur Utama (Dirut) Pertamina Karen Agustiawan mengumumkannya. Agar capaian yang hebat itu bisa membuat masyarakat bangga pada Pertamina. Setidaknya bisa mengurangi ejekan sinis masyarakat kepada Pertamina. Maka pada laporan keuangan kepada publik bulan lalu, disertakanlah judul ini: Pertamina berhasil memperoleh laba terbesar dalam sejarahnya.

Melalui twitter (@iskan_dahlan), saya pun ikut membagi kebahagiaan itu. Tentu saya ingin memberikan penghargaan pada jajaran Pertamina. Berita gembira itu juga saya manfaatkan untuk kampanye menumbuhkan harapan umum. Manufacturing hope. Yakni bahwa perbaikan dan kerja keras yang dilakukan jajaran Pertamina sudah mulai memberikan hasil yang nyata. Berarti kalau perbaikan, efisiensi dan kerja keras terus dilakukan, hasilnya akan lebih hebat lagi.

Saya ingin ada satu harapan untuk dunia twitter, khususnya yang terkait dengan politik, yang terlalu didominasi oleh pesimisme dan putus harapan. Pesimisme perorangan adalah hak, tapi pesimisme massal bisa membawa kehancuran.

Saya pun segera membayangkan masyarakat akan ikut bahagia mengikuti twit perkembangan terbaru di Pertamina itu. Dan saya akan menggunakan kebahagiaan masyarakat tersebut untuk terus memacu kinerja manajemen Pertamina. Misalnya lifting minyak yang harus naik untuk menjadikan Pertamina perusahaan minyak kelas regional.

Sekarang ini Pertamina baru bisa menghasilkan minyak 500 ribu barel per hari. Jauh dari kelas perusahaan minyak tingkat ASEAN sekali pun. Karena itu tahun ini Pertamina membentuk Brigade 300K. Terdiri dari anak-anak muda Pertamina yang umurnya maksimum 29 tahun.

Brigade ini bertugas menambah produksi minyak Pertamina 300 ribu barel lagi per hari. Inilah brigade yang akan membuat produksi total Pertamina menjadi 800 ribu barel. Dan target itu harus tercapai akhir tahun depan. Di dalamnya dihitung produksi energi geothermal yang disetarakan dengan minyak.

Tiap bulan saya mengikuti perkembangan Brigade 300K ini. Termasuk ikut mencarikan jalan keluar kalau terjadi hambatan di luar Pertamina. Misalnya bagaimana Pertamina bisa menjual geothermal-nya ke PLN dengan cepat. Kesepakatan pun segera dicapai: 9 lokasi geothermal milik Pertamina yang skalanya besar-besar itu bisa segera dikerjakan.

Tapi semua itu belum cukup. Harapan masyarakat terhadap Pertamina memang sangat besar. Pengumuman mengenai besarnya laba yang berhasil dicapai Pertamina itu, misalnya, ternyata belum bisa membahagiakan masyarakat. Mereka menginginkan Pertamina yang jauh lebih hebat. Mereka tidak mempersoalkan laba, omzet dan sebangsanya. Masyarakat menginginkan Pertamina yang membanggakan.

Masyarakat ternyata langsung membandingkannya dengan Petronas, Malaysia.

"Laba Petronas Rp 160 triliun!" ujar follower twitter saya.

Saya pun tersadar dari lamunan kebahagiaan. Terbangun. Kebahagiaan saya akan prestasi Pertamina itu ternyata hanya berlangsung kurang dari 5 menit. Padahal semula saya mengira kebahagiaan itu akan berlangsung selama setahun penuh. Lalu disambung dengan kebahagiaan berikutnya manakala melihat hasil kerja jajaran Pertamina tahun 2013.

Ternyata hukum kebahagiaan tidak seperti itu. Bahagia itu bisa naik dan tiba-tiba bisa anjlok. Kebahagiaan saya itu langsung lenyap saat membaca twit pembandingan antara laba Pertamina dan laba Petronas.

Itu persis seperti kebahagiaan seorang pembina sepakbola di Indonesia. Setidaknya seperti yang saya alami selama memimpin Persebaya dulu. Begitu peluit panjang berbunyi dan Persebaya menang, bahagianya bukan main. Tapi kebahagiaan itu hanya berlangsung sekitar 5 menit. Begitu keluar dari garis lapangan, para wartawan langsung mengerubung dengan pertanyaan yang mengakhiri kebahagiaan itu: berapa juta bonus yang akan diberikan kepada setiap pemain. Maka kebahagiaan pun langsung beralih ke bagaimana cara mendapatkan uang untuk membayar bonus saat itu juga.

Begitu pula soal kebahagiaan Pertamina ini. Begitu kicauan mengenai laba Petronas tersebut saya baca hati saya langsung terbakar. Saya benar-benar gelisah. Pikiran saya dipenuhi pertanyaan ini: bagaimana cara mengejar Petronas. Sudah lama masyarakat tidak bisa menerima kalau Pertamina sampai kalah dari Petronas. Apalagi kalahnya telak.

Ketika berada di RS Tianjin untuk check-up rutin tahunan pekan lalu, saya memiliki waktu merenung lebih panjang. Saya utak-atik berbagai kemungkinan untuk bisa mengejar Petronas. Saya browsing di internet. Saya pelajari angka-angka. Kekalahan Pertamina atas Petronas itu ternyata sudah sangat lama. Sudah lebih 30 tahun. Grafiknya pun kian memburuk.

Tapi apa yang bisa diperbuat? Sungguh tidak mudah menemukan jalannya. Padahal soal kekalahan Pertamina ini sudah bukan lagi soal kekalahan sebuah perusahaan biasa. Ini sudah menyangkut harga diri negara dan bangsa. Ini sudah soal merah putih. Pertamina sudah mnjadi lambang negara. Di bidang sawit, kita sudah bisa mengejar Malaysia. Garuda Indonesia sudah mengalahkan Malaysia Airlines. Semen dan pupuk, kita sudah jauh di depannya. Di bidang pelabuhan, kita sedang mengejarnya dengan proyek PT Indo Port Corporation (Pelindo II) yang Insya Allah pasti bisa.

Tapi kita masih belum bisa menemukan jalan untuk Pertamina. Program-program Pertamina yang ada sekarang memang ambisius, tapi baru akan bisa membuat Pertamina masuk ke jajaran perusahaan minyak kelas regional. Masih jauh dari prestasi Petronas.

Memang ada jalan pintas. Bahkan sangat cepat. Semacam jalan tol di Jerman. Maksudnya, jalan tol yang tidak pakai bayar. Dengan jalan ini Pertamina bisa mengalahkan Petronas hanya dalam waktu 4 tahun. Setidaknya sudah bisa membuatnya sejajar dengan Petronas. Tapi saat saya menulis naskah ini, di sebuah ruang check-up RS Tianjin, saya terpikir kesulitan-kesulitannya: "Jalan tol" itu bukan milik Pertamina. "Jalan tol" itu milik perusahaan luar negeri yang akan habis izinnya tahun 2017 nanti: Blok Mahakam.

Saya pun minta Dirut Pertamina, Karen Agustiawan, untuk membuat kalkulasi ini: seandainya Blok Mahakam kembali sepenuhnya ke negara dan negara menyerahkannya ke Pertamina, berapa laba Pertamina di tahun 2018? dan tahun-tahun berikutnya?

Dengan cepat jawaban Karen masuk ke HP saya: Rp 171 triliun.

Saya tidak tergiur dengan angka itu. Saya lebih tergiur pada bayangan betapa  bangganya kita memiliki Pertamina yang tidak lagi diejek-ejek  sepanjang masa.

Penulis

Dahlan Iskan
Menteri BUMN
(Ndw)

--

8.24.2014

joran



selain mancing, merawat joran dan reek kita jg harus..........
6 Tips menjaga
kesehatan Mr P
1. Memangkas rambut kemaluan
Hal ini merupakan salah satu hal yang sangat
penting agar alat kelamin Anda dapat tetap sehat.
Rambut kemaluan dapat menjadi tempat
bersembunyinya bakteri dan keringat. Rambut
kemaluan juga akan membuat kemaluan rentan
dengan kelembaban.

2. Membersihkan Mr P
Kebersihan Mr P adalah salah satu
hal yang penting untuk
menjadikannya sehat. Tidak ada
salahnya apabila Anda rajin
membersihkannya dengan air hangat.

3. Hindari sabun
Sabun atau parfum dapat
menyebabkan iritasi pada organ
intim karena kandungan zat
kimianya.

sumaningrum
4. Rajin memeriksa kesehatan organ
intim
Apabila ada hal yang mencurigakan
pada Mr P Anda jangan ragu untuk
berkonsultasi dengan dokter ahli kulit
dan kelamin. Deteksi lebih dini dapat
menghindarkan Anda dari berbagai
macam penyakit seperti kanker 5. Mengeringkan organ intim
Pria pada umumnya tidak terlalu
peduli dengan kegiatan mengeringkan
tubuh sehabis mandi termasuk Mr P
mereka. Padahal dengan
mengeringkannya, Mr P Anda dapat
terhindar dari infeksi dan
pertumbuhan bakteri. 6. Berhenti merokok
Rokok dapat berdampak buruk bagi
kesehatan Anda termasuk Mr P Anda.
ROkok akan memperlambat sirkulasi
darah Anda termasuk ke Mr P
sehingga menyebabkan disfungsi
ereksi.
Kesehatan Mr P adalah hal yang
utama bagi Anda para pria. Tidak
ada salahnya apabila Anda
mempraktekkan tips di atas sehingga
Mr P Anda dapat senantiasa sehat. 

copas gannn

8.22.2014

Uji Nyali


From: syauqiyahya

Selasa, 19/08/2014 11:24 WIB

Kerja Jadi Bos BUMN Seperti Uji Nyali

Feby Dwi Sutianto - detikFinance

Jakarta - Banyak orang menganggap operasional Badan Usaha Milik Negara (BUMN) kerap diintervensi banyak pihak, termasuk pemerintah sebagai pemegang saham. Berikut ini ada cerita dari mantan dirut BUMN yang sudah mengundurkan diri.

Mantan Dirut PT Industri Telekomunikasi Indonesia (INTI) (Persero) Irfan Setiaputra menilai bekerja sebagai profesional di BUMN memiliki keunikan tersendiri, mulai dari tekanan dan 'atasan' yang sangat banyak.

Selain itu, jadi bos BUMN itu menjadi pembuktian kemampuan manajerial yang dimiliki oleh para profesional. Pasalnya, bos BUMN sudah diberi mandat oleh seluruh rakyat Indonesia untuk memimpin perusahaannya.

"Kerja di BUMN sebagai ajang uji nyali. BUMN itu pekerjaannya yang menantang tapi kalau disikapi dengan santai bisa kok melewati," katanya kepada detikFinance, Selasa (19/8/2014).

Dibilang uji nyali juga karena selain tekanan yang besar, gaji yang diterima rata-rata masih lebih kecil dibanding perusahaan swasta di industri yang sama.

"Gajinya bisa bersaing dengan swasta khususnya BUMN besar, Kalau BUMN kecil ya berat," jelasnya.

Perusahaan pelat merah selama ini kerap dianggap sebagai sapi perah pemerintah. Intervensi politik dan pemerintah sering hinggap dalam operasional BUMN.

Namun BUMN dipercaya bisa lepas dari intervensi politik dan pemerintah. Caranya? Klik tautan berita berikut ini.




--

Bubarkan Kemen BUMN


From: A.Syauqi Yahya


Selasa, 19/08/2014 06:53 WIB

Bisakah BUMN Bersih dari Intervensi Politik dan Pemerintah?

http://m.detik.com/finance/read/2014/08/19/065301/2665854/4/2/bisakah-bumn-bersih-dari-intervensi-politik-dan-pemerintah

Angga Aliya - detikFinance

Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selama ini selalu dianggap sebagai sapi perah pemerintah. Intervensi politik dan pemerintah kerap hinggap dalam operasional perusahaan pelat merah.

Sebenarnya bisa tidak BUMN ini benar-benar bersih dari intervensi kepentingan politik dan pemerintahan? Mantan Sekretaris Kementerian BUMN sekaligus Pengamat BUMN, M Said Didu, mencoba memberi pandangannya.

"Sangat bisa, salah satu caranya adalah bubarkan Kementerian BUMN dan ubah seperti Temasek," katanya ketika dihubungi detikFinance, Selasa (19/8/2014).

Wacana menghilangkan Kementerian BUMN sudah ada sejak zaman Menteri BUMN Sofyan Djalil. Pada masa Dahlan Iskan, yang menjabat Menteri BUMN saat ini, wacana tersebut juga pernah muncul.

Temasek Holding adalah perusahaan induk yang menaungi banyak perusahaan negara di Singapura. Indonesia berencana meniru hal ini secara perlahan-lahan melalui pembentukan holding di masing-masing kelompok usaha sebelum semuanya bergabung di bawah satu atap.

Negara lain yang juga menerapkan sister holding company ini adalah Malaysi dengan BUMN-nya yang diberi nama Khazanah Nasional Berhad. Perusahaan inevstasi milik pemerintah ini menaungi banyak BUMN di bawahnya.

Nah demi mencapai tujuan itu, Said mengatakan, harus ada revisi UU no 17/2013 tentang Keuangan Negara dan revisi juga UU no 10/2003 tentang BUMN. Dalam dua UU itu masih memuat bahwa uang BUMN ada uang negara sehingga jika terjadi penyelewangan maka dianggap merugikan negara

Padahal, uang BUMN sejatinya bukan uang pemegang saham dalam hal ini negara dan pemerintah, karena uang BUMN adalah uang korporasi yang bisa saja hilang karena risiko bisnis dan itu tidak bisa dianggap merugikan negara.

Jika itu sudah terlaksana, maka BUMN sudah bisa berdiri sendiri tanpa intervensi politik dan pemerintah. Meski sudah mandiri, tapi pemerintah masih bisa memberikan tugas khusus, contohnya berupa subsidi, kepada BUMN tertentu.

"Urusan subsidi tetap saja melalui mekanisme penugasan ke bumn atau ke siapa saja. Jika perlu penugasan subsisi ini dilelang. Ini sudah terjadi untuk subsidi penerbangan perintis dilelang dan tidak ada masalah," jelasnya.

Selama ini intervensi pemerintah dinilai menjadi tekanan bagi BUMN, terutama bagi para direksi. Jajaran direksi tidak bisa bekerja profesional karena adanya tekanan ini.

Ujung-ujungnya, para bos BUMN ini bisa mengundurkan diri dan lari ke perusahaan swasta yang notabene gajinya lebih besar dan bebas intervensi pemerintah.

--

8.20.2014

Pemerintah yang Rugi


From: A.Syauqi Yahya


Selasa, 19/08/2014 14:17 WIB

Pemerintah yang Rugi Karen Agustiawan Mundur dari Pertamina

Feby Dwi Sutianto - detikFinance

Jakarta - Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Karen Agustiawan secara resmi telah mengajukan permohonan pengunduran diri kepada Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) selaku pemegang saham. Karen mengundurkan diri di tengah jalan sebelum berakhirnya masa jabatan periode kedua karena alasan pribadi.

Pasca pengunduran diri dari Karen, Pengamat BUMN sekaligus mantan Sekretaris Kementerian BUMN, M Said Didu, menilai Indonesia telah kehilangan seorang profesional terbaiknya. Karen dinilai mampu memperbaiki kinerja dan wajah Pertamina meski mengalami tekanan luar biasa.

Dirut wanita Pertamina pertama tersebut juga berani melawan intervensi-intervensi yang datang dari eksternal perusahaan.

"Negara rugi atas kemunduran Bu Karen. Negara kehilangan orang baik yang bisa melawan intervensi dan memperbaiki GCG (Good Corporate Governance)," kata Said kepada detikFinance, Selasa (19/8/2014).

Perusahaan pelat merah Indonesia sebetulnya sangat beruntung memiliki sosok profesional seperti Karen. Jika menjadi Dirut di perusahaan migas asing, Karen bisa menerima gaji 3 kali lipat dari penghasilan saat ini. Gaji Karen di Pertamina sekitar Rp 200 juta.

"Mereka nggak utamakan gaji. Gaji dirut seperti Karen di luar negeri, minimal 3 kali lipat," sebutnya.

Ia menilai pengunduran Karen menimbulkan tanda tanya besar karena posisi bos Pertamina menjadi salah satu incaran karena sangat strategis. Said menyebut tekanan yang diterima Karen sudah sangat luar biasa.

"Sebenarnya Ibu Karen contoh yang bisa mengelak. Namun saat bisa mengelak, dia diping-pong secara politik dan kebijakan. Itu resikonya dan itu jauh terhormat diping-pong secara kebijakan," jelasnya.

--

Bebas Pungli dan On Time




Selasa, 19/08/2014 18:49 WIB

Bebas Pungli dan On Time, Jasa Kereta Barang Mulai Dilirik Pengusaha

Zulfi Suhendra - detikFinance

Jakarta - PT Kereta Api Indonesia (PT KAI) kini bisa melayani pengiriman barang melalui kereta khususnya jalur Sukabumi-Jakarta, dan beberapa rute lainnya.

Selain punya kelebihan dalam hal ketepatan waktu, ada beberapa keunggulan barang yang dikirim menggunakan jasa kereta barang daripada truk. Sehingga tak heran, banyak pelaku usaha mulai melirik angkutan barang berbasis kereta, meski dalam jumlah terbatas.

Kepala Humas Daop I PT KAI, Agus Komarudin mengatakan, dengan menggunakan kereta, keamanan lebih terjamin dibanding barang yang diangkut dengan menggunakan truk atau kendaraan darat lainnya.

"Pengawasan stasiun di lintas diawasi terus di atas KA itu juga diawasi terus ada gerbong pengawasan. Di setiap stasiun diawasi," kata Agus kepada detikFinance, Selasa (19/8/2014).

Selain itu, Agus mengatakan, dengan menggunakan kereta, otomatis terbebas dari pungutan liar (pungli) yang kerap terjadi di jalur darat. Bahaya kecelakaan yang terjadi di jalanan pun bisa ditekan.

"Itu salah satunya bebas pungli, misalnya. Kalau di truk itu yang bawa batu kerikil itu bisa jatuh, di kontainer itu tertutup," lanjut Agus.

Angkutan kereta barang juga punya peran dalam hal mengurangi kepadatan di jalan raya, termasuk jalur Ciawi-Sukabumi, Jawa Barat. Semakin banyak barang yang diangkut menggunakan kereta, semakin besar pula pengaruhnya mengurangi tingkat kecelakaan dan kemacetan di jalan.

Dikatakan Agus, selain PT Tirta Investama (Aqua) yang mengirimkan air minum dalam kemasan dari Sukabumi menuju Jakarta, produsen semen milik PT Indocement dari Stasiun Nambo, Desa Bantarjati, Kecamatan Klapanunggal, Bogor, Jawa Barat, juga memanfaatkan angkutan kereta tujuan stasiun Banyuwangi Baru, Jawa Timur.

"Kita juga ada dengan PT Toyota Astra terkait angkutan mobil petikemas ke Waru Jatim dari Jakarta Gudang juga. Nanti distribusinya seperti apa (dibicarakan) Ini masih mau MoU sih," tutupnya.

--

Angin Segar !


From: A.Syauqi Yahya 

Rabu, 20/08/2014 07:48 WIB

Selamat! PN Bandung Jadi Pengadilan Terbaik di Indonesia

Rivki - detikNews

Gedung Mahkamah Agung (ari saputra/detikcom)
Jakarta - Mahkamah Agung (MA) memutuskan Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Jawa Barat, menjadi pengadilan umum kelas 1A khusus terbaik di Indonesia. Adapun untuk kelas 1A diraih oleh PN Denpasar.

"Ini adalah angin segar di tengah sisa-sisa bau menyengat," ujar Wakil PN Bandung, Nawawi Pamolango kepada detikcom, Rabu(19/8/2014).

Bau menyengat yang dimaksud yaitu ketika Wakil PN Bandung Setyabudi dicokok KPK karena melakukan korupsi. Setyabudi kini telah dipecat dan dijatuhi hukuman 12 tahun penjara. Sebelum itu, PN Bandung juga mendapat ujian dengan ditangkapnya hakim adhoc Imas yang bertugas di Tipikor Bandung dalam kasus korupsi juga.

Nawawi berharap prestasi ini bisa terus dijaga. Dia mengatakan, sejak awal niatannya menjadi Waka PN Bandung ingin sekali memulihkan citra peradilan ini yang sempat terpuruk.

"Kami merasa sangat dihargai dan terimakasih untuk predikat ini," ujar Nawawi.

Selain berprestasi, PN Bandung juga ditetapkan sebagai pengadilan dengan kinerja terbaik. Posisi kedua kelas 1A khusus diisi oleh PN Jakarta Barat dan posisi ketiga diduduki oleh PN Surakarta.

Adapun untuk pengadilan kelas 1A, juara pertama diraih PN Denpasar dan disusul oleh PN Yogyakarta dan diperingkat ketiga diraih PN Banjarmasin

"Alhamdulillah, semoga PN Denpasar selalu bisa memberi pelayanan terbaik bagi para pencari keadilan," kata Ketua PN Denpasar, Sugeng Riyono.

Sedangkan untuk kelas 1B, predikat pengadilan berprestasi diraih oleh PN Cibinong yang disusul oleh PN Sukoharjo dan PN Bukit Tinggi. Penghargaan ini diberi kan karena pengadilan tersebut mampu mengatur administrasi perkara, kepegawaian dengan baik. Selain itu, pengadilan ini juga memiliki ruang informasi publik yang baik dan fasilitas yang bagus.

"Tentunya penghargaan ini akan semakin memacu kita untuk bekerja dan meningkatkan kinerja lebih baik di tahun-tahun mendatang. Saya ucapkan terimakasih banyak atas penghargaan ini," ujar Ketua PN Cibinong, Sujatmiko.

Perlombaan juga dilaksanakan untuk PN Kelas II dan dimenangkan oleh PN Donggala yang disusul oleh PN Pangkalan Bun dan PN Dompu. PN Pangkalan Bun sempat naik namanya saat Ketua PN nya, Nuril Huda menerima suap dan hanya dikasih skorsing.

PN Kelas II merupakan pengadilan yang umumnya berada di daerah terpencil atau jumlah perkaranya tidak terlalu banyak. Meski demikian, Kelas II menjadi ujung tombak pelayanan keadilan bagi masyarakat.

"Peningkatan kinerja PN Dompu tidak ditujukan semata-mata untuk mendapat penghargaan tetapi bentuk tekad melaksanakan tanggungjawab jabatan sebaik-baiknya dan upaya pimpinan MA untuk mengadakan lomba kinerja adalah positif yang patut diapresiasi," ujar Wakil Ketua PN Dompu, Juyamto.