12.19.2014

Grusa Grusu Maning ?


From: A.Syauqi Yahya 


Pembudi Daya Ikan Kesulitan Jual Hasil Produksi

17 December 2014 16:42 WIB

Nelayan
REPUBLIKA.CO.ID, ANAMBAS -- Pembudi daya ikan di Provinsi Kepulauan Riau kesulitan menjual hasil panen kepada kapal asing yang biasa singgah untuk membeli ikan, karena khawatir dengan kebijakan Presiden Joko Widodo yang tegas tentang penenggelaman kapal asing pencuri ikan.

Hal itu berdasarkan hasil reses anggota DPD RI Haripinto usai bertemu dengan nelayan Kepri di Batam, Rabu.
Selama ini pembudidaya ikan kerapu, lobster dan lainnya mengekspor hasil budi dayanya melalui kapal-kapal asing yang datang rutin untuk membeli ikan. Dan kini, kapal asing itu tidak pernah lagi datang untuk membeli hasil budi daya. "Saat akan menjual ikan, mereka kesulitan. Seperti sekarang, kapal yang dari Hongkong tidak bisa masuk. Padahal, banyak pembudi daya yang menjual ikan ke mereka," kata dia.

Haripinto meminta pemerintah membuat perizinan yang bijaksana kepada kapal asing hendak membeli ikan nelayan, dan memukul rata larangan seluruh kapal ikan asing memasuki perairan Indonesia. "Ingin menghilangkan pencurian ikan di perairan, tapi ijin kapal nelayan yang akan membeli ikan dari nelayan Indonesia jangan dihentikan," kata dia.

Sebenarnya, kata Haripinto, kebijakan Presiden bersama Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti dalam menindak tegas pencuri ikan adalah, baik. Namun, pemerintah juga diminta mencari solusi penjualan ikan budi daya.

Hasil panen pembudidaya tidak terlalu besar, sehingga akan lebih mudah dan murah jika penjualan ikan dilakukan kepada kapal asing yang sengaja datang untuk membeli ikan. "Apalagi kapal asing yang mengumpul ikan dari nelayan budi daya datang ke pelabuhan dengan membayar pajak," kata dia.

Di Kepri terdapat ribuan pembudidaya ikan yang membangun kolam di pantai dengan patok-patok agar ikan tidak keluar. Ikan itu berasal dari tangkapan nelayan yang kemudian dibesarkan oleh pembudi daya.

Red: Erdy Nasrul

Sumber:antara

--

"Media boleh tajam tapi tetap harus mendidik. Bukan tajam yang melukai,"


From: A.Syauqi Yahya 


Kamis, 18/12/2014 21:37 WIB

Jokowi: Media Boleh Tajam, Tapi Harus Mendidik

Rivki - detikNews

 Jokowi terima achievement award (Rivki/detikcom)
Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapat penghargaan achievement award dari Perum LKBN Antara. Dalam sambutannya, ia berpesan agar media massa memberikan kontribusi yang positif bagi masyarakat.

"Media saat ini adalah industri, yang dilihat adalah pasar. Pasar senang yang sensasional, yang disampaikan sensasional. Padahal untuk kemajuan bangsa, media bisa mengorganisir masyarakat. Media bisa mencerahkan, mendidik dalam hal apa pun," kata Jokowi di Wisma Antara, Jl Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Jokowi juga menyampaikan, media massa boleh saja 'menggigit' dan mengkritik pemerintah. Tetapi, lanjutnya, mengkritik haruslah yang positif demi pembangunan Indonesia.

"Media boleh tajam tapi tetap harus mendidik. Bukan tajam yang melukai," imbuh suami Iriana itu.

Dalam kesempatan itu, Jokowi juga meminta LKBN Antara supaya tetap mendukung pemerintah. Khususnya dalam memberikan informasi keberhasilan pemerintah dan mengabarkan kondisi masyarakat di seluruh pelosok.

"Antara adalah PR (public relation-red) pemerintah. Mustinya membangun opini yang baik utamanya dalam rangka menggerakan masyarakat," ucap Jokowi.

--

12.16.2014

Ha ha. haaa...ngeles dot com



From: <syauqiyahya@gmail.com>


Mengapa Menkumham Beda Sikapi Konflik PPP dan Golkar?

16 Desember 2014 11:31 WIB



Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia, Yasona Laoly

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) memutuskan tidak mengesahkan hasil dua musyawarah nasional (Munas) Partai Golkar di Bali maupun di Ancol. Keputusan ini terlihat kontradiktif dengan konflik yang terjadi di Partai Persatuan Pembangunan (PPP) terkait dualisme kepengurusan beberapa waktu lalu.

Menkumham Yasonna Laoly beralasan, konflik yang terjadi di dua partai itu berbeda konteks. Di PPP, kata dia, Kemenkumham harus memutuskan keabsahan kepengurusan baru tujuh hari setelah forum tertinggi partai digelar. Muktamar PPP yang digelar di Surabaya telah memenuhi kuorum sesuai Undang-Undang tentang Partai Politik.

"Kalau PPP (Muktamar Surabaya) itu memenuhi (kuorum), mungkin beda halnya kalau pada hari yang sama ada muktamar juga. //Case//-nya berbeda, sangat berbeda," katanya di kantor Kemenkumham, Jakarta, Selasa (16/12).

Sementara di Partai Golkar, lanjutnya, dua kubu menyerahkan kepengurusan pada hari yang sama sesuai dengan munas atau forum tertinggi partai versi masing-masing. Hal ini menjadi alasan Kemenkumham untuk mengambil keputusan dengan tidak mengesahkan kedua susunan kepengurusan Partai Golkar yang diajukan dan meminta diselesaikan di internal partai.

Sebelumnya, Yasonna memutuskan tidak mengesahkan kedua susunan kepengurusan Partai Golkar yang diajukan kubu Aburizal Bakrie dan kubu Agung Laksono. Kemenkumham beranggapan, dualisme kepemimpinan yang terjadi harus diselesaikan melalui mekanisme internal partai.

Yasonna mengatakan, dari pertimbangan aspek yuridis, fakta dan dokumen yang diterima, disimpulkan bahwa masih ada perselisihan di internal partai berlambang beringin tersebut. Kemenkumham, kata dia, tidak bisa memutuskan keabsahan kepengurusan salah satunya. Sebab, jika memutuskan sah salah satu hal itu bisa dianggap sebagai bentuk intervensi pemerintah.

"Kami dengan berat hati tidak bisa memutuskan ke mana, sesuai Pasal 24 UU Parpol dalam hal terjadi perselisihan parpol hasil pengambilan keputusan belum dapat dilakukan oleh menteri sampai perselisihan selesai," katanya.

 

Red: Esthi Maharani

Rep: Mas Alamil Huda

Dinasti ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Senin, 15/12/2014 13:41 WIB

Jelang Kongres PD

Ruhut: Hanya Trah Cikeas yang Bisa Pimpin PD

Indah Mutiara Kami - detikNews

Jakarta - Susilo Bambang Yudhoyono mendapatkan arus dukungan dari daerah untuk kembali memimpin Partai Demokrat. Namun, apabila SBY tak berkenan, politikus PD Ruhut Sitompul menyebut hanya trah Cikeas yang layak jadi caketum.

"Kalau mau ada calon lain, harus trah Cikeas. Bisa Ibas, Pramono Edhie, atau Bu Ani Yudhoyono. Itu juga kalau Pak SBY tidak berkenan (jadi ketum lagi)," kata politikus PD Ruhut Sitompul saat dihubungi, Senin (15/12/2014).

Menurut Ruhut, caketum itu pun harus mendapat restu dari SBY. Tanpa dukungan dari SBY, PD diprediksi tak mampu bertahan.

"Nama itu harus keluar dari ucapan dia (SBY). Kalau dia tidak dukung, bisa hancur partai ini," ujar politikus asal Sumut ini.

Ruhut menegaskan bahwa PD tidak akan terpecah seperti Golkar atau PPP. Semua satu suara di bawah kepemimpinan SBY.

"Kami semua satu, punya matahari hanya satu yaitu SBY. Kita masih butuh Pak SBY," pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Gede Pasek Suardika muncul sebagai penantang SBY di bursa caketum PD. Pasek menyebut kondisi memprihatinkan di PD yaitu upaya masih penggalangan dukungan untuk SBY.


(imk/van)

12.15.2014

Garuda masih mengalami rugi Rp 2,65 triliun...


From: 'suhardono'


"Ketika mengalami kerugian, Garuda Indonesia selalu menyalahkan kondisi eksternal seperti harga avtur, kurs, biaya bandara, dan sebagainya sebagai penyebab kerugian. Namun tidak pernah dibahas kesalahan penggunaan uang di internal yang perlu diperbaiki. Kalau begini terus, saya ragu tahun depan sudah bisa untung lagi," ujar sumber CNN Indonesia yang mengetahui persis pengelolaan uang Garuda, Jumat (12/12).


Direksi Baru Garuda

Selama Dipimpin Emirsyah Satar, Garuda Kerap Hamburkan Duit


Jakarta, CNN Indonesia -- CNN Indonesia mencatat selama Emirsyah Satar menjabat sebagai Direktur Utama PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA), maskapai tersebut kerap menyelenggarakan kegiatan yang tidak memiliki dampak langsung terhadap penjualan tiket pesawat yang menjadi bisnis utama perseroan. 

Dalam satu tahun terakhir, setidaknya ada tujuh kegiatan non-penjualan yang dilakukan Garuda dan hanya mengedepankan pencitraan sebagai maskapai yang memberi layanan full service saja. Padahal, sepanjang tahun ini Garuda masih mengalami rugi Rp 2,65 triliun.

Beberapa kegiatan yang membutuhkan uang tidak sedikit itu antara lain:

Garuda Indonesia World Photo Contest (GAWPC), 12 Maret–12 Mei 2014

Merupakan lomba fotografi berskala internasional yang telah dilaksanakan sejak 2007 oleh Garuda. Selain diikuti oleh fotografer dari dalam negeri, kegiatan lomba fotografi ini juga diikuti para fotografer internasional dari Negara – Negara ASEAN, Australia, China, Jepang, hingga Timur Tengah dan Eropa.

Program Video Garuda Indonesia Discovery: Our Journey to Excellence, 9 Mei 2014

Bagian dari upaya Garuda untuk lebih dekat dengan para pengguna jasa. Program video tersebut dilaksanakan oleh Emirsyah Satar bertempat di auditorium Garuda City Center (GCC), Cengkareng. Program video tersebut merupakan rangkaian video dari berbagai aspek layanan Garuda Indonesia dengan konsep behind the scene yang dikemas secara menarik dan atraktif meliputi Behind the Food Served on Board, Cabin Crew Training, Flight Simulator, Chef on Board, First Class, Flight Operations Center dan selanjutnya video lainnya dari aspek layanan Garuda Indonesia yang meliputi pre flight, in flight dan post flight.

Acara Nonton Bareng Liverpool vs Chelsea, 27 April 2014

Garuda bekerjasama dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk menggelar acara Nonton Bareng pertandingan sepakbola liga Inggris antara Liverpool dan Chelsea di Oval Atrium - Epicentrum Walk, Jakarta. Acara tersebut dihadiri oleh Emirsyah Satar, Direktur Manajemen Risiko BNI Sutanto dan kelompok suporter dari kedua klub yang pada akhir pertandingan berujung bentrok.

Memasang Logo Garuda Indonesia pada kostum latihan Liverpool, 29 Mei 2014

Garuda telah menandatangani kerjasama sponsorship dengan Liverpool sejak September 2012. Pada 29 Mei 2014, Garuda meningkatkan kerjasama dengan memasang logo perusahaan pada kostum latihan Liverpool. 

Kerjasama ini disebut manajemen Garuda sebagai upaya untuk terus meningkatkan brand awarenessnya di tingkat global dan untuk menjadikan Garuda menjadi Global Player.

Luncurkan Album "The Sounds of Indonesia" Volume III, 8 Oktober 2014

Garuda menyebut album ini sebagai komitmen untuk senantiasa melestarikan kekayaan budaya bangsa. Tidak tanggung-tanggung, Garuda melibatkan musisi terkenal Addie MS yang mengaransemen ulang musik-musik daerah di suatu studio rekaman di Praha, Republik Ceko. Lagu-lagu dalam album tersebut diputarkan di seluruh ruang tunggu eksekutif Garuda di bandara-bandara besar Indonesia.

Garuda Indonesia Tennis Open dan Garuda Indonesia Junior Tennis Master, 20-30 November 2014

Usai melaporkan kinerja keuangan kuartal III 2014 yang masih merugi kepada Bursa Efek Indonesia, Garuda masih menyelenggarakan turnamen berskala internasional Garuda Indonesia Tennis Open dan Garuda Indonesia Junior Tennis Master 2014 pada tanggal 20 – 30 Nopember 2014 mendatang, di Hotel Borobudur Jakarta.

"Ketika mengalami kerugian, Garuda Indonesia selalu menyalahkan kondisi eksternal seperti harga avtur, kurs, biaya bandara, dan sebagainya sebagai penyebab kerugian. Namun tidak pernah dibahas kesalahan penggunaan uang di internal yang perlu diperbaiki. Kalau begini terus, saya ragu tahun depan sudah bisa untung lagi," ujar sumber CNN Indonesia yang mengetahui persis pengelolaan uang Garuda, Jumat (12/12).

Beruntung, Direktur Utama Garuda Indonesia yang baru Arif Wibowo mengaku sudah melihat dengan jelas begitu banyaknya pengeluaran-pengeluaran perseroan yang tidak perlu dan tidak memberikan nilai tambah apapun bagi pendapatan Garuda.

"Ada beberapa pengeluaran yang akan dikurangi. Tapi saya belum bisa hitung berapa penghematannya. Saya baru saja ditunjuk jadi Dirut. Satu minggu ke depan, kita akan ketemu lagi dan saya jelaskan semuanya," ujar Arif.

--
--

update banjarnegara



Hujan deras yang terus turun di wilayah Wonosobo, Jawa Tengah, membuat debit Sungai Serayu dan Sungai Mrawu meluap dan masuk ke Waduk Mrica, di Banjarnegara. Untuk mengurangi debit air tersebut, pintu air di Waduk Mrica dibuka yang berimbas pada tergenangnya rumah warga di dua desa di Kecamatan Susukan, Banjarnegara.

"Ada 14 rumah dari 17 kepala keluarga di dua RT yang berada di Grumbul Kalimati, Desa Karangjati saat ini rumahnya terendam dengan ketinggian 50-70 centimeter," kata Kades Karangjati, Kusyati, Kamis (11/12/2014).

Menurut dia, air mulai masuk pemukiman warga yang berada di dekat aliran Sungai Serayu sekitar pukul 14.30 WIB, namun air mulai meninggi pada pukul 16.00 WIB. Warga yang rumahnya terendam saat ini mengungsi kerumah warga di sekitar Grumbul.

"Begitu air meninggi, warga langsung mengemasi barang-barangnya menggunakan perahu karet dan mengungsi ke rumah warga yang tidak terendam," ujarnya.

Menurut kordinatir Pos AJU BPBD Banjarnegara, Andri Sulistyo, selain di Desa Karangjati, luapan sungai Serayu juga merendam Desa Darmajati, Kecamatan Susukan. "Ada 6 rumah yang terendam," ujarnya.

Sementara menurut Manager Humas PT Indonesia Power Unit Bisnis Pembangkit Mrica, Samhudi saat dikonfirmasi mengatakan jika pintu air Waduk Mrica saat ini masih dalam kondisi aman normal. Meskipun akibat curah hujan yang tinggi dari wilayah Wonosobo membuat debit air di waduk Mrica naik sehingga membuat pintu air waduk dibuka dan menyebabkan banjir di dua Desa di Kecamatan Susukan.

"Kondisinya masih aman normal, memang ada kenaikan debit air karena hujan deras di wilayah Wonosobo sehingga pintu air dibuka," kata Samhudi.

Dia mengungkapkan, pintu air Waduk Mrica dilengkapi alat yang akan membuka secara otomatis ketika debit air yang berada di waduk mulai meninggi. Dia juga meminta warga agar tidak panik akibat kabar yang beredar di sosial media jika Waduk Mrica jebol.

"Waduk Mrica dilengkapi alat yang secara otomatis akan membuka saat air meninggi. Warga saya harap tetap tenang karena kondisi waduk saat ini masih aman normal," jelasnya.

Sedangkan menurut anggota Dewan Sumber Daya Air Jawa Tengah, Eddy Wahono mengatakan jika ketinggian elevasi air Serayu di Waduk Mrica mengalami peningkatan elevasi hingga 2 meter dari kondisi normal.

''Informasinya, pihak PT Indonesia Power pengendali waduk Mirca sudah membuka semua pintu air yang jumlahnya ada 4 pintu air. Hal ini menyebabkan adanya gelontoran air dari Serayu sebanyak 1.600 meter kubik per detik,'' jelasnya.

Terkait pembukaan seluruh pintu air Waduk Mrica dan juga pasokan air dari Sungai Klawing dan Sungai Sapi dari hulu di Purbalingga yang juga mengalami peningkatan debit, maka daerah di sekitar DAS dan jembatan Serayu di wilayah DAS Serayu wilayah Banjarnegara, DAS Serayu wilayah Purbalingga, dan DAS Serayu wilayah Kabupaten Banyumas ditetapkan dalam status bahaya Siaga I.

''Kita sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait di tiga kabupaten tersebut untuk bersama-sama meningkatkan kewaspadaan,'' ujarnya.

Dia menyebutkan, limpahan air Sungai Serayu dari Waduk Mrica kemungkinan akan masuk wilayah Kabupaten Banyumas pada pukul 21.00 WIB. Terkait kondisi ini, hal-hal yang perlu diwaspadai adalah kondisi-kondisi jembatan yang membentang di atas Sungai Serayu dan juga kondisi di Bendung Gerak Serayu Desa Tambaknegara, Kecamatan Rawalo, Kabupaten Banyumas.

cerita mobil




Cerita mobil Sultan HB X menepi, persilakan rombongan Jokowi

Merdeka.com – 8 jam yang lalu
MERDEKA.COM. Sultan Hamengkubuwono X jadi bahan obrolan di media sosial lantaran sikapnya yang dianggap memberi keteladanan. Saat di jalan raya, Sultan menolak kawalan voorijder, dan memilih berhenti, mempersilakan rombongan Presiden Jokowi yang kebetulan sedang berada di Yogyakarta untuk lewat.

Kisah Sultan HB X ini diungkapkan oleh pemilik akun Facebook, Hartady Nugroho, Rabu (10/12) kemarin.

"Hari ini di Jalan Kusumanegaran, Sri Sultan yang sedang berada dalam perjalanan di dalam dengan mobil dinasnya, Plat Merah AB 1. Kendaraan beliau disuruh minggir pengendara moge pembuka jalan bagi rombongan presiden Jokowi," tulis Hartady.

"Saat menyadari bahwa mobil yang disuruh menepi itu adalah raja Jogja, Sang pengawal presiden itu meminta beliau untuk ikut rombongan presiden saja agar lebih cepat sampai tujuan. Tapi ternyata ditolak sob."

Sri Sultan dan Sopirnya, lanjut Hartady, memilih untuk menunggu berhenti di tepi jalan, menyilakan rombongan presiden lewat. Dan setelah usai, Sultan kemudian melanjutkan perjalanan seperti pengguna jalan lainnya.

Dia menambahkan, mobil dinas AB 1 itu pun berjalan lagi seperti layaknya pengguna jalan lainnya, tidak meminta untuk diutamakan. 

"Salut dengan pejabat macam beliau. Tidak perlu pencitraan atau mengundang wartawan untuk meliput, biarlah rakyat sendiri yang menilai.
Semoga panjang umur Sri Sultan. Jogja Istimewa selalu," tutupnya.
Baca Berita Selanjutnya: