4.25.2015

Mara a sompah pocong bik engkok


From: A.Syauqi Yahya


Kamis, 23/04/2015 16:28 WIB

Divonis Bersalah, Nenek Asyani Tantang Majelis Hakim Sumpah Pocong

http://m.detik.com/news/read/2015/04/23/162800/2896358/10/divonis-bersalah-nenek-asyani-tantang-majelis-hakim-sumpah-pocong

Ghazali Dasuqi - detikNews
Nenek Asyani seusai divonis bersalah dalam sidang. (Ghazali Dasuqi/detikcom)
Situbondo - Nenek Asyani divonis bersalah oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Situbondo, Kamis (23/4/2015). Nenek 63 tahun asal Dusun Krastan Desa/Kecamatan Jatibanteng, Situbondo itu, pun dijatuhi hukuman.

Majelis hakim yang dipimpin Kadek Dedy Arcana memvonis nenek Asyani dengan hukuman 1 tahun penjara dengan masa percobaan 1 tahun dan 3 bulan. Selain itu, dia juga dikenakan denda Rp 500 juta subsider 1 hari kurungan. Hakim juga memerintahkan agar barang bukti mobil pick up L-300 dikembalikan kepada saksi Abdussalam, serta 38 sirap kayu jati dirampas untuk negara.

"Berdasarkan fakta persidangan, terdakwa Asyani telah terbukti secara sah dan meyakinkan, telah melakukan perbuatan pidana sebagaimana diatur dalam Pasal 12 huruf (d) juncto Pasal 83 Ayat (1) UU Nomor 18 Tahun 2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Perusakan Hutan," kata Kadek Dedy Arcana dalam putusannya.

Vonis hakim tersebut lebih ringan dibanding tuntutan jaksa, yang menuntut nenek Asyani dihukum penjara selama 1 tahun dengan masa percobaan 18 bulan, serta denda Rp 500 juta subsider 1 hari kurungan.

Meski tidak harus kembali ke penjara, namun vonis bersalah membuat nenek Asyani kembali histeris. Saat majelis hakim mengetuk palu tanda berakhirnya persidangan, janda dari almarhum Nukdin itu tetap tidak beranjak dari kursi pesakitan. Dia bahkan meneriaki majelis hakim yang mulai meninggalkan ruangan sidang, dan menantangnya untuk sumpah pocong.

"Abbeh mak nyingla, mara tojuk Pak Hakim. Berarti hakim tak parcaje jhek engkok tak ngecok. Mara a sompah pocong bik engkok. (Lho kok keluar, ayo duduk Pak Hakim. Berarti hakim tidak percaya kalau saya tidak mencuri. Ayo sumpah pocong saja sama saya, red)," teriak nenek Asyani.

Hingga dibawa keluar dari ruang sidang, Nenek Asyani tetap histeris dan mengecam vonis yang telah dijatuhkan majelis hakim. Vonis bersalah itu juga membuat salah satu anak Nenek Asyani, Mistiana, tiba-tiba jatuh pingsan di depan ruang sidang.

(bdh/rul)

Ahok: Kamu Pilih Pemimpin yang Apa Adanya atau yang Suka "Nutup-nutupin" Sesuatu tetapi Manis di Depan?


From: <suhardono@gmail.com>





Sabtu, 25 April 2015 | 15:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama menganggap pemimpin yang baik adalah yang apa adanya menampilkan kepribadian dirinya, seperti Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Dia sendiri juga merasa sudah berusaha untuk menjadi diri dia yang apa adanya, tetapi kenyataannya masih banyak orang yang tidak bisa menerima sikap keras dan terus terangnya tersebut.

"Zaman kita lucu, kita ngomong bener tapi disalahin, ngomong di depan eh dimaki-maki. Masyarakat kita sebenarnya siap enggak sih untuk sama-sama berbuat benar?" kata Basuki, Sabtu (25/4/2015).

Basuki melihat bahwa masyarakat DKI masih banyak yang belum bisa menerima kata-kata"pedas" dari dirinya. Masyarakat dilihat lebih suka menerima ucapan yang manis-manis tetapi kenyataannya ucapan manis tersebut tidak bermanfaat sama sekali bagi kehidupan masyarakat.

Terkait dengan bersikap dan berbicara manis, Basuki juga menceritakan pengalamannya saat dia akan maju menjadi calon gubernur di Bangka Belitung, beberapa tahun silam. Saat itu, Basuki pernah ditawari seseorang bahwa jika dia masuk ke Islam atau menjadi seorang mualaf, kemungkinan dia terpilih sebagai gubernur bisa mencapai 80 persen. Namun, tawaran itu dia tolak.

."Kalau cuma karena itu saya jadi mualaf, ya enggak bisa. Saya bilang saya enggak ada hidayah, kalau jadi mualaf nanti munafik namanya. Kalau begitu, daripada beragama tapi munafik, mending saya kafir sekalian," kata Basuki.

Basuki sendiri mengaku pernah sekolah di sekolah Islam dan sedikit banyak tahu tentang Islam. Dia pun mencontohkan seharusnya orang Islam adalah seperti Gus Dur, yang berani mengutamakan kebenaran dan tidak malu mengungkapkan siapa dirinya. Selain itu, sikap Gus Dur yang toleran terhadap orang yang berbeda dengannya juga dianggap menjadi salahsatu contoh sikap yang baik.

Penulis: Andri Donnal Putera
Editor: Fidel Ali Permana

Kasihan petani...



From: <suhardono@gmail.com>



Sabtu, 25/04/2015 15:52 WIB

Temuan Sidak Mentan ke Yogya: Gabah Petani Rp 3.500/Kg, Beras di Pasar Rp 11.000/Kg

Dana Aditiasari- detikFinance

Jakarta - Jumat kemarin, Menteri Pertanian Amran Sulaiman melakukan kunjungan mendadak ke petani di wilayah Yogyakarta. Amran menemukan masih banyaknya gabah petani yang dibeli dengan harga rendah di bawah

Harga Pembelian Pemerintah (HPP) sebesar Rp 3.700/kg."Ternyata harga di sini masih rendah, masih di bawah HPP yang telah ditentukan. Ini tidak boleh dibiarkan, kita akan bertindak cepat agar Bulog segera menyerap gabah petani ini mulai dari penggilngan kecil dengan harga yang menguntungkan petani," ujar Amran, usai mengunjungi penggilingan padi Ngudi Makmur diGangsiran Madurejo, Prambanan, Sleman dan penggilingan padi di Bowan Delanggu, Klaten, Jumat (24/4/2015).

Pada kunjungan itu, Amran berdialog dengan salah satu petani di lokasi penggilingan. Amran mendapat keluhan terkait rendahnya Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah di kalangan petani, yang tidak sebanding dengan tingginya harga beras di pasaran. Menurut Amran, itu terjadi disebabkan terlalu panjangnya jalur distribusi dari petani ke masyarakat.

Harga gabah di tingkat petani di Prambanan di kisaran Rp3.300-Rp3.500 per kilogram (kg). Sementara harga beras di kisaran Rp 6.000, masih jauh dari harga pasaran di kota besar yang berkisar Rp10.000-Rp11.000 per kg."Anggap (harga di petani) Rp 6.000, di kota Rp 10.000 sampai Rp 11.000, dan Rp 4.000 sendiri dinikmati tengkulak. Hampir 80% mereka (tengkulak) dapat, tapi petani kita yang sehari-hari kepanasan cuma dapat 10-20%. Untuk memutus siklus ini, Bulog harus ambil peran agarmata rantainya tidak terlalu panjang," jelaasnya.Amran berharap, Bulog bergerak cepat menyeraphasil petani, agar petani tidak harus berurusan dengan tengkulak dan pemodal yang bisa merugikan mereka. Karenanya, Amran akan terusmendorong Bulog lebih kreatif menyerap gabah masyarakat, di antaranya dengan menurunkan jaringan semut dan terjun langsung ke petani dan penggilingan beras rakyat

Saat ini Bulog baru mampu menyerap gabah daripetani di kisaran 300 ribu ton, masih jauh dari yang diarahkan Presiden Jokowi yaitu sebanyak 4 juta ton.

Jangan Taruh Kendaraan di Bawah Pohon !!!!


From: A.Syauqi Yahya 


Sejak kemarin di Kakarta memang anginnya serimg kencang sekali !

Sabtu, 25/04/2015 13:20 WIB

Jakarta Rawan Angin Kencang, Ahok: Jangan Taruh Kendaraan di Bawah Pohon

http://m.detik.com/news/read/2015/04/25/132056/2897984/10/jakarta-rawan-angin-kencang-ahok-jangan-taruh-kendaraan-di-bawah-pohon

Aditya Fajar Indrawan - detikNews

Jakarta - Beberapa hari ini wilayah Jakarta sedang rawan terjadi angin kencang sebagai salah satu dampak masa pancaroba. Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama (Ahok) pun mengimbau agar warga tidak meletakkan kendaraan di bawah pohon besar.

"Ya taruh-taruh kendaraan jangan di bawah pohon-pohon atau baliho-baliho besar yang terlihat rapuh," kata Ahok usai meresmikan patung Gus Dur semasa kecil di Taman Amir Hamzah, Matraman, Jakarta Pusat, Sabtu (25/4/2015).

Ahok pun memerintahkan jajarannya untuk mengecek pohon-pohon di jalan. Hal tersebut untuk mengantisipasi pohon roboh dan akan menyebabkan jatuhnya korban.

"Kita sedang mengecek pohon-pohon tua yang ada di jalan supaya nggak roboh. Nantinya kita lakukan penggantian pohon-yang yang sudah tua untuk diremajakan kembali," tutur mantan Bupati Belitung Timur itu.

Sebelumnya BMKG telah meminta agar warga waspada selama 3 hari ke depan. Pasalnya angin kencang masih akan melanda wilayah Jakarta dan sekitarnya.

"Potensi (angin kencang) di Jabodetabek juga masih ada untuk 3 hari ke depan. Khususnya Jaksel, Depok, Bogor, potensi sangat tinggi," ungkap Kepala Bidang Cuaca Ekstrem BMKG Kukuh Rubidianto saat dihubungi, Sabtu (25/4).

(ear/dha)

Beda Nasib


From: A.Syauqi Yahya


JUM'AT, 24 APRIL 2015 | 12:29 WIB

Beda Nasib Warga Jakarta dan Bandung Soal KAA

http://www.tempo.co/read/news/2015/04/24/078660546/Beda-Nasib-Warga-Jakarta-dan-Bandung-Soal-KAA

Para pelajar menyambut kedatangan kepala negara dan delegasi asing peserta Peringatan Konferensi Asia Afrika (KAA) ke-60 di Bandung, 24 April 2015. Ribuan warga masyarakat dan pelajar antusias menyambut para tamu negara sejak lepas Bandara Husein Sastranegara menuju Gedung Merdeka. TEMPO/Prima Mulia

TEMPO.CO, Jakarta - Selama lima hari pelaksanaan Konferensi Asia-Afrika di Jakarta, sejumlah karyawan yang bekerja di kawasan Sudirman terimbas penutupan dan pengalihan arus kendaraan.

Hampir setiap hari ratusan karyawan di daerah tersebut harus berjalan kaki menuju tempat kerja karena tak ada angkutan umum yang melintas. Sejumlah netizen Jakarta juga mengungkapkan rasa kesal dan marah mereka melalui pelbagai media sosial.

Kemacetan panjang terjadi pada pagi dan malam saat sejumlah delegasi peserta KAA melintas menuju Jakarta Convention Center dan Bandung. "Saya sih tak apa-apa," kata karyawan Bank Rakyat Indonesia di Semanggi, Jakarta, Nur Hidayat, yang berjalan kaki dari Stasiun Sudirman, Jumat, 24 April 2015.

Situasi berbeda dialami karyawan Bank Negara Indonesia (BNI) di Braga, Bandung, Dini Luthfiany Harits. Dia justru menikmati penyelenggaraan 60 tahun KAA. Wali Kota Bandung Ridwan Kamil mengeluarkan imbauan kepada pemerintah daerah, swasta, sekolah, dan universitas untuk libur pada hari ini. Terutama yang berlokasi di pusat kota.

BNI dan sejumlah bank lainnya, kata Dini, tetap beroperasi meski sepi nasabah. Alasannya, bank harus tetap buka jika Bank Indonesia tetap beraktivitas. Toh, kenyataannya, para pekerja di bilangan Braga tersebut justru ke luar kantor dan menikmati perayaan KAA. "Banyak yang foto-foto dan duduk-duduk menunggu delegasi KAA lewat," ujarnya.

Berbeda dengan Jakarta, Bandung memang berbenah dan mempercantik diri jelang perhelatan KAA. Pemerintah daerah merapikan sejumlah jalan utama Bandung yang biasanya kotor dan padat.

Imbauan libur dikeluarkan untuk mengurangi volume kendaraan dan angkutan umum. "Tadi saya berangkat jalanan sangat sepi. Yang datang ke Braga juga relatif orang-orang yang kerja di sekitar sini saja," ucap Dini.

Seperti Nur, Dini toh juga harus berjalan kaki menuju tempat kerja karena penutupan jalan demi kepentingan KAA. Namun Dini justru menikmati karena jalanan yang ditempuhnya berdekorasi indah. "Kami senang dengan KAA karena Bandung jadi cantik, indah, dan rapi. Jadi masyarakat Bandung senang-senang saja mayoritas," tuturnya.

FRANSISCO ROSARIANS

4.19.2015

tetap dilanjutkan


From: Suhardono 


Jakarta - Abraham Samad dan Bambang Widjojanto diberhentikan sementara dari posisi pimpinan KPK karena ditetapkan sebagai tersangka oleh kepolisian. Jenderal Badrodin Haiti, Kapolri yang baru saja dilantik, menyatakan kasus Samad dan BW tetap dilanjutkan.

"Ya tetap lanjut," ujar Jenderal Badrodin usai pelantikannya di Istana Negara, Jl Medan Merdeka Utara, Jumat (17/4/2015).

BW menjadi tersangka kasus pengarahan pemberian keterangan palsu dalam sidang MK pada 2010. Sedangkan Samad dijerat dengan kasus pemalsuan dokumen pada 2007.

Karena status tersangka itu, Presiden Joko Widodo memberhentikan keduanya, sesuai dengan UU 30 Tahun 2002 Tentang KPK yang menyebutkan pimpinan yang menjadi tersangka harus diberhentikan.

Badrodin mengatakan tidak ada alasan bagi Polri untuk menghentikan penyidikan Samad dan BW. "Kan kesepakatannya tetap dilanjutkan waktu itu," ujar Badrodin.

Penyidikan Hampir Selesai

Sementara itu, Kabareskrim Komjen Budi Waseso mengatakan proses penyidikan Samad dan BW sudah hampir selesai. "‎Lanjut, dalam waktu dekat kita tindaklanjuti. Sudah hampir selesai," ujar Kabareskrim Komjen Budi Waseso

Buwas mengatakan hingga saat ini belum ada jadwal pemanggilan untuk Samad dan BW‎. Namun jika diperlukan mereka akan dipanggil kembali. Sejumlah saksi juga sudah dipanggil.

"Kalau diperlukan untuk tambahan keterangan," imbuhnya.

‎Buwas memastikan proses hukum terus berlanjut hingga dilimpahkan berkasnya ke Kejaksaan Agung. "Iya dong, penegakan hukum pasti dilimpahkan ke kejaksaan," tuturnya.

Donge ra perlu nyindir lah...


From: <suhardono@gmail.com>




SURABAYA, KOMPAS.com- Presiden Joko Widodo menyindir pemerintahan sebelumnya yang dianggap takut kehilangan popularitas, dengan tidak segera mengalihkan subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke subsidi yang lebih bersifat produktif.

Pernyataan itu disampaikan Presiden Jokowi di hadapan sekitar 2.000 anggota Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang sedang merayakan Hari Lahir ke-55 dan Muktamar Pergerakan di Masjid Nasional Al-Akbar Kota Surabaya, Jawa Timur, Jumat (17/4/2015) malam.

Pada kesempatan itu, Presiden menyampaikan tekadnya yang meski sulit tapi terus dilaksanakan, yakni dalam hal pengalihan subsidi BBM. Ia mengatakan, pemerintahannya mengalihkan subsidi BBM senilai Rp 300 triliun per tahun yang konsumtif ke subsidi yang produktif.

Jokowi mencontohkan, untuk membangun jalur kereta api dari Aceh sampai Papua hanya perlu Rp 360 triliun. Tapi sampai saat ini Indonesia tidak bisa membangunnya karena dana justru banyak dihabiskan untuk subsidi BBM."Kenapa yang dulu-dulu tidak berani melakukan ini, karena masalah popularitas," kata Jokowi.Ia mengaku sudah banyak diingatkan jika menerapkan kebijakan pengalihan subsidi BBM dari konsumtif ke produktif maka popularitasnya akan jatuh. "Tapi, saya sampaikan bahwa itu risiko sebuah keputusan," katanya.

Apalagi, ia menyadari Indonesia sedang dalam kondisi ekonomi yang sulit akibat tekanan ekonomi global. Meski demikian, Presiden menegaskan hal itu tetap perlu dilakukan untuk membuat subsidi yang diberikan kepada rakyat tepat sasaran."Karena Rp 300 triliun setiap tahun subsidi BBM yang menikmati adalah mereka yang punya mobil. Subsidi ini apa tidak terbalik. Inilah prosesuntuk tepat sasaran," ujarnya

Editor: Bayu Galih
Sumber:Antara