5.30.2014

ketika partai 'Menumpang' Para Pemudik


From: Endah Martiningrum


TEMPO.CO, Jakarta--Sejumlah
partai politik menggelar mudik
bersama dari Jakarta ke sejumlah
lokasi. Pengamat politik
Universitas Indonesia Andrinof
Chaniago mengatakan partai
politik yang menggelar mudik
gratis seharusnya tidak
memanfaatkan kegiatannya
sebagai upaya politisasi.
Andrinof mengatakan seharusnya
pemberian atribut cukup pada
kendaraan bus pengangkut jika
ingin menunjukkan penyelenggara
kegiatan mudik gratis tersebut.
"Menjadi tidak wajar ketika
menyeragamkan peserta mudik
dengan kaos bergambar tokoh
partai," ujar Andrinof ketika
dihubungi Tempo, Sabtu 3
Agustus 2013.
Sabtu, 3 Agustus 2013, Partai
Golkar memberangkatkan 1.947
pemudik secara gratis ke 18 kota
di Jawa Barat, Tengah dan Timur.
Sebanyak 33 bus disediakan untuk
mengangkut penumpang
bertuliskan "Mudik Gratis Partai
Golkar, ARB Presidenku".
Pemudik diberikan kaos
bergambar Aburizal Bakrie Ketua
Umum Partai Golkar yang
mencalonkan sebagai Presiden
pada pemilihan umum 2014.
Susanti, 40 tahun, mengatakan
senang dengan program mudik
gratis ini. Ia spontan tepuk tangan
ketika Ical mengangkat bendera
kuning tanda melepas pemudik
gratis.
Tak hanya Golkar, Partai Amanat
Nasional juga 'menumpangi'
pemudik. Ketua Umum PAN Hatta
Rajasa melepas keberangkatan
12.548 peserta mudik gratis
dengan 248 bus eksekutif, Sabtu 3
Agustus 2013. Jumlah ini memang
lebih sedikit dari pada jumlah yang
tercatat di panitia yaitu 13.548
peserta dengan 225 armada bus.
Panitia sendiri mencatat, 50
persen peserta tahun ini adalah
peserta mudik gratis tahun-tahun
sebelumnya. PAN pertama kali
menggelar mudik gratis pada
2011 dengan 5.000 peserta dan
2012 sebanyak 10.250 peserta.
MAYA NAWANGWULAN | WAYAN
AGUS PURNOMO | FRANSISCO
ROSARIANS


--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar