5.29.2015

Peneliti LIPI: Masyarakat Ragu Atas Sikap Jokowi ke KPK ...salam gigit jariiiiii........lageeee.2.......


From: 'agung widhiantoro'

Jakarta - Pakar politik dari LIPI Siti Zuhro mengkritik pemerintahan Jokowi-JK yang telah berjalan 7 bulan. Dengan melihat politik Jokowi terhadap dinamika hukum di Indonesia, salah satunya adalah polemik yang terus menerus dihadapi KPK.

Menurut Zuhro, Jokowi bukan pemimpin yang kontra KPK. Namun hal-hal yang terjadi dalam 7 bulan terhadap KPK sejak kepemimpinan Jokowi ‎memunculkan kepercayaan publik yang menurun.

"Bukan tidak pro KPK tapi masyarakat jadi ragu melihat keberpihakan Pak Jokowi terhadap pemberantasan korupsi. Itu jadi kurang riil, kurang konkret," kata Zuhro di Kemayoran, Jakarta Pusat, Rabu (27/5/2015).

Dalam kritiknya, Zuhro menilai Jokowi belum menunjukan ketegasannya terhadap persoalan hukum yang terus memasuki babak baru. Dalam kacamata politik, peristiwa hukum tersebut membuat masyarakat sadar hukum di Indonesia perlu perhatian pemerintah.

"Kita sadar negara ini menghadapi hukum yang harus ditingkatkan, itu saya kira harapan publik yang sudah diadopsi Pak Jokowi. Nah, ternyata kok itu betul-betul seperti musibah, ada konflik antar lembaga penegak hukum berkepanjangan. Nah di situ tergerus public trust," ujar Zuhro.

"Seiring dengan itu, pertumbuhan ekonomi melemah, harga pada naik dan masyarakat yang tidak beruntung semakin tertekan," tambahnya.

--

5.24.2015

Wanita



From: A.Syauqi Yahya 


Wanita

http://www.tempo.co/read/carianginKT/2015/05/24/1752/wanita

MINGGU, 24 MEI 2015 | 00:50 WIB

Putu Setia

Karena tak memberi tahu akan berkunjung, rumah Romo Imam tertutup ketika saya datang. Tapi jendelanya terbuka lalu saya tekan bel karena yakin ada orang di dalam rumah. Benar saja, istri Romo Imam membukakan pintu. Melihat saya datang, Ibu Imam bernyanyi: "Wanita dijajah pria sejak dulu...."
"Kelihatan ibu gembira sekali, Romo ada?" tanya saya. Ibu Imam langsung nyerocos: "Betul kan, yang ditanya Romo. Ibu ini seperti tidak pernah ada, padahal sampeyan berkali-kali ke sini. Para lelaki selalu meremehkan keberadaan wanita."
Ibu Imam mengucapkan kata itu dengan nada canda. Saya pun ikut bercanda. "Ibu, sekarang Pak Jokowi telah mendudukkan wanita dengan cara terhormat, panitia seleksi pimpinan KPK semuanya wanita," kata saya.
"Tapi kalian para lelaki ribut kan?" sahut Ibu Imam dengan cepat. "Ada yang menyebut pilihan Jokowi ini sensasional. Ada yang menyebut panitia seleksi jadi cacat dan tidak sempurna, karena tak ada lelaki sebagai penyeimbang. Bahkan ada yang menyebut ini tanda-tanda kiamat. Ealah... dulu panitia seleksi semuanya lelaki, kok tidak ada yang ribut? Kalian juga tak menyebut-nyebut perlu wanita untuk penyeimbang agar ada kesempurnaan. Semesta ini bukan hanya milik lelaki, pertiwi itu disebut Ibu, tak ada menyebut Bapak Pertiwi."
Wah, tumben istri Romo bersemangat. "Kartini memperjuangkan emansipasi wanita karena berharap ada kesejajaran gender," kata Ibu Imam lagi. "Tetapi kalian para lelaki mengaburkan perjuangan itu dengan simbol wanita kemayu nan cantik khas bangsawan. Setiap Hari Kartini kalian meminta kami para wanita mengenakan kebaya. Sopir taksi pakai kebaya, murid-murid wanita dari TK sampai SMA berkebaya, karyawan bank pakai kebaya. Dan kalian senang melihatnya lalu kalian bilang semangat Kartini harus diwarisi wanita Indonesia. Pas ada panitia seleksi yang semuanya wanita, kalian ribut. Apa ke sembilan wanita itu harus mengenakan kebaya?"
Saya coba menanggapi. "Ibu, mungkin bukan soal kebaya atau mewarisi semangat Kartini. Tapi soal pengalaman dalam memilih calon pimpinan KPK. Ke sembilan wanita itu dianggap tak tahu bagaimana kerja pimpinan KPK. Mereka selama ini berada di luar ingar-bingar pemberantasan korupsi, bagaimana mereka bisa memilih pimpinan yang akan memberantas korupsi. Mungkin pula mereka tak pernah datang ke kantor KPK...."
"Justru karena itu Jokowi memilihnya," Ibu Imam memotong ucapan saya. "Mereka jadi steril dari kepentingan berbagai pihak. Mereka jadi independen tak mudah diintervensi partai politik karena mereka dikenal jauh dari dunia politik. Mereka tak terlibat dalam kontroversi heboh KPK selama ini. Sampeyan harus tahu, kecenderungan sekarang peminat orang menjadi pimpinan KPK menyusut. Mereka pada takut karena jabatan sebagai pimpinan KPK banyak risikonya dan mudah dikriminalisasi. Mereka juga takut kalau setelah menjabat akan mendapatkan berbagai tekanan, baik dari partai politik maupun dari pemerintah, karena merasa dipilih oleh orang-orang yang sesungguhnya juga tak netral. Apalagi pada saat akhir keputusan itu ada di parlemen, lembaga politik yang selama ini juga dianggap korup. Jadi, ya, siapa tahu kesembilan wanita hebat ini bisa menjaring peminat lebih banyak atau malah menjemput bola dan meyakinkan calon bahwa mereka benar-benar netral."
"Kalau begitu kita tunggu hasilnya," kata saya. Ibu Imam menyambung: "Ya kita lihat hasil akhirnya siapa pimpinan KPK terpilih, baru kita komentari. Ini baru panitia seleksi saja ributnya kayak mau kiamat."

--

5.23.2015

JAMAN EDAN !!!


From: A.Syauqi Yahya


Minggu, 17/05/2015 10:18 WIB

Sadriyansyah Perkosa Anak Kandung Berkali-kali di Depan Istrinya

http://m.detik.com/news/read/2015/05/17/101433/2916605/10/sadriyansyah-perkosa-anak-kandung-berkali-kali-di-depan-istrinya

Herianto Batubara - detikNews

Bapak Bunuh Empat Anak Kandung, Satu Diperkosa

http://m.news.viva.co.id/news/read/626626-bapak-bunuh-empat-anak-kandung--satu-diperkosa

Nila Chrisna Yulika

Minggu, 17 Mei 2015, 11:36 WIB

Budi Waseso Sindir Soal Kinerja KPK


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Harapanku KPK berani membersihkan POLRI....gak usah takut ada balas dendam.....he x 3 /kung

Pansel Terbentuk, Budi Waseso Sindir Soal Kinerja KPK

http://m.news.viva.co.id/news/read/629399-pansel-terbentuk--budi-waseso-sindir-soal-kinerja-kpk

Harry Siswoyo, Bayu Nugraha

Sabtu, 23 Mei 2015, 17:47 WIB



VIVA.co.id - Presiden Joko Widodo resmi menunjuk sembilan perempuan sebagai Pantia Seleksi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2015-2019. Banyak harapan dari tim ini untuk KPK ke depan.

Salah satunya dilontarkan Kepala badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Budi Waseso. Ia berharap, dengan terbentuknya pansel KPK, ke depan pimpinan KPK lebih profesional.

"Harapannya pimpinan KPK kelak nanti harus profesional dan berpegang pada undang-undang aturan kalau mau menangkap seseorang," ujarnya usai menghadiri acara peletakan batu pertama pembangunan Gedung "Indonesia Satu" di Jalan MH Thamrin Jakarta, Sabtu, 23 Mei 2015.



ICW Ingatkan Pansel KPK Waspada Intervensi

Mengenai kerja sama dengan KPK setelah terpilihnya pimpinan KPK yang baru, Budi mengatakan dia dan Bareskrim Polri selalu siap bekerjasama dengan pihak penegak hukum manapun.

"Siaplah, pasti penegak hukum harus siap bekerjasama."

(mus)

Iseng atau Teror ?


From: <syauqiyahya@gmail.com>



http://m.tempo.co/read/news/2015/05/23/089668699/aneh-bahan-beras-plastik-justru-mahal-iseng-atau-teror

Muslim Rohingya,


From: A.Syauqi Yahya 


Muslim Rohingya, Dari Diusir hingga Jadi Budak di Thailand

http://m.republika.co.id/berita/internasional/global/15/05/17/nohqvz-muslim-rohingya-dari-diusir-hingga-jadi-budak-di-thailand

17 May 2015 18:07 WIB

Para perempuan pengungsi Muslim Rohingya.
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR - Tidak ada manusia di dunia ini lahir untuk dianiaya, dipukuli, disiksa, ditangkap dan dijual sebagai budak. Namun, kehidupan sulit itulah yang harus dihadapi oleh seorang Rohingya.

"Kami memiliki hak juga. Kami adalah manusia dan kami hanya ingin hidup. Mengapa semua orang menendang kami? jangan perlakukan kami seperti itu," ungkap Din  salah salah seorang Rohingya yang telah tinggal di Malaysia selama 24 tahun.

Pria berusia 45 tahun itu  menuturkan kisahnya selama menjadi budak Rohingya di Thailand. Ia datang pertama kali ke Thailand pada tahun 1991 setelah meninggalkan kampung halamannya di Sittwe, negara bagian Rakhine, Myanmar.

Tidak ada pilihan lain selain meninggalkan negaranya karena konflik agama serta penindasan di sana. Bahkan aksi tersebut semakin memburuk pada tahun 2012 setelah kerusuhan Muslim-Buddha. "Kami tidak memiliki sarana untuk melanjutkan pendidikan.  Kami juga tidak dapat bekerja," ujarnya.

Bahkan, sambung Din, pemerintah Myanmar tidak mau menerimanya kembali ke negaranya. Pemerintah Myanmar menolak untuk menerima Rohingya sebagai warga negara dan menganggap mereka imigran ilegal dari negara tetangga Bangladesh.

Sehingga tidak ada pilihan lain untuk mencari negara lain yang mau menerimanya. Nahasnya selama di Thailand ia justru diperlakukan sebagai budak. Tak tahan dengan perlakuan itu, ia seringkali mencoba untuk melarikan diri.

Bahkan, dengan aksi melarikan dirinya itu membuatnya enam kali merasakan hidup di balik jeruji besi di Malaysia, ia pun seringkali dikirim kembali ke Thailand. "Pada tahun 1995, saya ditahan dan dikirim kembali ke Thailand setelah beberapa bulan," jelasnya.

Namun, bukannya kebebasan yang ia dapatkan, ia justru kembali dijual menjadi budak kepada kelompok nelayan. Selama dua tahun ia mengabdi kepada para nelayan dan merupakan tahun terburuk dalam hidupnya. "Jangan tanya saya tentang mereka. Saya bisa gila bila mengingat waktu itu," katanya.

Ia pun bisa meloloskan diri dari cengkraman para nelayan dengan bantuan seorang wanita yang membantunya untuk bisa ke halte bus dan melakukan perjalanan ke Malaysia melalui jalur darat.

Saat ini, ia tinggal di Malaysia bersama istrinya, seorang perempuan Rohingya dan bayi mereka yang masih berusia tujuh bulan.  Din pun sudah lancar berkomunikasi menggunakan bahasa melayu.

Pada tahun 2004 , Din mendapatkan kartu dari Komisi Tinggi PBB-nya untuk Pengungsi (UNHCR) , dengan kartu tersebut,  sekarang ia bekerja sebagai pekerja sebuah lokasi konstruksi di Malaysia.

Din juga aktif berperan di pusat penahanan dengan organisasi non-pemerintah Kampanye Berhenti Melakukan Perdagangan Manusia di Penang.

Kelompok ini juga memberikan pasokan makanan untuk 1.158 Rohingya dan Bangladesh yang ditahan di Langkawai baru. Namun mereka tidak diizinkan oleh pemerintah.

Din berharap PBB dapat mengirimkan pasukan penjaga perdamaian ke Myanmar untuk mengatasi situasi konflik agama yang terus bergojalak.

Red: Joko Sadewo
Rep: c07

Berita Terkait

Bangladesh Siap Pulangkan Warganya dari Aceh
Aksi Kampanye Peduli Pengungsi Muslim Rohingya
Kamboja Belum Putuskan Terima Pengungsi Tujuan Australia
Ini Alasan Pengungsi Rohingya Menolak Dipulangkan
Menlu Tiga Negara akan Bahas Nasib Pengungsi Rohingya

Menggugat Istilah 'Beras Plastik'/Pendapat Ahli


From: A.Syauqi Yahya

Jumat, 22/05/2015 16:44 WIB

Menggugat Istilah 'Beras Plastik'

http://m.detik.com/news/read/2015/05/22/164436/2922479/10/1/menggugat-istilah-beras-plastik

Rachmadin Ismail - detikNews

FOKUS BERITA
Waspada Beras Plastik
Jakarta - Pakar polimer dari Universitas Indonesia Dr Asmuwahyo Saptorahardjo memiliki pandangan soal fenomena beras campur plastik yang beredar di masyarakat. Dia meluruskan sejumlah hal yang bisa disalahtafsirkan oleh publik, termasuk soal istilah beras plastik.

Asmuwahyo memulai dengan penjelasan soal plastik. Menurutnya, kecil kemungkinan ada beras yang bisa terbuat dari plastik. Sebab sifat air sangat hidrofobik, artinya antiair. Jadi, tidak mungkin ada beras plastik yang bisa mengembang di dalam air.

Menurutnya hanya ada dua jenis plastik yang bisa larut dalam air. Namun itu harganya sangat mahal. Tidak mungkin bisa menjadi bahan baku untuk sebuah produk yang bisa beredar di masyarakat.

Pria yang pernah menjabat sebagai Ketua Departemen Kimia FMIPA UI periode 1992 – 1995 ini menduga, yang ditemukan laboratorium Sucofindo adalah sejenis plasticizer. Secara gampang, Asmuwahyo mengilustrasikan plasticizer sebagai alat perekat atau pembentuk. Misalnya air dan telur dalam sebuah adonan kue untuk membentuk terigu agar mudah dibuat sesuai kebutuhan.

"Jadi misalkan ada bahan baku semacam karbohidrat kaya tepung atau aci lalu melalui proses extruder (alat pembuat benda dengan penampang tetap), lalu ada plastisizer untuk membentuknya. Kalau itu mungkin terjadi," jelasnya saat berbincang dengan detikcom, Jumat (22/5/2015).

Asmuwahyo melihat dari pernyataan pihak Sucofindo tidak pernah ada kesimpulan plastik di dalam beras. Yang ada, temuan ditemukan positif kandungan senyawa Polyvinyl Chloride, yang kerap ditemukan dalam pipa. Tapi, bagi Asmuwahyo, penelitian itu masih dalam konteks positif atau negatif saja, belum sampai jumlah kadar senyawa Polyvinyl Chloride di dalamnya. (Pihak Sucofindo menyebutkan ada 6,76% campuran klorida dalam sampel 250 gram beras).

Dengan alat yang digunakan Sucofindo (screening spectrum infrared), yang disebut Asmuwahyo sangat sensitif, maka senyawa itu bisa berasal dari mana saja. Artinya, bisa saja terkontaminasi dari benda-benda lain dari luar.

Sekadar informasi, para penjual beras kadang menggunakan pipa paralon untuk 'meratakan' takaran literan beras. "Bisa saja jumlah kontaminasinya sedikit dan dari mana saja," terangnya. 

Plastisizer, kata pria yang pernah melakukan riset soal singkong jadi kantong kemasan ini, ada beberapa jenis yang dilarang untuk digunakan di dunia internasional. Salah satunya termasuk Polyvinyl Chloride. 

"Bahan itu juga sudah nggak dijual bebas. Nggak berani dijual bebas karena membahayakan manusia," terangnya.

Catatan kritis lain soal peredaran beras plastik juga disampaikan oleh Harry Nazarrudin. Dia membuat dua tulisan soal isu beras plastik yang beredar di masyarakat. Pertama, ada lima fakta yang dia sampaikan, mulai dari video pembuatan 'beras plastik' yang muncul di YouTube sampai beras yangtertukar PVC.

detikcom sudah mengirim email pada Harry untuk wawancara, namun belum mendapat respons.

--

5.21.2015

"kedhuwung nguntal wedhung"


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Hajriyanto: Kubu Ical atau Agung yang Menang PTUN , Semua Pasti Menyesal!

http://m.detik.com/news/read/2015/05/17/133226/2916697/10/hajriyanto-kubu-ical-atau-agung-yang-menang-ptun--semua-pasti-menyesal

Elvan Dany Sutrisno - detikNews

Jakarta - Menjelang putusan PTUN, Golkar kubu Aburizal Bakrie dan Agung Laksono saling mengklaim optimisme menang. Bagi politikus senior Golkar, Hajriyanto Y Thohari, siapa pun yang menang pasti bakal menyesal.

"Apapun keputusannya, pasti semua pihak akan "kedhuwung nguntal wedhung" artinya semuanya akan menyesal karena dulu ketika mengambil keputusan tidak mau berpikir panjang," kata Hajriyanto yang sejak awal menggagas munas rekonsiliasi ini, saat berbincang dengan detikcom, Minggu (17/5/2015).

Menurur Hajri, saat ini sudah tak bisa mundur lagi. Pilihannya serba sulit buat Golkar.

"Sekarang sudah tidak bisa mundur lagi. Sebab mundur hancur maju tatu. Oleh karena itu maka ojo kagetan (jangan mudah kaget), ojo gumunan (jangan gampang kagum), ojo dumeh (jangan mentang-mentang dimenangkan oleh PTUN, ojo padudon (jangan bertikai terus), ojo congkrah (jangan berkelahi), ojo gendro (jangan tawuran politik), ojo rumongso biso ning biso rumongso (jangan merasa bisa)," kata Hajri.

"Itu semua ajaran Jawa yang adiluhung. Itu artinya seperti itu," pungkas Hajri tak mau menjelaskan panjang lebar soal blunder Golkar yang berakhir dengan perpecahan berkepanjangan.

Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) akan memutus perkara gugatan Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie (Ical) terhadap Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly pada Senin (18/5) besok. Kubu Ical yakin bakal menang PTUN, namun kubu Agung Laksono akan lanjut ke tahap banding. Karena kedua kubu ngotot inilah banyak pihak menilai kisruh Golkar tak kunjung selesai.

(van/bpn)

Tak Pernah Ada


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Mabes Polri: Kasus Budi Gunawan Tak Pernah Ada

http://m.news.viva.co.id/news/read/627378-mabes-polri--kasus-budi-gunawan-tak-pernah-ada


Dedy Priatmojo, Syaefullah

Selasa, 19 Mei 2015, 10:55 WIB



VIVA.co.id - Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus, Brigadir Jenderal Polisi Victor Edi Simanjuntak mengatakan, penyidik Badan Reserse Kriminal Mabes Polri telah melakukan gelar perkara kasus dugaan korupsi yang sempat dituduhkan kepada Komisaris Jenderal Budi Gunawan.

Gelar perkara kasus Budi Gunawan itu digelar secara tertutup dengan melibatkan para penyidik Bareksrim Polri dan pakar hukum pidana serta pencucian uang, yakni Chairul Huda, Teuku Nasrullah dan Yenti Ganarsih.

"Hasilnya tidak layak untuk ditingkatkan ke penyidikan," kata Victor, saat dihubungi wartawan, di Jakarta, Selasa 19 Mei 2015.

Menurut Victor, kasus Budi Gunawan tidak patut untuk diusut kembali. Sebab, penetapan tersangkanya oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi tidak memenuhi syarat.

"Mau dihentikan bagaimana, orang gelar saja sudah menunjukkan bahwa penyidikan nggak memenuhi syarat. Jadi polisi anggap perkara itu tak pernah ada," ujar Victor yang juga mantan anak buah Budi Gunawan di Lemdik Polri.

Victor sebelumnya mengatakan, Bareskrim Polri akan melakukan gelar perkara terbuka kasus Budi Gunawan dengan melibatkan beberapa KPK, Kejaksaan Agung dan para ahli. Namun, dia mengklaim, pihak-pihak yang diundang tidak ada yang bersedia hadir.

Skenario

Kasus Budi Gunawan bakal dihentikan Polri ini sebenarnya sudah dapat ditebak. Sejak awal kasus Budi Gunawan dilimpahkan dari KPK ke Kejaksaan Agung, kemudian oleh Kejaksaan dilimpahkan lagi ke Mabes Polri, menimbulkan banyak pertanyaan terkait akuntabilitas penanganan kasus tersebut.

Koordinator Divisi Monitoring Hukum dan Peradilan Indonesia Corruption Watch (ICW), Emerson Yuntho, mempertanyakan langkah Kejaksaan Agung tersebut. Lantaran, proses pelimpahan perkara Budi Gunawan ke Bareskrim Polri dinilainya tidak jelas.

Bahkan, dia menyebut, dengan adanya pelimpahan itu, maka potensi pengehentian penyidikan perkara itu sangat terbuka.

"Potensi kasus korupsi dihentikan oleh Bareskrim sangat kuat, proyeksi 99 persen," kata Emerson dalam keterangan tertulisnya, Selasa 7 April 2015 lalu.

Lebih lanjut, Emerson menduga pelimpahan tersebut merupakan bagian dari skenario untuk meloloskan Budi Gunawan dari proses hukum.



Aneh, Polri Bantah Telah Gelar Perkara Kasus Budi Gunawan

"Diduga, bagian dari skenario untuk meloloskan BG dari proses hukum dan memuluskannya menjabat sebagai Wakapolri," kata dia. (ase)



© VIVA.co.id
Powered by Telkomsel BlackBerry®

--

Berarti Ada Sesuatu ?



From: A.Syauqi Yahya 


Kuasa Hukum: Jika Polri Tidak SP3 Kasus BW, Berarti Ada Sesuatu

http://nasional.kompas.com/read/2015/05/20/19022041/Kuasa.Hukum.Jika.Polri.Tidak.SP3.Kasus.BW.Berarti.Ada.Sesuatu

KOMPAS.com/FABIAN JANUARIUS KUWADO
Kuasa hukum Bambang Widjojanto, Ainul Yaqin, menunjukkan surat pencabutan gugatan praperadilan terhadap Polri di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (10/5/2015).
Rabu, 20 Mei 2015 | 19:02 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kuasa hukum Bambang Widjojanto, Ainul Yaqin, meminta Polri menerbitkan Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) terhadap kasus yang menjerat kliennya. Menurut dia, tidak ada alasan lagi bagi Polri melanjutkan perkara Bambang.

"Jika Polri tidak mengeluarkan SP3 perkara BW, berarti ada sesuatu. Patut dipertanyakan," ujar Ainul, di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Rabu (20/5/2015).

Ainul mengatakan, komisi pengawas Peradi telah mengeluarkan surat keputusan bahwa Bambang tidak melanggar kode etik atau pun tindak pidana. Jika organisasi profesi pengacara sudah menyimpulkan demikian, menurut dia, seharusnya polisi segera menghentikan kasus BW.

Surat putusan komisi pengawas Peradi itu, kata Ainul, keluar tanggal 27 April 2015 lalu. Namun, pihak BW baru mendapatkan salinan putusannya pada 15 Mei 2015.

Ainul menambahkan, putusan komisi pengawas Peradi itu melalui proses yang panjang dan didasarkan atas pemeriksaan saksi-saksi. Oleh karena itu, dia meyakinkan bahwa putusan komisi pengawas merupakan putusan berkekuatan hukum dan dapat dipertanggungjawabkan.

"Bahkan, salah satu anggota komisi pengawas itu adalah kuasa hukumnya pelapor BW di kepolisian," ujar Ainul.
 
"Fakta lain menunjukan, ada sekitar 340 kasus advokat di kepolisian. Sebagian besar, putusan Peradi seperti ini didengar polisi, perkaranya lalu dihentikan. Makanya kalau sampai polisi mengabaikan putusan soal BW kali ini, benar sudah dugaan kami selama ini, ada sesuatu, ada rekayasa," lanjut Ainul.

Bambang ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sidang di Mahkamah Konstitusi (MK), 2010 silam. Sidang tersebut melibatkan dua calon bupati Kotawaringin Barat, yakni Sugianto Sabran dan Ujang Iskandar. Saat itu, Bambang adalah kuasa hukum Ujang Iskandar.

Persidangan berakhir dengan kemenangan kubu Ujang. Menurut kepolisian, Bambang diduga kuat telah mengarahkan dan menginstruksikan saksi di sidang untuk memberikan keterangan palsu dalam sidang yang salah satu panelis hakim yakni Akil Mochtar tersebut.

Penyidik menyangka Bambang dengan Pasal 242 ayat (1) KUHP tentang sumpah palsu dan keterangan palsu juncto Pasal 55 ayat (1) ke satu KUHP tentang penyertaan dalam tindak pidana juncto Pasal 56 KUHP tentang dipidana sebagai pembantu kejahatan.

Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Inggried Dwi Wedhaswary

5.19.2015

Pembelokan Isu Murahan Pemerintah


From: <syauqiyahya@gmail.com>



PDIP: Prostitusi Artis Pembelokan Isu Murahan Pemerintah

http://m.news.viva.co.id/news/read/627641-pdip--prostitusi-artis-pembelokan-isu-murahan-pemerintah

Syahrul Ansyari, Reza Fajri

Selasa, 19 Mei 2015, 18:06 WIB



VIVA.co.id - Wacana reshuffle di Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla, kini kian memanas. Para politisi dan pengamat juga semakin ramai mengomentari wacana tersebut. Perdebatan mengenai reshuffle juga tak jarang melebar ke perdebatan-perdebatan lainnya.

Salah satu yang mengomentari adalah politisi senior Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Effendi Simbolon. Effendi menilai ada dua jenis golongan yang menginginkan adanya reshuffle.

"Ada masyarakat yang benar-benar ingin agar bagaimana (reshuffle) mencari solusi, bisa membenahi manajemen pemerintah sekarang. Mereka itu baik yang memilih Jokowi atau yang tidak memilih," kata Effendi ketika ditemui di Mampang, Jakarta Selatan, Selasa, 19 Mei 2015.

Sementara golongan kedua, lanjut Effendi, adalah mereka yang berkepentingan untuk mencari kekosongan yang ditinggalkan oleh menteri yang diganti.

"Ada yang mencari-cari ruang keuntungan. Ujung-ujungnya ya urusan lapak juga," ujar Effendi.

Menurut Effendi, isu perombakan kabinet adalah isu yang akan semakin menjadi
perhatian masyarakat, dan tidak akan bisa ditutup-tutupi dengan isu lain. Misalkan saja dengan memunculkan isu prostitusi di kalangan artis.



'Jangan Sampai Kabinet Kerja Jadi Kabinet Heboh'

"Nggak bisa ditutupi dengan isu prostitusi artis. Itu pembelokan murahan dari pemerintah," kata Effendi.

12,5T donge ora terlalu gede ya? Asal ra dikorupsi


From: Suhardono


Jalan Trans Papua 4.300 Km Masih Putus-putus, Butuh Rp 12,5 T Lagi

Dana Aditiasari - detikfinance
Selasa, 19/05/2015 07:09 WIB


Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) menargetkan pembangunan jalan nasional, yang diberi nama Jalan Trans Papua, dapat tersambung seluruhnya di 2019. Kebutuhan untuk menyambungkan seluruh jalan di Papua dan Papua Barat tersebut diperkirakan mencapai Rp 12,533 triliun.

Demikian disampaikan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono kepada detikFinance, di Ruang Kerjanya, Senin (18/5/2015).

"Total untuk pembangunan jalan tol seluruhnya ada Rp 12,533 triliun. Itu kebutuhan secara total," ujar pria kelahiran Surakarta 5 November 1954 ini.

Kebutuhan dana tersebut diperlukan, untuk membangun 827 km jalan yang belum terhubung, dari total panjang jaringan Jalan Trans Papua yang mencapai 4.325 km. Ini termasuk pembangunan jembatan dan peningkatan struktur, hingga perbaikan jalan yang mulai rusak.

"Trans Papua panjangnya 4.325 km. Yang belum terhubung 827 km. Presiden menargetkan 2019 tersambung semua," katanya.

Lasro Sebut Retno Listyarti sebagai Pencetus Transparansi Anggaran di Sekolah


From: A.Syauqi Yahya


Lasro Sebut Retno Listyarti sebagai Pencetus Transparansi Anggaran di Sekolah

http://megapolitan.kompas.com/read/2015/05/18/13420741/Lasro.Sebut.Retno.Listyarti.sebagai.Pencetus.Transparansi.Anggaran.di.Sekolah

Alsadad Rudi
Kepala Inspektorat DKI Jakarta sekaligus mantan Kepala Dinas Pendidikan tahun 2014, Lasro Marbun saat menjelaskan perihal pengadaan UPS untuk sekolah-sekolah, di Balai Kota DKI Jakarta, Senin (2/3/2015)

Senin, 18 Mei 2015 | 13:42 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Kepala SMA Negeri 3 Retno Listyarti disebut merupakan kepala sekolah negeri pertama di Jakarta yang mendeklarasikan program transparansi pengelolaan anggaran di sekolah. Hal itu diungkapkan oleh mantan Kepala Dinas Pendidikan Lasro Marbun.

Menurut Lasro, hal itu dilakukan Retno saat masih menjabat sebagai Kepala SMAN 76 pada tahun 2014.  Salah satu yang ditunjukkannya adalah dengan pembuatan websitewww.sman76jakarta.sch.go.idyang merupakan bagian dari peluncuran program sekolah indah, damai, dan anti korupsi.

"Pada suatu saat saya tanya ke para kepala sekolah bagaimana cara membenahi sekolah. Sekolah indah seperti apa, sekolah damai seperti apa, yang bebas korupsi seperti apa. Pertanyaan saya ini direspons beliau. Beliau yang mengimplementasikan dan pertama mendeklarasikan. Dimulai dari SMA 76, baru setelah itu menyebar ke mana-mana," kata Kepala Inspektorat ini, di Balai Kota, Senin (18/5/2015).

Meski demikian, Lasro menolak berkomentar lebih jauh seputar pencopotan Retno sebagai Kepala SMA 3.

Sebelumnya, Ketua Serikat Guru Indonesia (SEGI) Jakarta Heru Purnomo menyebut Retno sebagai orang yang sangat mengedepankan transparansi dalam penggunaan anggaran.

"Anggaran SMA 76 bisa diakses oleh siapa saja melaluiwww.sman76jakarta.sch.go.id. Beliau sudah melakukan transparansi anggaran di tingkat sekolah saat kepala-kepala sekolah negeri yang lain masih alergi dengan keterbukaan ini," kata Heru, di Kantor LBH Jakarta, Minggu (17/5/2015).

Tidak hanya itu, kata Heru, Retno juga pernah mengembalikan sisa dana Bantuan Operasional Pendidikan (BOP) sebesar Rp 400 Juta pada akhir 2014.

"Pada akhir tahun 2014 beliau mengembalikan sisa penggunaan dana BOP milik SMA 76  yang totalnya mencapai Rp 400 Juta. Sebelumnya tidak pernah ada yang seperti itu," ujar dia.

Retno merupakan mantan Kepala SMA 3 yang baru saja dicopot dari jabatannya. Penyebabnya karena ia tidak berada di sekolahnya saat penyelenggaraan ujian nasional (UN), Selasa (14/4/2015).

Saat itu, ia justru berada di SMAN 2 saat Presiden Joko Widodo, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Anies Baswedan, dan Gubernur Basuki Tjahaja Purnama meninjau penyelenggaraan UN di sekolah tersebut.

Meski demikian, Retno merasa tidak melakukan kesalahan karena saat itu ia sedang diwawancarai sebuah stasiun televisi dalam kapasitasnya sebagai Sekretaris Jenderal FSGI. Menurut dia, saat itu ia diwawancara dalam tema yang membahas seputar dugaan kebocoran soal pada pelaksanaan UN.

Penulis: Alsadad Rudi
Editor: Desy Afrianti

Hanya Sebagai Hiburan



From: A.Syauqi Yahya

Selasa, 19/05/2015 15:40 WIB

ICW: Satgas Anti Korupsi Hanya Sebagai Hiburan dari Pemerintah

http://m.detik.com/news/read/2015/05/19/154021/2918770/10/icw-satgas-anti-korupsi-hanya-sebagai-hiburan-dari-pemerintah

Septiana Ledysia - detikNews
Ilustrasi (Ari S/ detikcom)
FOKUS BERITA
Menkum Ingin Koruptor Diberi Remisi

Jakarta - Satgas Anti Korupsi dibentuk Presiden Jokowi sebagai langkah menyetop kriminalisasi dan melindungi KPK. Namun, satgas tersebut dinilai hanya sebagai hiburan dari pemerintah untuk masyarakat.

"Saya pesimis upaya-upaya ini seperti Satgas Anti Korupsi ini hanya untuk memberikan semacam hiburan kepada masyarakat bahwa pemerintah pro terhadap pemberantasan korupsi," ujar Koordinator ICW Adnan Topan Husodo di diskusi publik di LBH, Salemba, Jakarta, Selasa (19/5/2015).

Dalam diskusi yang bertemakan Silang Pendapat Jokowi-JK Dalam Pemberantasan Korupsi, hadir pula Ray Rangkuti dari LIMA dan perwakilan dari LBH.

Adnan menuturkan, karena di negara-negara maju berhasil memberantas korupsi setelah membersihkan korupsi dipenegak hukumnya. Karena jika penegak hukumnya sudah bersih pemberantasan korupsi tidak terkendala apapun.

"Memulai memberantas korupsi harus diawali dengan membersihkan penegak hukumnya dan di Indonesia malah kebalikannya dimana yang bersih dan kotor digabung untuk memberantas korupsi. Itu semua tidak lebih dari sebuah negoisasi dan kesepakatan untuk menempatkan lembaga hukum yang punya masalah akut untuk menutupinya," terang Adnan.

Adnan menambahkan, hingga sekarang Satgas Anti Korupsi ini tidak memiliki tendensi membersihkan korupsi. Hal tersebut dikarena tidak ada tendesi membersihkan kepolisian.

"Tendensi membersihkan kepolisian belum dilakukan. Jadi Satgas dibentuk seperti hiburan untuk rakyat saja," tutup Adnan.

Dilain pihak Ray Rangkuti menanggapi hal yang serupa. Dimana menurutnya Satgas Anti Korupsi hanya sekedar untuk memulihkan citra. "Atau hanya untuk memperlihatkan siapa yang paling gagah. Atau jangan sampai ini bagian perang politik," terangnya.

(spt/gah)

pengakuan terdakwa atau tergugat adalah bukti yang sempurna.


From: A.Syauqi Yahya 


Yusril: PTUN Semestinya Menangkan Aburizal Bakrie

http://m.republika.co.id/berita/nasional/politik/15/05/18/noidd2-yusril-ptun-semestinya-menangkan-aburizal-bakrie

18 May 2015 07:27 WIB

Kuasa hukum Partai Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra (kiri).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kuasa hukum Golkar kubu Aburizal Bakrie, Yusril Ihza Mahendra mengatakan Majelis Hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) semestinya mengabulkan gugatan kliennya. Sidang pembacaan putusan PTUN akan dilangsungkan hari ini (18/5).

"Banyak yang menanyakan pendapat saya, ya semestinya gugatan ARB dikabulkan oleh majelis hakim PTUN," kata Yusril, Ahad (17/5) malam.

Yusril menekankan dalam persidangan awal, Menkumham melalui kuasa hukumnya mengakui telah salah mengutip putusan Mahkamah Partai Golkar. "Dalam sidang tiga kali Menkumham mengakui bahwa yang dikutipnya dalam membuat SK pengesahan kubu Agung Laksono bukan putusan Mahkamah Partai Golkar, melainkan pendapat dua hakim mahkamah yakni Andi Mattalatta dan Djasri Marin," tegas Yusril.

Menurut Yusril dalam hukum acara baik pidana, perdata maupun tata usaha negara, pengakuan terdakwa atau tergugat adalah bukti yang sempurna. Dengan adanya bukti yang sempurna yakni pengakuan tergugat Menkumham, maka bukti-bukti yang lain sudah tidak penting lagi.

"Misal saya didakwa ke pengadilan karena muncuri sepeda. Di sidang saya mengaku terus terang saya mencurinya, dengan pengakuan itu maka bukti-bukti lain menjadi tidak penting lagi. Hakim tinggal jatuhkan hukuman saja," kata dia.

Sehingga menurut dia, manakala Menkumham sudah mengakui salah dalam mengutip putusan Mahkamah Partai Golkar, maka bukti-bukti lain tidak penting lagi. "Hakim tinggal batalkan SK Menkumham tersebut. Itu kalau saya bicara seharusnya. Bagaimana putusannya ya kita tunggu saja besok (Senin hari ini) di sidang PTUN Jakarta," kata dia.

Pada Senin hari ini, Majelis Hakim PTUN dijadwalkan membacakan putusan atas gugatan Golkar kubu Aburizal Bakrie terhadap SK Menkumham yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung Laksono. Majelis Hakim PTUN yang mengadili perkara Golkar antara lain seorang Hakim Ketua Teguh Satya Bhakti, serta dua hakim anggota yakni Subur, dan Tri Cahya Indra Permana.

Red: Angga Indrawan

Sumber:Antara

5.18.2015

Thok !


From: A.Syauqi Yahya 


Siapa dulu pengacaranya...../kung

Senin, 18/05/2015 14:52 WIB

Sidang Sengketa Golkar

Tok! PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Ical, SK Agung Cs Dibatalkan

http://m.detik.com/news/read/2015/05/18/145032/2917545/10/

M Iqbal - detikNews
Nurdin Halid sujud syukur
FOKUS BERITA
Rebutan Fraksi Golkar

Jakarta - PTUN Jakarta telah membacakan putusan atas sengketa kepengurusan Golkar. Majelis hakim PTUN Jakarta memutuskan mengabulkan gugatan kubu Aburizal Bakrie (Ical).

"Membatalkan surat keputusan Menteri Hukum dan HAM tentang perubahan AD ART dan pengesahan personalia DPP Partai Golkar," kata Ketua Majelis Hakim Teguh Satya Bhakti di PTUN Jakarta, Jl Sentra Primer Baru, Jakarta Timur, Senin (18/5/2015).

Dengan putusan ini, SK Menkum HAM untuk kepengurusan Golkar hasil Munas Ancol pun dibatalkan. Majelis hakim memerintahkan Menkum HAM mencabut SK yang mengesahkan kepengurusan Golkar kubu Agung.

"Menghukum tergugat dan penggugat dengan biaya perkara Rp 384 ribu," sambung Hakim Teguh.

Atas putusan ini, kubu Ical bersorak gembira. Waketum Golkar hasil Munas Bali Nurdin Halid bersujud syukur.

(bal/trq)

Baca Juga:

PTUN Menangkan Ical, Ade Komaruddin Cs Bersorak di DPR

5.17.2015

nepal lagi 7,4 SR


From: Ady Wicaksono 


Ini Alasan Kenapa Al-Qur’an Dimulai Dengan Surat Al-Fatihah


From: A.Syauqi Yahya 

Ini Alasan Kenapa Al-Qur'an Dimulai Dengan Surat Al-Fatihah

http://m.log.viva.co.id/frame/read/aHR0cDovL3d3dy5rdW1wdWxhbm1pc3RlcmkuY29tLzIwMTUvMDUvaW5pLWFsYXNhbi1rZW5hcGEtYWwtcXVyYW4tZGltdWxhaS5odG1s

OLEH ARIS FOURTOFOUR TUESDAY, MAY 12, 2015
Bagikan :

Kenapa surat al-Qur'an dimulai dengan surat al-Fatihah? Pasti banyak orang yang akan mempertanyakan hal tersebut, padahal Al-Fatihah bukanlah surat yang pertama diturunkan oleh Allah SWT untuk Nabi Muhammad SAW. Tentu saja hal ini membuat bingung orang-orang, kenapa Al-Qur'an tidak disusun berdasarkan urutan ia diturunkan? Nah, karena kebingungan itu lah kita kali ini berkumpul untuk membicarakannya, untuk mengetahui alasan mengapa Al-Fatihah yang dipilih menjadi pembuka untuk al-Qur'an, dan bukan surat Al-Alaq yang pertama turun ayatnya.

Jika kita bertanya mengenai "kenapa surat al-Qur'an dimulai dengan surat al-Fatihah?" mungkin kita harus melihat kepada cara pengurutan suratnya, ada dua yaitu:

• Ijtihadi
Penyusunan Al-Qur'an secara ijtihadi yaitu berarti penyusunan Al-Qur'an yang didasari usaha berpikir para sahabat, dimana hal itu termasuk Utsman dan yang lain-lain. Bukti dari ini adalah karena pada jaman dahulu beberapa mushaf memiliki urutan yang jauh berbeda dengan Al-Qur'an yang kita kenal saat ini. Sebagai contohnya adalah susunan Al-Qur'an milik sahabat nabi, Ali, dimana susunannya diurut berdasarkan penurunan ayat dari surat tersebut, atau disebut asbabun Nuzul. Dengan susunan tersebut, maka jelas yang menjadi surat pertama adalah surat al-Alaq mengingat itu juga surat yang memulai perjuangan Nabi besar Muhammad SAW untuk menyebarkan Islam di tanah Arab dan untuk ke seluruh dunia nantinya.

• Tauqifi
Penyusunan al-Qur'an secara Tauqifi adalah yang kedua, dimana penyusunan ini menurut petunjuk langsung dari Rasulullah SAW, dan tidak ada sangkut pautnya dengan pemikiran dari pada sahabat. Nah, dari sinilah kemungkinan alasan mengapa surat al-Fatihah menjadi surat pertama yaitu karena sesuai dengan petunjuk langsung dari Nabi Muhammad SAW. Ini juga sesuai dengan arti dari nama surat Al-Fatihah sendiri, yaitu pembuka.

Keuntungan Sering Membaca Surat Al-Fatihah
Ternyata, ada keuntungan yang bisa diperoleh dari membaca surat al-Fatihah, seperti apa yang dikatakan oleh Nabi Muhammad SAW pada Abu Sa'id ketika beliau sedang melakukan shalat di masjid. Nabi Muhammad SAW kemudian meminta persetujuan kepada Abu Sa'id untuk mengajarkan surat yang teragung dari semua surat-surat lain yang ada di dalam al-Qur'an, dan Abu Sa'id setuju. Keuntungan-keuntungan yang diperoleh adalah sebagai berikut:
Dosa-dosa orang tersebut di dunia akan diampuni seluruhnya oleh Allah SWT
Kebaikan yang telah dilakukan akan langsung diterima di sisi-Nya.
Memiliki kesempatan untuk bertemu dengan pemilik alam semesta, yaitu Allah SWT.
Bisa terhindar dari murka Allah SWT yang amat sangat dahsyat
Jika sering membaca Al-Fatihah, maka niscaya lidah mereka akan terbebas dari panasnya api neraka nanti.
Ketika ada di dalam kubur, mereka akan terbebas dari azab Allah
Derajat para pembaca surat Al-Fatihah di surga nanti jadi lebih tinggi dibandingkan yang tidak membaca.
Rumah dari mereka yang sering membaca Al-Fatihah biasanya aman dari hal-hal buruk kecuali kematian
Membacanya sebelum tidur bisa melindungi kecuali dari kematian
Membaca surat Al-Fatihah dianggap juga sama dengan bersedekah emas
Dengan membaca satu ayat surat Al-Fatihah, satu pintu neraka tertutup untuk orang tersebut
Membaca Al-Fatihah dan dikombinasikan ayat kursi serta dua ayat dari surat Ali Imran setelah selesai melakukan shalat akan dihadiahi surga oleh Allah
Kita dianggap sudah membaca Injil, Taurat, dan Zabur.
Dengan begini, diharapkan sudah jelas mengenai pertanyaan "kenapa surat al-Qur'an dimulai dengan surat al-Fatihah?"

--
"Alloohumma ashlih lii diiniilladzii huwa 'ishmatu amrii, wa ashlih lii dun-yaayallatii fiihaa ma'aasyii, wa ash-lih lii aakhirotiillatii fiihaa ma'aadii, waj'alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoirin, waj'alil mauta roohatan lii min kulli syarrin" [Ya Allah, perbaikilah bagiku agamaku sebagai benteng (ishmah) urusanku; perbaikilah bagiku duniaku yang menjadi tempat kehidupanku; perbaikilah bagiku akhiratku yang menjadi tempat kembaliku! Jadikanlah ya Allah kehidupan ini mempunyai nilai tambah bagiku dalam segala kebaikan dan jadikanlah kematianku sebagai kebebasanku dari segala kejahatan!] (HR. Muslim no. 2720)

Perpaduan antara heritage dan modern


From: A.Syauqi Yahya


Jumat, 15/05/2015 15:49 WIB

Tantangan Memugar 'Maha Karya' Pasar Johar Agar Kualitas Tetap Terjaga

http://m.detik.com/news/read/2015/05/15/154953/2915861/10/1/tantangan-memugar-maha-karya-pasar-johar-agar-kualitas-tetap-terjaga

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Pasar Johar dilihat dari atas (Dok Detikcom)
Semarang - Sepekan lalu, bangunan cagar budaya di Semarang Pasar Johar dilanda kebakaran dahsyat. Pasar yang merupakan maha karya arsitek Belanda, Ir Thomas Karsten itu pun diharapkan dipugar dengan kualitas yang sama.

Arsitek sekaligus tim ahli cagar budaya, Widya Wijayanti menegaskan memang sudah selayaknya pemugaran bangunan cagar budaya harus sesuai dengan desain asli. Selain itu bahan konstruksi termasuk beton bermutu K400 juga harus sama.

"Ya harus sama, beton juga sama. Itu jadi tantangan," kata Widya kepada detikcom awal pekan ini.

Pasca kebakaran, lanjut Widya, lebih dulu perlu ada identifikasi atau tes kekuatan bangunan walau masih terlihat kokoh berdiri. Berikutnya, tantangan bagi Pemerintah Kota Semarang untuk mengembalikan Pasar Johar seperti semula.

"Kalau bisa dicari blue print-nya. Kalau memang harus cari ke Belanda ya harus ke sana, atau cari sumber-sumber lain. Ini maha karya, lho," tegasnya.

Akibat kebakaran yang melahap Pasar Johar dan Yaik Permai, kios-kios tambahan di sekeliling pasar Johar hangus dan roboh, bangunan asli Pasar Johar pun justru terlihat.

"Kalau mau melihat bentuk asli Pasar Johar ya sekarang ini," tandas Widya.

Pasar Johar dirancang Karsten dengan memperhatikan beberapa hal termasuk kenyamanan dan antisipasi terjadinya kebakaran yaitu dengan memilih mutu beton yang kuat. Namun pemanfaatan Pasar Johar kurang baik dan terlihat semrawut dan padat.

"Belakangan Johar kurang nyaman karena pemanfaatan kurang baik dan kurang baik. Kepadatan terlalu tinggi. Ada penambahan ruang untuk disewakan, padahal merusak sirkulasi udara lepas," terangnya.

Menanggapi pemugaran Pasar Johar, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi berjanji tidak akan merubah bentuk asli pasar yang dibangun tahun 1938 itu. 

Bahkan Ganjar memiliki ide dengan meninggikan pasar Yaik Permai sehingga kios yang mengelilingi Pasar Johar bisa dihilangkan dan pedagangnya berjualan di Yaik Permai. Selain itu pengunjung pasar Yaik nantinya jadi bisa melihat Pasar Johar dari ketinggian.

"Yang bukan cagar budaya dibikin modern, jadi ada perpaduan antara heritage dan modern. Yang modern dibuat agak tinggian, jadi tidak suksukan (berdesakan) di heritage. Kita dorong, masukkan ke yang baru," kata Ganjar beberapa waktu lalu.

Pasar Johar dirancang Karsten tahun 1933 dan mulai dibangun tahun 1938. Bangunannya khas dengan struktur cendawan yaitu pilar berbentuk jamur yang menyangga atap. Sirkulasi udara dan jalan masuk cahaya matahari juga dipikirkan Karsten dengan membuat peninggi atap. Bahkan atap berbentu datar dan halus ternyata punya maksud agar tidak ada burung yang bersarang.

--

5.16.2015

Mau Terdengar Seperti Native English Speaker?


From: A.Syauqi Yahya


Mau Terdengar Seperti Native English Speaker? Gunakan Ungkapan dan kata-kata ini Dalam Percakapan

http://m.kompasiana.com/post/read/724754/2/mau-terdengar-seperti-native-english-speaker-gunakan-ungkapan-dan-kata-kata-ini-dalam-percakapan.html


Hendra Makgawinata
16 May 2015 | 20:13
Nilai rapor bahasa inggris tinggi dan hasil tes IELTS memenuhi syarat masuk universitas luar negeri tidak menjamin kita dapat bercakap-cakap layaknya native English speaker. Ini saya sadari pada hari-hari pertama menginjakkan kaki di Sydney dan percaya atau tidak, masih berlanjut hingga sekarangmeskipun sudah tinggal selama 12 tahun.

Tulisan ini saya harap berguna untuk mereka yang dalam keseharian banyak berkomunikasi dengan native English speaker atau mereka yang ingin memperluas repertoar diluar English textbook. Perlu diingat bahwa kumpulan kata dan ungkapan dibawah berdasarkan pengamatan  saya yang tinggal di Australia, jadi mungkin beberapa ungkapan kurang pas ketika berbicara dengan orang Amerika, Kanada dan negara berbahasa inggris lainnya yang tentu saja memiliki ungkapan tersendiri.
"Good on you"

Textbook English: well done (bagus sekali).
Beberapa variasi: 'Good on ya', 'good on you mate'.
Bisa diucapkan untuk memberi selamat.
Contoh:
Ken: "I just pass my driving test today" (saya baru saja lulus ujian mengemudi hari ini)
Russell: "Good on you mate!" (selamat bung!).
Sebagai ungkapan terima kasih kepada seseorang.
Contoh:
"Good on you for driving me to work today" (terima kasih sudah nyetirin saya ke tempat kerja hari ini).
"I shout this time"

Textbook English: I treat you this time (kali ini saya traktir).
Contoh:
"I will shout you a drink if I get a raise' (saya bakal traktir kamu minuman kalau saya naik gaji).
"I am all ears"

Textbook English: I am ready to listen (saya siap mendengar).
Contoh:
"I am all ears if you have better idea" (Saya siap mendenger kalau Anda punya ide yang lebih baik).
"That's bloody good!"

Textbook English: that's very good! (itu baik sekali!).
Dalam konteks percakapan sehari-hari orang Australia, kata 'bloody' bukan berarti 'berdarah' seperti terjemahan harifiahnya dan juga bukan umpatan meskipun mungkin kurang enak didengar. 'Bloody' bisa diikuti dengan kata sifat (good, bad, sour, sweet etc) atau benda (hell, car etc).
Contoh:
Richard: "She cancels the date on me" (dia membatalkan acara kencan).
Kieran: "Bloody hell, why would she do that" (apa-apaan itu, kenapa dia melakukan itu).
Contoh:
"This orange is bloody sweet" (buah jeruk ini sangat manis).
"That car is bloody awesome!" (mobil itu keren sekali!).
"Far out "

Ungkapan ini ada beberapa arti tapi intinya menyatakan rasa terkejut, tidak percaya.
Beberapa bentuk ungkapan ini dalam Textbook English:
Are you kidding me? (kamu bercanda kan?) .
Are you for real? (kamu serius nih?).
Contoh:
"Far out man, I have to stay back at work tonight" (gila gak sih, saya harus kerja lembur malam ini)
"Far out, the boss is coming soon but I still have nothing done" (matilah boss bentar lagi datang tapi kerjaan belum ada yang beres).
"G'day mate"

Textbook English: how are you? (apa kabar).
Kependekan dari 'good day mate'; sapaan khas orang Australia.
"No worries"

Textbook English: that's OK (tidak apa-apa); you are welcome (terima kasih kembali); no problem (tidak masalah).
Contoh:
Kate: "thanks for the ride" (terima kasih atas tumpangannya).
Ross: "no worries" (tidak apa-apa)
"It doesn't ring a bell to me"

Textbook English: I still can't remember (saya masih tidak ingat).
Bentuk idiom dalam konteks dimana pembicara pernah memberi tahu atau menceritakan sebelumnya atau kejadian yang sudah lalu tapi lawan bicara tetap tidak bisa mengingat.
Contoh:
Chantal: "it's Rose who complained about us the other day, remember?" (Rose yang komplain soal kita kemarin-kemarin, ingat tidak?)
Rena: "really? it doesn't ring a bell to me"  (masa sih? Saya masih tetap tidak ingat).
"I have nothing on my sleeves"

Textbook English: I am not prepared (saya tidak ada persiapan).
Bentuk idiom dalam konteks dimana karena kondisi yang diluar dugaan, persiapan menjadi tidak maksimal atau pembicara menyatakan bahwa dia tidak menyembunyikan apapun. Ekspresi ini diduga berasal dari tukang sulap yang mempersiapkan banyak trik dalam lengan baju dan penjudi yang bermain curang dengan menyembunyikan kartu tambahan di lengannya.
Contoh:
Master Chef: "today you have to cook Asian dish with potatoes for the main course" (hari ini Anda harus memasak hidangan ala Asia dengan kentang sebagai menu utama)
Reynold: "oh no I never cook potatoes in my life, I have nothing on my sleeves" (astaga saya tidak pernah masak kentang sebelumnya, saya tidak ada resep untuk itu)
Rudy: "can I trust my money with you?" (bisakah saya mempercayakan uang ini kepada kamu?)
Ben: "of course, I have nothing on my sleeve" (tentu saja, saya bisa dipercaya kok)
"Side gig"

Textbook English: side job (pekerjaan sampingan).
Contoh:
"He has consulting business as a side gig" (dia ada bisnis konsultasi sebagai sampingan).

"Fair enough"

Textbook English: that's OK then (baiklah kalau begitu).
Ekspresi yang menyatakan persetujuan setelah mendengar penjelasan.
Contoh:
Mary: "you should have stayed back yesterday to get the report done" (kamu harusnya lembur kemarin biar laporannya selesai).
Gabrielle: "I couldn't, I had to take my daughter to hospital" (tidak bisa, saya harus mengantar anak saya ke rumah sakit)
Mary: "that's fair enough" (tidak apa-apa kalau begitu).
"It's a close call"

Textbook English: something bad nearly happens (sesuatu yang buruk hampir terjadi)
Contoh:
"He managed to avoid the car before it hit pedestrians but it was a close call" (dia berhasil menghindar sebelum mobil tersebut menabrak para pejalan kaki lain tapi hampir saja dia kena).
"Let's call it a day"

Textbook English: let's stop and finish for the day (yuk kita sudahi saja untuk hari ini).
Contoh:
"I am so tired, let's call it a day" (saya capek sekali, yuk kita pulang saja).
"It sounds cheesy"

Textbook English: trying to hard to please (berusaha terlalu keras untuk memuaskan); not being sincere or authentic (tidak tulus).
Contoh:
Albert: "you are so super duper cute in that shirt!"(kamu manis sekali dengan baju itu!).
Lina: "thanks but you sound so cheesy you know that?" (terima kasih tapi kamu kedengaran norak tahu tidak?).

Berikut adalah kata-kata yang sering digunakan dalam percakapan sehari-hari di Australia.
Aussie (Australian = orang Australia)

Orang suka salah kaprah bilang 'saya minggu depan ke Aussie' padahal Aussie merujuk pada orang bukan negara.
Contoh: "she is married to an Aussie bloke" (dia menikah dengan pria Australia).
Mozzies (mosquitoes = nyamuk)

Contoh: "mozzie bite" (gigitan nyamuk).
Barbie (barbecue = panggangan).

Contoh: "we have a barbie this weekend" (kita bakal panggang-pangganan danging akhir pekan ini).
Rego (registration  = pendaftaran)

Contoh: "I need to renew my car rego" (saya perlu memperbaharui registrasi mobil).
Fark (f*ck = brengsek, sial, gawat).

Bentuk umpatan yang lebih halus dari pada 'f*ck', juga digunakan sebagai ungkapan rasa terkejut. Contoh: "fark I haven't studied for my tomorrow exam" (gawat saya belum belajar buat ujian besok).
Garbo (garbageman = tukang sampah)

Contoh: "the garbo's working hours start from 5am" (tukang sampah mulai kerja jam 5 pagi).
Pressie (present = hadiah)

Contoh: "Christmas pressie" (hadiah natal).
Jadi sudah tahukan caranya ngomong Inggris seperti bule? :)
Kalau ada pertanyaan, silahkan tinggalkan pesan di komentar.
Hendra Makgawinata
Sydney, 16/05/2015

5.14.2015

Ayo #SaveSiJambulKuning


From: <syauqiyahya@gmail.com>


http://m.detik.com/news/read/2015/05/08/191717/2910273/10/ayo-savesijambulkuning-antar-ke-tiga-posko-ini

Jumat, 08/05/2015 19:17 WIB

#SaveSiJambulKuning

Ayo #SaveSiJambulKuning, Antar ke Tiga Posko Ini!

Bagus Prihantoro Nugroho - detikNews

Jakarta - Masyarakat merespons positif terkait gerakan #SaveSiJambulKuning dengan bermaksud menyerahkan kepada negara. Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DKI Awen Supranata menjelaskan tata cara penyerahan satwa yang terjamin dan legal.

"Caranya mudah tinggal telepon kami, telepon BKSDA DKI Jakarta atau BKSDA lainnya. Hampir seluruh provinsi ada BKSDA. Jadi tinggal telepon ke kami terserah, yang bersangkutan apa ingin datang langsung ke sini bisa secara langsung," tutur Awen di kantornya, Jl Salemba Raya No 9, Jakarta Pusat, Jumat (8/5/2015).

Nantinya masyarakat yang ingin menyerahkan satwanya dapat berkoordinasi bila meminta dijemput. Petugas resmi dari BKSDA akan datang dengan mobil dinas atau membawa surat resmi.

"Kemudian tanda terima dari kita juga ke yang bersangkutan bahwa dia sudah serahkan satwa yang dilindungi," imbuh Awen.

Saat ini telah disiapkan tiga tempat sebagai posko penyerahan satwa dilindungi. Tentunya tak hanya Kakatua Jambul Kuning saja yang diserahkan, tetapi satwa lain yang juga dilindungi.

"Semua ada 500 spesies dan bisa dilihat di website resmi kami," kata dia.

"Kita terima kasih banyak itu masyarakat yang sadar dan secara sukarela menyampaikan dan ke masyarakat ke sekitarnya. Ini dilindungi, serahkan ke negara, biar negara yang melepaskan ke alam," tutur dia kemudian

Berikut merupakan 3 posko yang telah disiapkan:

1. Gedung Manggala Wana Bhakti Kementerian Kehutanan RI, Jl Gatot Soebroto, Jakarta Selatan

2. Kantor BKSDA DKI Jakarta, Jln. Salemba Raya No. 9. Telp. 021-3908771

3. Pusat Penyelamatan Satwa (PPS), Jln. Benda Raya No. 1, Tegal Alur, Jakarta Barat. Telp. 021-55957065

justru riskan dan membahayakan penegakan hukum


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Rabu, 13/05/2015 14:29 WIB

Saat Penegak Hukum Terpaksa Ambil Risiko Besar Buka Bukti di Praperadilan

http://m.detik.com/news/read/2015/05/13/142904/2914216/10/saat-penegak-hukum-terpaksa-ambil-risiko-besar-buka-bukti-di-praperadilan

Fajar Pratama - detikNews

Jakarta - Penegak hukum kini dalam posisi tidak menguntungkan. Putusan MK yang memperluas kewenangan praperadilan membuat Polri, Kejaksaan maupun KPK harus mengambil risiko besar membuka bukti di praperadilan.

KPK menjadi korban pertama dari putusan MK itu. Lembaga yang dipimpin oleh Taufiequrachman Rukie Cs itu tumbang dalam sidang praperadilan di PN Jaksel, Selasa (12/5/2015) kemarin. Hakim Yuningtyas Upiel menyatakan penyidikan KPK terhadap pemohon praperadilan, Ilham Arief Sirajuddin, yang merupakan mantan Walkot Makassar, tidak sah.

Dalam putusannya, hakim Yuningtyas menyatakan penyidikan KPK tidak memenuhi syarat minimal yakni dua alat bukti. Bukti dan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dihadirkan biro hukum KPK dianggap tidak memenuhi kualifikasi lantaran hanya berupa kopian.

Status tersangka Ilham pun otomatis gugur. Hakim Yuningtyas juga memerintahkan agar nama dan hak Ilham dipulihkan sepenuhnya.

Putusan hakim Yuningtyas itu berlandaskan putusan MK yang telah memperlebar ruang Pasal 77 KUHAP yang mengatur mengenai objek praperadilan. Penetapan tersangka kini menjadi salah satu objek yang bisa diadili di sidang praperadilan.

KPK belajar banyak dari kekalahan di praperadilan ini. Lembaga ini mengakui di praperadilan Ilham hanya sebatas memaparkan hal yang berkaitan dengan prosedur penyidikan. Sedangkan praperadilan baru pasca putusan MK ini mengharuskan penegak hukum untuk memaparkan substansi.

Untuk selanjutnya, KPK akan membuka bukti yang mereka miliki di forum praperadilan. Langkah ini diambil meski ada risiko besar penyidikan akan terganggu
Dengan membuka bukti di praperadilan, sementara proses penyidikan masih berjalan, maka pihak-pihak terkait dapat mencoba 'mengakali' jeratan penegak hukum.

"Putusan MK menggunakan pola pemeriksaan terbalik (tentang 2 alat bukti) atau "reversal of processing" yang justru riskan dan membahayakan penegakan hukum sehingga membuat peluang besar pihak-pihak terkait (saksi/tersangka) menyamarkan alat bukti, baik itu menghilangkan, mengaburkan atau merusak alat bukti," kata Plt Pimpinan KPK Indriyanto Seno Adji, Rabu (13/5/2015).

Sedangkan Jaksa Agung M Prasetyo mengatakan, praperadilan baru ini membuat penegak hukum harus mengeluarkan upaya lebih di proses penyidikan. Bahkan Prasetyo menyebut, Kejaksaan dan Kepolisian yang kini tugasnya lebih berat karena dua lembaga itu juga menangani pidana umum.

"Polisi dan jaksa malah mengurusi pidana umum juga kan, tidak hanya korupsi. Oleh karena itu harus lebih hati-hati dalam penyelidikan. Penyelidik dan penyidik harus benar-benar profesional dan objektif,‎" kata Prasetyo saat berbincang dengan detikcom, Rabu (13/5/2015)

5.04.2015

Hidup Extra





Andrew Chan dan Novel Baswedan

Mengawali minggu yg semoga penuh berkah, baik juga sikap kedua tokoh ini dlm memandang kehidupan di bawah ini untuk menjadi bahan perenungan.
Selamat beraktivitas.

------------------

Subject:Hidup Extra (I & II)
Date:Sun, 3 May 2015 09:33:53 +0000
From:melindabudihardjo

Hidup Extra (I)

"Dia (Andrew Chan) sendiri merasa sepuluh tahun lalu harus sudah mati. Maka setiap hari dia buat hidup (extra)nya berarti," kata Pendeta Daniel Pandji, seusai melayat di Rumah Persemayaman Abadi, Jl Daan Mogot, Jakarta, Kamis, 30 April 2015.

Meskipun merasa sudah tak punya harapan hidup, Chan tak pernah mengeluh kepada Daniel, pendetanya sejak 2014.

Menurut Daniel, Chan menjadi sosok yang senang membantu sesama penghuni Lapas Kerobokan. "Dia memang merasa bersalah dan (pertobatannya) dia buktikan dengan perubahan sikap," katanya.

Menurut Daniel, menjelang kepindahan Andrew ke Nusa Kambangan, dia terakhir kali bertanya " Apa yang kamu harapkan?" Andrew hanya menjawab "Ingin setiap sisa hariku berguna bagi sesama".
**************************
Syukurlah kalau Andrew insyaf akan kesalahannya, akan dampak sosial drug abuse. Syukurlah kalau Andrew sejak insyafnya 10 tahun yg lalu itu berusaha agar tiap detik hidup tersisanya, "hidup extra", jadi berarti.

Hidup Extra (II)

Anies Baswedan pernah bertanya kepada sepupunya, Novel Baswedan, soal risiko pekerjaannya sebagai penyidik KPK, dan alasan Novel begitu berani dan tidak mau kompromi terhadap upaya pemberantasan korupsi, sampai2 dia rela meninggalkan korps kepolisian yang menjadi tempatnya berkarier.

"Bang, pas masih di polisi dulu, saya ini pernah dlm tugas ada kontak senjata. Pelurunya mengenai rambut saya. Kalau saat itu saya naik dua senti saja, sudah kena di dahi dan meninggal. Jadi hidup saya ini tambahan. Hidup tambahan ini mau saya gunakan untuk berantas korupsi, itu saja," ucap Anies menirukan Novel.

Berdasarkan cerita itu, Anies menganggap kejadian yang dialami adik sepupunya tersebut merupakan bagian dari risiko pekerjaan dan perjuangan yang harus dihadapi Novel dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Dia memang merasa hidup dia yg sekarang ini suatu ekstra, karena lolos dari peluru itu tadi."


Novel


From: A.Syauqi Yahya


Kasus sepele begini hanya terjadi pada wilayah dendam yang dicampur dengan unjuk kuasa. Polisi menyalurkan dendam.

Novel

http://www.tempo.co/read/carianginKT/2015/05/03/1722/Novel

Minggu, 03 Mei 2015 | 01:12 WIB

Putu Setia

Ada beberapa buku di meja Romo Imam. Saya lihat judulnya: Sabdo Palon, Mahabharata, HOS Tjokroaminoto. "Tak ada buku novel, Romo?" tanya saya.
Romo mendekat. "Saya tak tertarik baca novel. Kalau mengikuti berita Novel Baswedan, saya tertarik. Ini cerita campuran antara dendam dan unjuk kekuasaan," kata Romo. Saya tertawa kecil sambil menunggu Romo duduk.
"Itu murni kasus hukum, Romo," ujar saya. Romo tertawa keras. "Sampean cocok jadi Kepala Divisi Humas Polri, pasti pernyataannya begitu." Romo diam sejenak, lalu melanjutkan: "Tapi jangan salahkan jenderal polisi. Dendam itu adalah sifat yang diturunkan Sang Pencipta kepada makhluk hidup, termasuk manusia. Setidaknya ada enam musuh dalam diri manusia yang harus dikalahkan. Salah satunya nafsu dendam."
Saya diam, menanti ke mana arah omongan Romo, moral atau hukum. "Coba sampean urut ke belakang, dendam polisi yang tak kepalang adalah ketika Novel menggeledah kantor polisi lalu lintas dalam kasus Djoko Susilo, 2012. Bagi polisi, Novel itu berkhianat. Polisi, kok, menggeledah ruangan polisi, tak ada kebanggaan korps. Maka kesalahan Novel pun dicari, yakni kasus tewasnya pencuri walet di Bengkulu pada 2004. Waktu itu Presiden SBY turun tangan, sehingga kasus ini diendapkan, tak elok KPK bermusuhan dengan kepolisian."
Romo meneruskan: "Lalu pada saat Budi Gunawan yang mendadak dijadikan tersangka oleh KPK, sehingga batal menjadi Kapolri, memunculkan kembali dendam itu. Polisi menghabisi pimpinan KPK. Bambang Widjojanto ditangkap, Abraham Samad dijadikan tersangka. Kasusnya dicari. Samad memalsukan identitas kartu keluarga, kasus kecil yang setara dengan pemalsuan identitas yang membuat petinggi polisi juga punya KTP ganda. Ah, sampean dulu juga dua kali memalsukan kartu keluarga saat membawa sepupu sekolah di Jakarta."
"Romo, itu jangan disebut, nanti saya ditangkap," saya memotong. Romo terbahak: "Tidaklah, sampean tak akan ditangkap karena tak ada unsur dendam. Kasus sepele begini hanya terjadi pada wilayah dendam yang dicampur dengan unjuk kuasa. Polisi menyalurkan dendam. Polisi membuktikan lebih berkuasa. Bambang dan Samad dilepas dari tahanan setelah pimpinan KPK dan Presiden memohon ke Kapolri. Mungkin Novel sudah dilepaskan atau segera dibebaskan karena Presiden Joko Widodo sudah memohon, meski bahasanya memerintahkan. Apa pun, polisi kini bertepuk dada: aku yang lebih kuat, kalian sudah neko-neko minta sekutu kalian dilepaskan."
"Polisi di atas angin?" tanya saya. "Jauh di atas angin," jawab Romo. "Dan polisi pun memberi kesan bahwa mereka bijak, toleran, sekaligus loyal. Sembari mengumbar bahwa kasus yang ditangani murni hukum, mereka toh mau melepas tangkapannya atas nama loyalitas, sekaligus membantah ada kriminalisasi."
Saya melongo dan Romo melanjutkan: "Polisi sebenarnya sudah mencoba menarik hati masyarakat dengan lebih gesit menangani korupsi. Kasus UPS di Pemda DKI yang melibatkan orang-orang populer, seperti Haji Lulung, sudah menarik wartawan ke Bareskrim. Sebentar lagi kasus Stadion Gedebage Bandung juga digelar. Keriuhan kamera yang tadi tumplek di lobi KPK bisa pindah ke Bareskrim, sedangkan KPK sudah kehilangan kekuatannya, bahkan pimpinannya mengancam mundur."
Saya menyela: "Bagus, dong, kalau polisi gesit menangkap koruptor." Romo menyahut: "Bagus, tapi kalau sembari masih punya dendam kepada KPK, bagaimana rakyat bisa percaya? Novel dan para penyidik KPK, yang asalnya dari polisi, bisa diperlakukan begitu, masyarakat tentu bertanya-tanya." Saya mengangguk.

Karena Klub Lamborghini RI, Negara-negara Ini Bukan Eropa Lagi


From: Bambang Udoyono 


http://news.detik.com/read/2015/05/04/000853/2904399/10/karena-klub-lamborghini-ri-negara-negara-ini-bukan-eropa-lagi

--

5.03.2015

Polisi Jangan Diskriminatif


From: A.Syauqi Yahya 


Minggu, 03/05/2015 18:14 WIB

Beberapa Mobil Lamborghini Tanpa Nopol Depan, Polisi Jangan Diskriminatif

http://m.detik.com/news/read/2015/05/03/181401/2904359/10/beberapa-mobil-lamborghini-tanpa-nopol-depan-polisi-jangan-diskriminatif

Ikhwanul Khabibi - detikNews

Jakarta - Polisi agar jangan bersikap diskriminatif terhadap kendaraan di jalan raya. Harus berani menindak tegas mobil yang tidak pakai nomor polisi (nopol) termasuk terhadap beberapa mobil Lamborghini yang tadi pagi melakukan konvoi di beberapa ruas jalan di Jakarta namun bagian depannya tidak ada nopolnya.

"Tindakan tegas dari polisi terhadap pengguna jalan raya yang melanggar aturan lalu lintas sangat diperlukan. Jangan sampai terkesan polisi diskriminatif dan pilih kasih. Sehingga kesannya tumpul ke atas tajam ke bawah," ungkap pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya hari ini, Minggu (3/5/2015) tentang sejumlah mobil Lamborghini yang tadi pagi tidak memakai nopol di bagian depannya saat konvoi di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Ironisnya, lanjut Aqua yang pernah mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, konvoi yang sudah jelas-jelas melanggar peraturan lalu lintas tersebut karena ada mobil yang tidak ada nopol di bagian depannya, dikawal polisi.

Masyarakat yang melihatnya, ujar Aqua, pasti sangat prihatin dan beranggapan polisi pilih kasih. Terkesan karena Lamborghini mobil mewah dan pemiliknya adalah orang kaya, polisi tidak berani menindaknya. Padahal di mata hukum semuanya sama, tidak ada perbedaan.

Seperti diberitakan, sekitar 9 mobil Lamborghini berkonvoi di SCBD, Jakarta Selatan, mendapat pengawalan kepolisian. Namun sebagian besar mobil super itu tak dilengkapi pelat (nopol) bagian depannya.

Pantauan detikcom, Minggu (3/5/2015), rombongan mobil mewah itu awalnya berkumpul di Bengkel Cafe, SCBD, Jakarta Selatan. Sejumlah polisi dengan mobil patwal tampak telah ada di lokasi. Kemudian, Lamborghini itu mulai konvoi sekitar pukul 08.00 WIB dengan pengawalan kepolisian lalu masuk ke gerbang tol Senayan. Mobil ini terus melaju dari Senayan ke arah Slipi.

Pantauan detikcom hanya dua mobil yang memasang pelat depan dan belakang dengan lengkap. Yaitu Lamborghini warna hitam dengan nopol B 1 HKD dan Lamborghini kuning B 900 MC. Sedangkan 7 mobil lainnya hanya memasang pelat belakang saja, tanpa pelat depan

Kendati begitu, pihak kepolisian tampak mengawal konvoi meski sebagain besar mobil tak dilengkapi pelat depan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, konvoi ini bergerak menuju kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.
Kasat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, pernah menjelaskan kendaraan harus memakai nomor polisi di bagian depan dan belakang.

"Seharusnya, mobil baik di depan atau belakang kendaraan ada pelat (nomor). Ini berlaku untuk semua kendaraan, depan belakang harus ada nomor polisi," kata AKBP Hindarsono kepada detikcom, Minggu (3/11/2013) lalu.

Nomor-nomor tersebut tak lain sebagai identitas sebuah kendaraan dan syarat kendaraan tersebut untuk melaju di jalanan. "Kalau di sirkuit enggak pakai pelat nomor memang tidak perlu, kalau di jalan raya itu wajib," tegasnya.

Aqua yang mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini menambahkan, sekitar dua tahun lalu, lewat wawancara dengan detikcom, Kasat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono sudah menegaskan tentang aturan itu. Sehingga tidak ada alasan bagi kendaraan jenis apa pun juga untuk tidak mematuhi itu.

"Ironis sekali jika kemudian pelanggaran serupa terulang kembali. Apalagi kejadian itu di saat polisi mengawal mobil-mobil mewah tersebut. Terkesan polisi yang melakukan pengawalan membiarkannya. Di sisi lain para pengemudi mobil-mobil yang tidak pakai nopol tersebut tidak menghormati polisi yang mengawal mereka dengan melanggar aturan lalu lintas," tegas Aqua yang telah pernah memotivasi ratusan ribu polisi baik yang bertugas di Indonesia maupun di luar negeri.

Aqua menyarankan agar ke depan polisi tidak mengulangi kesalahan serupa. Jangan mengawal kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas, sebab hal tersebut dapat menurunkan citra dan wibawa polisi.

"Polisi yang bertugas mengawal kendaraan harus berani dengan tegas menolak melakukan pengawalan jika kendaraan-kendaraan yang dikawal tidak memenuhi aturan lalu lintas. Itu jauh lebih baik dilaksanakan daripada menurunkan citra dan wibawa polisi serta menimbulkan cibiran dari masyarakat karena polisi dianggap diskriminatif dalam menegakkan hukum," pungkas Aqua.

5.02.2015

”pengkhianat” yang ”hendak menghancurkan korps”.


From: A.Syauqi Yahya 


SABTU, 02 MEI 2015 | 06:21 WIB

Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar

http://www.tempo.co/read/news/2015/05/02/063662792/Rekam-Jejak-Ini-yang-Membuat-Novel-Baswedan-Diincar


Penyidik KPK Novel Baswedan (tengah) mengenakan baju tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Bareskrim, Mabes Polri, Jakarta, 1 Mei 2015. ANTARA FOTO



TEMPO.CO , Jakarta:- Kepala Badan Reserse Kriminal Budi Waseso bisa saja mempertanyakan apa hebatnya Novel Baswedan. Namun faktanya, Novel Baswedan dikenal sebagai penyidik dengan rekam jejak jempolan. Pria kelahiran Semarang, 38 tahun ini adalah penyidik yang menangani dan membongkar kasus besar.

Karena itulah mengapa, seluruh pimpinan KPK menganggap perlu menjaminkan diri mereka, untuk menangguhkan penahanan Novel. Dalam suratnya ke Kepolisian, lima pemimpin KPK menjamin Novel tak akan melarikan diri, menghilangkan barang bukti atau mengulangi perbuatannya. Ketiga hal itu-- melarikan diri, menghilangkan bukti dan mengulangi perbuatan, adalah alasan yang dijadikan dasar polisi menahan Novel Baswedan.

"Kami bisa saja mundur jika penahanan masih dilakukan karena semua upaya yang sudah dikondisikan di KPK dnegan baik bisa berantakan," kata Pelaksana Tugas Wakil Ketua KPK, Johan Budi SP, Jumat 1 Mei 2015. "Seolah pimpinan KPK tak ada artinya dalam konteks ini."

Mantan Wakil Ketua KPK M Jasin berharap Novel segera dibebaskan. Ia menyebut Novel sebagai penyidik yang profesional dan berintegritas. "Novel adalah penyidik yang profesional dan berintegritas, dia banyak menangani kasus-kasus korupsi besar dan berisiko," ujar Jasin.

Novel masuk KPK pada Januari 2007, ketika lembaga ini dipimpin Taufiequrachman Ruki. Saat itu,cucu Abdurrahman Baswedan atau AR Baswedan, jurnalis, diplomat dan sastrawan yang juga anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), dan Anggota Dewan Konstituante --masih menjadi penyidik polisi untuk KPK. Novel menangani rupa-rupa kasus kakap.

Lulusan Akademi Kepolisian 1998 ini berperan besar dalam melacak pelarian Nunun Nurbaetie. Tersangka pemberi cek pelawat untuk 39 anggota Komisi Keuangan Dewan Perwakilan Rakyat pada pemilihan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia 2004 itu kabur ke sejumlah negara. Ia tak hanya melacak, tapi juga membawa Nunun Nurbaetie pulang dari pelariannya ke Tanah Air. Sepupu Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar dan Menengah Anies Baswedan ini menjadi penjemput Muhammad Nazaruddin, yang lari ke Cartagena Kolombia. Ia menjadi penyidik sejumlah perkara yang membelit bekas Bendahara Umum Partai Demokrat itu.

Novel juga memimpin penyidikan kasus suap proyek penyesuaian infrastruktur daerah yang menyeret sejumlah politikus Senayan, salah satunya politikus Partai Amanat Nasional Wa Ode Nurhayati dan Fahd A Rafiq, Ketua Angkatan Muda Partai Golkar. Kasus ini cukup pelik karena melibatkan para petinggi Badan Anggaran yang diduga menerima suap dari pelbagai daerah untuk persetujuan pencairan dana proyek senilai Rp 7,7 triliun itu.

Novel juga menangkap tersangka korupsi, antara lain Bupati Buol Amran Batalipu dan tiga tersangka kasus suap anggaran Pekan Olahraga Nasional di Riau. Juga membongkar kasus jual beli perkara pemilukada yang melibatkan Akil Mochtar Ketua Mahkamah Konstitusi saat itu/

Novel juga menjadi motor pengusutan kasus simulator kemudi yang menyeret sejumlah petinggi Polri. Ia memimpin pengeledahan Markas Korlantas Polri di Cawang, Jakarta Timur 30 Juli 2012 dan memeriksa para perwira polisi yang jadi saksi perkara itu. Termasuk menginterogasi tersangka utama: bekas Kepala Korps Lintas Polri Inspektur Jenderal Djoko Susilo yang ketika itu menjadi Gubernur Akademi Kepolisian.

Sejak itulah, Novel Baswedan terus diincar. Ia juga kerap teror dan intimidasi. Kesalahan Novel sebagai penyidik dicari-cari. Seorang petinggi Kepolisian saat itu menuturkan, independensi Novel sebagai penyidik membuat ia tak disukai di Kepolisian. Di sebuah mailing list internal kepolisian, namanya dijelek-jelekkan karena memimpin penggeledahan di Korlantas dan memeriksa jenderal polisi aktif. Novel dicap sebagai "pengkhianat" yang "hendak menghancurkan korps".

Oktober 2012, dua hari setelah penetapan Djoko Susilo sebagai tersangka, tim dari Bareskrim Mabes Polri memburu Novel Baswedan dan berencana menangkap perwira polisi itu gedung KPK. Bareskrim berdalih, Novel adalah tersangka untuk kasus kematian tersangka pencurian burung walet di Markas Kepolisian Resor Kota Bengkulu, tempat ia bertugas sebagai Kasatserse Polres Bengkulu tahun 2004. Kasus itu membuat Novel disidang secara etik dan membuat Novel ditarik ke Jakarta serta ditugaskan sebagai penyidik KPK dari unsur Polri.

Ketegangan penangkapan Novel meledakkan hubungan KPK dan Polri dan membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono turun tangan. Presiden meminta Kepolisian menghentikan pengusutan kasus Novel. (baca:Polisi: Penangkapan Novel Tak Perlu Izin Kapolri ) dan (baca:'Gawat, Kapolri Tak Tahu Anak Buahnya Kepung KPK'' )

Polisi kini membuka lagi penyidikan atas Novel setelah KPK menyidik dugaan suap dan gratifikasi Budi Gunawan, calon Kepala Polri yang pelantikannya dibatalkan Presiden Joko Widodo karena menjadi tersangka. Sejumlah personil Bareskrim terbang ke Bengkulu untuk memeriksa Irwansyah, pelaku pencurian sarang burung Walet dan memintanya bersaksi atas penembakan yang terjadi 2004 itu. (baca:Keluarga Korban Tidak Laporkan Kasus Novel )
Kepada Majalah Tempo, Irwansyah mengaku polisi bertanya hal yang sama yang pernah ditanya tahun 2012. Polisi juga minta dia bersaksi untuk itu.(Baca: Ini Kejanggalan Penetapan Novel Baswedan sebagai Tersangka) dan (baca:Polisi Berdalih Korban Novel Baru Menuntut)

Budi Gunawan kini dilantik menjadi Wakil Kepala Polri. Kasus suap dan gratifikasi yang semula ditangani KPK, kini diserahkan ke Kejaksaan Agung. Kepada Tempo, Maret lalu, Novel yang sejak November 2014 resmi pensiun dari polisi dan menjadi pegawai tetap KPK, mengaku tak khawatir dengan masa lalunya. Ia mengaku tak macam-macam sepanjang berkarier di Kepolisian. Yang ia cemaskan, kalau kesalahannya dibuat-buat. Tiba-tiba muncul kasus rekayasa. " Tapi saya siap, untuk membuka apa adanya," kata Novel Baswedan.(baca:Novel: Saya Sudah Menyangka Bakal Dikriminalisasi)

AGUSTINA WIDIARSI | MUHAMMAD RIZKI | DEWI SUCI | LINDA H
Berita Terkait
Bermalam di Bengkulu, Novel KPK Pilih Tidur di Bandara
Rekonstruksi Novel KPK, Korban Mengaku Belum Dihubungi 
Pengacara: Badrodin Bohong Mau Lepaskan Novel KPK
Rekonstruksi Batal, Novel KPK Pilih Tunggu Pengacaranya
Tak Ada Pengacara, Rekonstruksi Kasus Novel KPK Ditunda

Berita Terpopuler
Jokowi Minta Novel Tak Ditahan, Budi Waseso: Jangan Lebay!
Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar 
Pimpinan KPK Ancam Mundur, JK Angkat Bicara 
Jokowi Perintahkan Novel Tak Ditahan, Ini Kata Kapolri 
Bangkang Jokowi, Novel Baswedan Dibawa ke Bengkulu 
Tangkap Novel, Polri Jangan Membangkang Jokowi 
'Jokowi Minta Novel Tak Ditahan' Jadi Trending Topic 
Saking Gemuknya,Wanita Ini Diselamatkan Pakai 2 Mobil Derek
Minta Suami Dibebaskan, Istri Novel Baswedan Bikin Petisi
Eksekusi Mati di Korea Utara, Tahanan Hancur Seperti Bubuk
Tweet terkait Artikel


Sumardjo
Mardjodipo+
Mau berontak lawan Pres = lawan NKRI RT @peristiwaID: penyidik KPK Novel Baswedan ditangkap, Polisi dituding membangkang Jokowi. Koran Tempo
2h

Fadjroel Rachman
fadjroeL+
kalau tanding soal janggut, lebih panjang & lebat janggutnya Novel Baswedan Penyidik KPK lho daripada @Fahrihamzah :) pic.twitter.com/UiD2TODX36
5h

Sapu Koruptor
SapuKoruptor+
Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar tempo.co/read/news/2015… lewat @tempodotco #BebaskanNovelBaswedan
2h

Rahasia Negara
Intelijen_+
Selain menekan (KPK), penangkapan penyidik andalan KPK Novel Baswedan oleh Bareskrim Polri juga mempermalukan Presiden Jokowi
3h

Mova Al'Afghani
movanet+
Top story: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar | -nasional- | … tempo.co/read/news/2015…, see more tweetedtimes.com/movanet?s=tnp
1h

gitaputrid
gitaputrid+
Orang kerja bener malah ditangkap RT @temponewsroom: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K
4h

BornFree!!
HendiBram+
Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar tempo.co/s/1662792 via @tempodotco Jangan berebut ... ndak baik
29m

Abah
Jelemasaliwat+
Ga jauh dgn samad, "hanya" gara2 KK.. "@korantempo: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K"
5h

Umar Hp
BangUmar_+
Wow !!.. Super sekali.. "@temponewsroom: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K" - @jokowi_do2 @Pak_JK
5h

IndonesiaMorningShow
IMS_NET+
Sejumlah aktivis hukum yang tergabung dlm kuasa hukum penyidik KPK Novel Baswedan menanggapi penangkapannya sbg bentuk pelemahan KPK
5h

Kintamani Wijaya
KinWijaya+
Nda isa di buka link nya min "@tempodotco: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K"
4h

Andryadi BK
andryadi+
Ini yg membuat Polisi keder thd Novel Baswedan? tempo.co/read/news/2015… @KPK_RI #savenovelbasedan
2h

#LawanKORUPTOR
wijaya_sugeng+
"@temponewsroom: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K" #SaveNovelBaswedan
2h

Yayat Biaro
yayatbiaro+
Novel Baswedan penyidik tangguh di kpk, ternyata belum cukup tangguh utk jujur pd dirinya, soal aniaya tersangka sampe mati di masa lalu
4h

Fery Andriansyah
fery_andrian+
Polri membunuh imejnya sendiri...Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar tempo.co/s/1662792 lewat @tempodotco
1h

Gunawan Handoko
gunhandoko+
Kalau rekam jejak BUWAS gimana, prestasinya apa?"@temponewsroom: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K"
4h

erwin
erwin_7688+
Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar &nbsp; tempo.co/read/news/2015… via @tempodotco
18m

NEGRI KONSPIRASI
BektiSanyoto+
Hati2 TRIO BH-BG-BW.."@tempodotco: Rekam Jejak Ini yang Membuat Novel Baswedan Diincar bit.ly/1ECPK4K"
4h

Hominus Nocturna
rifkiyamani+
LAWAN!!! RT @gm_gm : Novel Baswedan, penyidik KPK yg tangguh itu, ditangkap polisi. Balas dendam para buaya. Mari bela KPK! #BelaKPK
5h

Bincang Pagi
BincangPagi+
(3) Kapolri menyebut, penangkapan thd Novel Baswedan oleh penyidik Bareskrim Polri sudah sesuai prosedur.
5h
Crowdynews
Full Screen

Tujuh Kebohongan Polisi


From: A.Syauqi Yahya 


Pengacara: Tujuh Kebohongan Polisi dalam Kasus Novel Baswedan

http://m.republika.co.id/berita/nasional/hukum/15/05/02/nnpj3m-pengacara-tujuh-kebohongan-polisi-dalam-kasus-novel-baswedan

02 Mei 2015 12:26 WIB

Penyidik KPK Novel Baswedan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tim pengacara Novel Baswedan menilai banyak kejanggalan yang terjadi sejak penangkapan hingga pemeriksaan yang dilakukan Bareskrim Polri. Semua itu terjadi hanya dalam waktu 1x24 jam, sejak penyidik KPK tersebut ditangkap di rumahnya, Jumat (1/5) dinihari.

"Ada beberapa kebohongan polisi dalam kasus Novel Baswedan hanya dalam waktu 1x24 jam," kata tim penasehat hukum Novel, Muji Kartika Rahayu, Sabtu (2/5).

Dalam pernyataannya, Kepala Bareskrim Polri Komjen Budi Waseso mengatakan telah menelepon pengacara Novel Baswedan. Namun, menurut Muji, hal itu tidak pernah ada. Faktanya, sejak Jumat dinihari pukul 03.00 WIB pascapenangkapan, tim pengacara tidak diberi akses ke Novel dan bahkan tidak diberitahu keberadaannya.

Kedua, lanjut Muji, polisi menyatakan bahwa tidak ada penahanan dan yang ada adalah penangkapan selama 1x24 jam. Faktanya adalah penahan. Surat penahanan ada dan bahkan beberapa media telah memperlihatkan surat penahanan tersebut.

Ketiga, ada 25 pengacara yang disebut ingin ikut rekonstruksi di Bengkulu. Faktanya, kata Muji, tidak ada pengacara yang ingin ikut rekonstruksi dengan biaya polisi. Pengacara tetap menolak rekonstruksi, sebab Novel ketika kejadian tidak berada di tempat. Menurutnya, rekonstruksi juga merupakan rekayasa polisi untuk mengarahkan opini publik.

"Kemudian polisi menyampaikan rekonstruksi pukul 09.00 WIB (2/5). Faktanya, rekonstruksi dilakukan malam pada 1 Mei," kata Muji.

Kelima, lanjut dia, polisi mengatakan Novel mempunyai empat rumah mewah di Kelapa Gading. Faktanya, Novel hanya punya satu rumah ukuran 105 meter persegi.

Keenam, Novel ditangkap dan ditahan karena alasan mangkir dua kali pemeriksaan. Menurut Muji, Novel tidak datang karena perintah pimpinan dan tugas di KPK. Ada surat dari pimpinan KPK ke Mabes Polri yang membuktikan hal tersebut.

Terakhir, tidak ada surat penggeledahan ke rumah Novel dan penyitaan barang-barang pribadi milik Novel, istrinya, dan anaknya. Surat penyitaan pun tidak disiapkan. "Akankah kebohongan ini terus berlanjut seiring dengan pembangkangan polisi terhadap Presiden (Jokowi)?" ujar Muji.

Red: Ilham
Rep: Mas Alamil Huda

dipercepat semua kah?!


From: <djuliadi55@gmail.com>



5.01.2015

Pewangi


From: A.Syauqi Yahya


Pewangi

Minggu, 19 April 2015 | 00:22 WIB

Putu Setia

Di ruang kerja saya, bercokol alat pewangi yang sudah saya beli hampir dua tahun lalu. Harganya Rp 65 ribu komplet baterai. Setiap bulan saya hanya membeli isi ulang minyak wanginya, rata-rata Rp 15 ribu. Setahun, anggaran pewangi jadi Rp 180 ribu. Kalau tiap tahun alat penyemprotnya harus diganti, total anggaran pewangi itu Rp 245 ribu. Seharusnya saya bisa berhemat kalau mau mematikan alat penyemprot itu jika saya pergi beberapa hari.
Mohon tak membandingkan dengan pewangi di ruang kerja DPR. Beda merek dan aroma, beda harga. Tapi, konon, di dunia wangi-wangian, perbedaan itu tipis. Kalau dianggap sama, berapa anggaran pewangi ideal di ruang kerja DPR? Jika ada seribu ruangan, termasuk toilet dan lorong, anggaran yang dibutuhkan cuma Rp 245 juta. Sebutlah di sudut-sudut lain juga ada pewanginya dengan kualitas lebih yahud, anggarannya tak sampai Rp 1 miliar. Ini persis seperti anggaran pewangi DPR tahun lalu. Sekarang kenapa anggaran pewangi itu membengkak sampai Rp 2,3 miliar? Kata teman saya, "Karena banyak anggota DPR sekarang berbau busuk, jadi perlu pengharum lebih banyak, meskipun tetap saja busuk."
Ah, itu sindiran teman, saya tak mau terhasut. Saya positif saja. Saya menduga anggota DPR butuh yang lebih wangi karena kini banyak dari kalangan artis yang biasa pesolek. Juga bertambah banyak perokoknya, bahkan ada yang merokok di ruang sidang, meski cepat minta maaf-karena ketahuan. Jadi, penyebab bau busuk itu, busuk yang sebenarnya bukan kiasan, karena ulah mereka sendiri.
Kelengkapan di gedung parlemen sering disebabkan oleh ulah anggota parlemen yang tak bisa mengendalikan diri. Misalnya, kini ada wacana untuk membentuk "polisi parlemen". Usul itu lahir karena sidang-sidang di gedung rakyat ini suka ricuh. Ada meja dijungkirkan, ada saling dorong, bahkan ada yang berkelahi. Petugas pengamanan internal kewalahan, maka "polisi parlemen" diusulkan. Coba kalau mereka disiplin bersidang seperti rapat-rapat masyarakat adat, tak akan ada pikiran membuat polisi khusus. Anggota parlemen perlu belajar dari rakyat.
Rumah jabatan DPR di Kalibata dan Ulujami pun tahun ini dianggarkan Rp 36 miliar lebih. Ini juga tak masuk akal, kenapa rumah itu diperbaiki terus padahal tak banyak dihuni anggota. Saya sering ke Kalibata karena teman saya jadi anggota DPR dari "fraksi hidup sederhana". Rumah jabatan itu tak besar amat. Bagi anggota DPR dari "fraksi hidup mewah", rumah jabatan itu tak dilirik. Tak ada kolam renang khusus, misalnya. Tapi ada penghuninya, heran kan?
Anggota DPR saat ini memang lain dibanding masa lalu. Perhatian mereka kepada sesama makhluk hidup sangatlah besar. Misalnya, di taman gedung DPR sekarang ada 58 ekor rusa. Anggaran makan dan perawatannya setahun Rp 650 juta atau Rp 54 juta lebih sebulan atau sehari hampir Rp 2 juta. Tidak banyak. Tapi adakah kaitan antara rusa dan hak angket? Tentu anggota DPR lebih maklum dibanding saya sebagai rakyat.
Pimpinan DPR sendiri tak peduli dengan anggaran-anggaran itu. Kutip misal pernyataan Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah, "Anggota DPR itu tidak ada hubungannya dengan belanja maintenance gedung, itu agak jauh, jadi itu bukan konsen anggota DPR dan pimpinan." Kalau urusan "rumah tangga" saja tak konsen, bagaimana dengan urusan rakyat yang jauh dari Senayan? Di sini saya merasa sedih sebagai rakyat, karena saya memilih anggota DPR itu sebagai wakil rakyat, artinya "petugas rakyat". Kalau tak mau disebut "petugas rakyat", ya, silakan keluar.

Sistem Islam Wujudkan Inklusi Keuangan


From: A.Syauqi Yahya


Menkeu: Sistem Islam Wujudkan Inklusi Keuangan

http://m.republika.co.id/berita/ekonomi/makro/15/05/01/nnmwad-menkeu-sistem-islam-wujudkan-inklusi-keuangan

01 May 2015 11:00 WIB

Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro (kiri).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA-- Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengatakan sistem keuangan Islam yang menekankan keadilan dan melarang berbagai bentuk spekulasi akan mendorong terwujudnya inklusi keuangan.

"Prinsip keuangan Islam merupakan prinsip yang tepat untuk mewujudkan 'financial inclusion' (inklusi keuangan) di kalangan masyarakat yang pada akhirnya akan memperkuat stabilitas perekonomian nasional," katanya pada acara pembukaan Muktamar III IAEI dan Seminar Ekonomi Islam "Building Strategic Alliance in Islamic Economics, Finance and Business Policies" di Gedung Dhanapala Kementerian Keuangan RI, Jakarta, Kamis (30/4).

Menurut Bambang yang juga Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) itu, prinsip yang dianut sistem keuangan tersebut mendorong terwujudnya keseimbangan dan terpenuhinya rasa keadilan. "Sistem keuangan Islam mengutamakan prinsip keadilan dan melarang segala bentuk ketidakadilan," tuturnya.

Lebih lanjut ia mengatakan penerapan prinsip syariah dalam industri keuangan telah menegaskan daya tahannya dalam menghadapi berbagai krisis keuangan. Ia mencontohkan Bank Muamalat sebagai bank syariah pertama di Indonesia yang berhasil lolos dari krisis ekonomi pada 2008.

Hal itu telah membuat banyak pihak melirik sistem keuangan Islam dan menganggapnya memiliki potensi besar untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, ujarnya. Bambang mengatakan prinsip keuangan Islam mengutamakan etika dalam berusaha dan melarang spekulasi tentang ketidakpastian.

"Prinsip keuangan islam juga mengutamakan berbagi risko dari pada mengalihkan risiko. Prinsip keuangan islam melarang transaksi 'money for money' dan mengharuskan adanya aset riil yang mendasari suatu transaksi," ujarnya.

Red: Bilal Ramadhan

Sumber:Antara

Kenapa Dibawa Ke Mako Brimob Kelapa Dia !?


From: A.Syauqi Yahya


Jumat, 01/05/2015 11:51 WIB

Novel Ditahan karena Menolak Diperiksa di Mako Brimob Kelapa Dua

http://m.detik.com/news/read/2015/05/01/115118/2903280/10/novel-ditahan-karena-menolak-diperiksa-di-mako-brimob-kelapa-dua

Elza Astari Retaduari - detikNews

FOKUS BERITA
Novel Baswedan Ditangkap
Jakarta - Novel Baswedan akhirnya ditahan dan dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Penyidik senior KPK tersebut ditahan karena menolak permintaan penyidik Bareskrim untuk diperiksa lanjutan di Kelapa Dua.

"Saat pemeriksaan surat penahanan itu belum ada. Lalu penyidik bilang akan melanjutkan pemeriksaan di Kelapa Dua, Novel menolak karena dalam surat ditulis pemeriksaan di Bareskrim dan bukan di Kelapa Dua," ujar kuasa hukum Novel, Muji Kartika Rahayu, di Gedung Bareskrim, Jl Trunojoyo, Jaksel, Jumat (1/5/2015).

Selanjutnya, kata Muji, penyidik menyiapkan surat penahanan. Novel juga menyatakan menolak penahanan tersebut dan menuliskan alasan-alasannya.

"Kita tolak pemeriksaan di Kelapa Dua. Mereka membuat surat penahanan, Novel menolaknya dan menuliskan alasan-alasannya karena memang tidak ada alasan untuk menahannya," kata Muji.

Saat ini Muji beserta tim kuasa hukum Novel lainnya juga menyusul Novel ke Kelapa Dua untuk memberi dampingan. Ia belum mengetahui apakah ada dari pimpinan KPK yang akan memberikan jaminan untuk penangguhan Novel.

"Ini saya mau ke sana (Kelapa Dua). Kalau dari statement di media katanya begitu (pimpinan KPK akan menjamin Novel), tapi saya belum tahu, belum ada koordinasi," tutur Muji.

Novel dibawa paksa oleh 13 penyidik Bareskrim dari rumahnya di Kelapa Gading, Jakut, dinihari tadi. Setelah hampir 12 jam berada di Bareskrim, Novel dibawa ke Mako Brimob dan sudah mengenakan baju tahanan oranye.

Pemeriksaan dilakukan setelah kuasa hukum Novel bertemu dengannya. Saat dibawa penyidik ke Mako Brimob, raut muka Novel terlihat datar dan ia enggan memberikan statement.

"Jadi tai Novel ditangkap jam 12 malam, jam 3 pagi kita di sini belum bisa ketemu Novel. Ternyata Novel sudah di-BAP sejak jam 2. Novel menolak memberi keterangan sebelum didampingi pengacara," pungkas Muji.

(ear/ndr)

Share: Twitter | Facebook | Email
(18) Komentar | Kirim komentar
Baca Juga:
Pimpinan KPK SMS dan Datangi Rumah Kapolri, Tapi Tak Ada Tanggapan
Novel Baswedan Ditahan dan Dibawa ke Mako Brimob Kelapa Dua
Jaminkan Diri untuk Novel Baswedan, Lima Pimpinan KPK Surati Bareskrim