4.30.2014

Konsisten ..... ning njur angel golek bolo (kebacut do matre, pengin dibagehi kursi menteri).




JAKARTA, KOMPAS.com - Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristanto tidak khawatir koalisi ramping yang dirancang PDI-P akan mempersulit jalan pemerintahan mendatang seandainya partai tersebut menang dalam pemilu. Sebaliknya, Hasto menilai bahwa semakin banyak partai oposisi akan semakin baik bagi pemerintah untuk mendapatkan masukan maupun kritik.

"Ketika PDI-P dipercaya rakyat nanti, kami memberikan tempat untuk partai politik yang menyatakan diri, karena kesadaran membangun demokrasi yang sehat untuk berada di luar pemerintahan, untuk mengawasi, memberikan masukan dan kritik, melakukan check and balances," kata Hasto di Media Center JKW4P, kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (29/4/2014).

Hasto mengatakan, partainya tidak mau membangun koalisi seperti yang dibangun oleh Partai Demokrat selama 10 tahun pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono. Hasto mengakui, koalisi besar memang membuat program pemerintah berjalan lancar. Namun, menurutnya, tidak sedikit dari program-program itu yang tidak bersifat pro terhadap rakyat kecil. Hasto menilai, hal itu bisa terjadi karena program diambil sendiri tanpa mempertimbangkan kritik dan masukan dari partai oposisi.

"Kami belajar betul dengan koalisi yang lalu. Jadi, koalisi kita ini tidak akan terjebak ke dalam mayoritas tunggal yang hanya mementingkan pada dominasi kekuasaan dibanding agenda pemerintahan yang pro rakyat," ujarnya.

Oleh karena itu, PDI-P masih tetap akan berkoalisi dengan Partai Nasdem yang sudah setuju untuk tidak bagi-bagi kursi dalam pemerintahan. Jika ada partai lain yang mempunyai komitmen seperti itu, Hasto menyatakan bahwa partainya siap menerima.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar