4.27.2014

"Anyep"




MINGGU, 27 APRIL 2014 | 16:40 WIB

Debat Konvensi Demokrat Jadi Ajang Puji SBY

TEMPO.CO, Jakarta - Debat publik peserta konvensi penjaringan calon presiden Partai Demokrat pada Ahad siang, 26 April 2014 berlangsung "adem". Debat yang semula diprediksi menjadi ajang beradu argumen para calon presiden peserta konvensi ternyata hanya berjalan satu arah.

Dipandu moderator Hinca Panjaitan, sebelas peserta konvensi bergantian memaparkan pandangannya berdasarkan tema yang disiapkan panelis. Tiga panelis silih berganti mengajukan pertanyaan adalah Dosen Ekonomi Universitas Indonesia, Sua Hasil Nazar, Agus Wijoyo dan Purbaya Yudi Sadewa.

Acara debat berjudul Debat Bernegara itu berlangsung dua sesi. Sesi pertama mulai pukul 10.40-12.50 WIB. Tema besar dalam sesi pertama adalah ekonomi dan pembangunan. Ada empat pertanyaan yang disampaikan panelis yaitu rencana pembangunan lima tahun, pengentasan kemiskinan, lapangan kerja dan ketahanan energi dan pangan.

Setiap peserta diberi kesempatan menjawab selama dua menit. Sedangkan sesi kedua berlangsung pukul 13.50- 16.20 WIB. Pertanyaan di sesi ini antara lain, kebijakan pertahanan, keamanan, pendidikan dan kesehatan. Total, ada 10 pertanyaan untuk dua sesi debat itu.

Dalam setiap pertanyaan selalu saja ada peserta yang memuji program kerja yang pernah dilakukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ketua Umum Demokrat itu dianggap bisa meletakkan dasar pembangunan dengan baik.

Dalam pengentasan kemiskinan, salah seorang peserta, Dino Patti Djalal mengatakan bila terpilih jadi capres, dia mau melanjutkan kebijakan yang sudah dilakukan SBY. "Pemerintah mendatang perlu menjaga kesinambungan pembangunan dan mempertahankan kebijakan pro-rakyat," kata Dino, Ahad, 27 April 2014.

Dalam bindang pendidikan, peserta konvensi, Dahlan Iskan mengapresiasi kebijakan SBY menaikkan gaji guru. Menurut Dahlan, kenaikan gaji guru secara tak langsung telah meningkatkan kualitas pendidikan nasional. Sedangkan di bidang pertahanan keamanan, Anies Baswedan mengatakan bangga atas program revitalisasi alutista yang sudah dilakukan. "Kebijakan revitalisasi ini harus dilanjutkan hingga 2019 nanti."

Pelaksaan debat konvensi menjadi tambah "anyep" lantaran adanya larangan dari SBY agar penonton dan pendukung salah satu calon untuk tenang dan hemat dalam memberi tepuk tangan. Tepuk tangan hanya boleh dilakukan bila peserta selesai menyampaikan pandangan. (Baca: SBY Interupsi Debat Konvensi Saat Fan Teriak Keras)

SBY yang duduk di bangku VIP diapit Ani Yudhoyono dan Maftuh Basyuni, terlihat serius menyimak pemaparan setiap peserta. Sementara anaknya yang juga Sekretaris Jenderal, Edhie Baskoro Yudhoyono duduk tak setenang SBY. Ibas terlihat beberapa kali mengganti posisi duduknya, dan bahkan beberapa kali menekur dan meletakkan siku di lutut.

IRA GUSLINA SUFA

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar