12.20.2014

Salah Konsep Efisiensi



From: A.Syauqi Yahya 


Ingin Jual Gedung BUMN, Menteri Rini Dianggap Fahri Hamzah Salah Konsep Efisiensi

KOMPAS.com/INDRA AKUNTONO

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah

Kamis, 18 Desember 2014 | 17:52 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah mengatakan, Menteri Badan Usaha Milik Negara Rini Soemarno salah kaprah dalam memahami konsep efisiensi dengan menjual Gedung BUMN. Menurut Fahri, Rini tidak perlu menjual Gedung BUMN, tetapi memberikan gedung tersebut untuk mengganti pembangunan gedung lain yang dana pembuatannya masuk dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

"Seharusnya cara dia menghemat anggaran yaitu coret satu pembangunan gedung di dalam APBN, lalu suruh pindah ke situ (Gedung BUMN)," kata Fahri, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/12/2014).

Fahri mengatakan, pembangunan gedung dengan menggunakan dana APBN hingga saat ini terus dilakukan oleh pemerintah. Sebagai orang yang mengajukan proposal APBN, kata Fahri, Presiden Joko Widodo bisa memanggil Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro untuk mencoret pembangunan gedung yang menggunakan dana APBN, kemudian dialihkan untuk menggunakan Gedung BUMN.

"Sekali lagi kan yang mengajukan proposal APBN kan Presiden. Panggil saja Kemenkeu. 'Pak Bambang saya lihat proposalnya. Ini saya coret ya. Pindahin saja ke gedung kita. Gedung kita kosong kok'. Begitu," kata politisi Partai Keadilan Sejahtera itu.

Menurut Fahri, Rini tidak perlu berkoar-koar dengan wacana menjual Gedung BUMN. Fahri meminta agar Jokowi dan para menterinya segera membuat langkah-langkah yang menunjukkan revolusi mental.

"Saya khawatir Pak Jokowi tidak paham dengan menterinya. Coba belajar dulu. Nanti Januari bikin kagum kita. Ini revolusi mental," kata Fahri.

Sebelumnya, Rini berpendapat bahwa Gedung Kementerian BUMN terlalu besar bagi kementerian yang hanya memiliki 250 pegawai tersebut. Belum lagi, menurut Rini, gedung yang terdiri dari 21 lantai itu membutuhkan banyak daya listrik untuk alat pengatur suhu di semua ruangan.

Rini mengaku berencana menjual gedung kementeriannya untuk tujuan efisiensi biaya operasi kementerian. Setelah gedung kementeriannya terjual, dia mengaku akan menyewa gedung yang relatif kecil untuk berkantor, tetapi mengatakan belum memikirkan alternatif pengganti kantornya tersebut. (Baca: Atas Nama Efisiensi, Rini Soemarno Berencana Jual Gedung Kementerian BUMN)

Penulis: Fathur Rochman
Editor: Bayu Galih

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar