11.01.2014

Bagaimana Dengan Indonesia ?


From: A.Syauqi Yahya


Sabtu, 01/11/2014 05:43

Laporan dari Thailand

Thailand Sudah Punya Pelabuhan Khusus Otomotif Sejak 27 Tahun Lalu

http://m.detik.com/oto/read/2014/11/01/054338/2736088/1207/1/thailand-sudah-punya-pelabuhan-khusus-otomotif-sejak-27-tahun-lalu

Suhendra - detikOto

Bangkok - Pemerintah Thailand sudah menyiapkan infrastruktur pendukung industrinya termasuk untuk sektor industri otomotif sejak 27 tahun lalu. Sebagai negara produsen dan eksportir mobil, Thailand sudah punya dua pelabuhan besar untuk ekspor impor mobil yaitu di Bangkok Port dan Laem Chabang Port di kawasan pendukung Bangkok.

Laem Chabang Port kini menjadi salah satu pintu gerbang ekonomi Thailand, karena di sinilah kegiatan ekspor-impor mobil, angkutan barang lainnya termasuk dermaga kapal pesiar dilakukan.

Pelabuhan Laem Chabang dibangun sejak 1987, kemudian mulai beroperasi sejak Januari 1991 dengan luas kawasan kini mencapai 2.572 acre.

Deputy GM Terminal NYK Auto Logistics Thailand Wasurat Krachangmon mengatakan pembangunan Laem Chabang sudah disiapkan oleh pemerintah Thailand melalui otoritas pelabuhan yang dikelola oleh Port Authority of Thailand (PAT) yang menjadi pemegang kuasa Bangkok Port, Laem Chabang Port, Ranong Port, Chieng Saen Port, dan Chieng Khong Port.

Kehadiran pelabuhan paling besar di Thailand ini juga menjadi daya tarik munculnya industri-industri di sekitar Laem Chabang termasuk pabrik-pabrik mobil seperti Mitsubishi, Toyota, dan lainnya.

"Jaraknya 110 km dari Bangkok, waktu tempuh normalnya 1,5 jam," kata Wasurat dalam kunjungan lapangan Media Trip To Thailand bersama PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, di Pelabuhan Laem Chabang, Thailand, Jumat (31/10/2014)

Wasurat mengatakan berdasarkan studi pemerintah, Bangkok Port di Bangkok akan kelebihan kapasitas bila tak ada pelabuhan baru. Selain itu, kedalaman laut di Bangkok Port sudah tak memadai yaitu hanya 8 meter, sedangkan di Laem Chabang Port memiliki kedalaman 14 meter bahkan ada yang mencapai 16 meter sehingga cocok untuk kapal-kapal besar untuk kegiatan ekspor dan impor, dengan kapasitas penuh 10,8 juta Teus per tahun.

Wasurat mengatakan kini banyak pabrikan mobil merapat mendirikan pabrik dekat dengan Laem Chabang Port, ia mengatakan beberapa pabrik mobil seperti Toyota jaraknya sekitar 80 Km dari Laem Chabang. Selain itu, ada pabrik mobil Mitsubishi yang hanya berjarak 2 Km dari Laem Chabang,

"Ada juga pabrik Honda yang juga dekat, Mitsubishi terdekat 2 Km. Mitsubishi memang hanya untuk ekspor," katanya.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Pengembangan sektor industri otomotif di Indonesia, tak hanya tertinggal dengan Thailand dalam hal regulasi dan pelayanan investasi. Selain itu, juga persoalan penyediaan infrastruktur seperti akses jalan dan kepadatan pelabuhan yang terkait dengan biaya logistik.

Saat ini pabrikan mobil di Indonesia, masih menumpuk di Pulau Jawa, khususnya secara spesifik di Jakarta. Beberapa merek seperti Daihatsu, Suzuki, Isuzu, Mitsubishi, dan Toyota memiliki pabrik di wilayah Jakarta.

Meskipun kini, sebagian pabrik-pabrik mereka mulai dikembangkan di wilayah pinggiran Jakarta yang lebih jauh seperti Karawang hingga Purwakarta, tercatat ada beberapa merek yang sudah punya pabrik di kawasan Karawang seperti Toyota, Daihatsu, Honda, Nissan, Hino.

Keberadaan pabrik-pabrik mobil ini yang lokasinya makin menjauh dari Jakarta menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah dalam hal penyediaan infrastruktur khususnya jalan dan pelabuhan. Kapasitas Pelabuhan Tanjung Priok yang semakin terbatas dan akses menuju pelabuhan terbesa

Sehingga muncullah program dari pemerintah sebuah rencana pembangunan Pelabunan skala internasional baru di utara Jawa Barat yang merupakan bagian dari rancangan Metropolitan Priority Area (MPA) yang menggandeng pemerintah Jepang. MPA mendesain sebuah pelabuhan yang berlokasi di Cilamaya, Karawang, Jawa Barat.

Keberadaan pabrik-pabrik otomotif baru di Karawang hingga Purwakarta, Jawa Barat yang tak diimbangi akses ke pelabuhan, maka biaya logistik makin mahal karena jarak tempuh semakin jauh. Sebagai pembanding jarak tempuh Tanjung Priok ke kawasan Karawang bisa mencapai 75Km. Sedangkan bila ada pelabuhan baru seperti di Cilamaya maka jaraknya hanya 35 Km dari pusat kegiatan produksi para pabrikan mobil khususnya Jepang.

Namun rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya bukan perkara mudah, banyak gesekan-gesekan yang terjadi. Misalnya soal terganggunya aset strategis nasional yang dimiliki oleh PT Pertamina berupa pipa-pipa migas di Cilamaya, hingga fasilitas-fasilitas produksi migas yang dimiliki Pertamina yang dipastikan terusik bila Pelabuhan Cilamaya dibangun.

Bagi para industri termasuk pelaku industri otomotif, kehadiran Pelabuhan baru seperti di Cilamaya atau lokasi lainnya, maupun perluasan Pelabuhan Tanjung Priok menjadi harapan. Mereka mencoba memperhitungkan, dengan adanya proyeksi peningkatan produksi mobil di Indonesia hinggga 2,6 juta unit pada 2020 maka dibutuhkan kapasitas tambahan pelabuhan di sekitar Jakarta,untuk kegiatan ekspor maupun domestik.

Masalah lain akan muncul, setelah ada perluasan Pelabuhan di Tanjung Priok (Pelabuhan Kalibaru), yaitu soal kapasitas akses menuju ke pelabuhan yang dipastikan akan semakin padat.

Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Kebijakan Industri I Made Dana M Tangkas di lokasi Laem Chabang Port mengatakan pemerintah Indonesia perlu meniru pemerintah Thailand, yang memberikan dorongan kepada industri mereka dengan menyiapkan infrastruktur yang lengkap termasuk pelabuhan dan tol yang memadai menopang sektor industri. Dana mengatakan, akses pelabuhan ke Laem Chabang cukup banyak seperti beberapa akses tol, termasuk adanya jaringan kereta barang, berbeda dengan di Tanjung Priok hanya satu akses saja.

"Kalau cuma satu pelabuhan di Priok saja. Bagaimana nanti pada 2020, produksi mobil di Indonesia akan meningkat 2 juta unit per tahun. Kita lihat di sini apa yang dibuat Thailand dengan adanya pelabuhan baru (Laem Chabang) telah memberikan kondisi yang nyaman buat pelaku industri," kata Dana.

Halaman « 1 2 3

--

Tidak ada komentar:

Posting Komentar