Anahad O'Connor, kolumnis harian The New York Times, belum lama ini menulis
sebuah artikel yang mengaitkan kebiasaan mengunyah es batu dengan anemia.
.
"Para peneliti sebenarnya tidak benar-benar memahami kaitannya, tetapi
beberapa di antara mereka mencurigai bahwa konsumsi es yang kompulsif -yang
disebut pagophagia– meringankan peradangan di mulut yang disebabkan oleh
kurangnya kadar zat besi dalam tubuh," begitu tulisnya.
.
Dari pengalaman para dokter, pasien yang mengaku mengidap kebiasaan ini
ternyata memang menunjukkan rendahnya kadar hemoglobin, setelah dilakukan
tes darah. Kondisi inilah yang disebut dengan pagophagia tersebut, yang
mengindikasikan kurangnya kadar zat besi dalam darah.
.
Ternyata, cukup banyak pembaca kolomnya yang memiliki pengalaman semacam
itu. Seorang perempuan bernama Nancy meninggalkan pesan di bawah artikel
tersebut.
.
"Itu memang suatu dorongan buat saya," tulis Nancy. "Saya mengunyah es
sampai tiga gigi saya rusak, dan harus membuang uang untuk memperbaikinya.
Saya lalu didiagnosa dengan anemia yang parah, mulai mengonsumsi zat besi,
dan harus menjalani prosedur ablasi. Sejak saat itu saya tidak pernah ingin
sepotong es sama sekali."
.
Kerusakan gigi tampaknya memang merupakan efek langsung dari kebiasaan
mengunyah es batu. Es bisa mengikis enamel gigi, begitu menurut Dr Igal
Elyassi, ahli kosmetika gigi dan pemilik Wilshire Smile Studio Dental Group
di Los Angeles. Menurut Elyassi, kerusakan itu akibat aktivitas gigi dalam
upaya memecahkan substansi yang keras dalam waktu lama. Hal ini memberi
pengaruh yang sama dengan kebiasaan orang menggeratakkan gigi saat tidur.
Akibatnya, gigi yang terkena bisa menjadi lebih pendek. Atau, ketika Anda
mengunyah es dalam jumlah banyak, bisa-bisa seluruh gigi Anda bisa rontok.
.
Pada situs MSN, Elyassi mengatakan bahwa sebenarnya kebiasaan ini tidak
sulit dihentikan. Ia menyarankan untuk mengganti es batu dengan minuman
yang dingin. Sementara itu, gigi yang rusak bisa diatasi dengan pemakaian
pelapis atau jaket gigi.
.
Semoga bermanfaat.
.
Sent with AquaMail for Android
https://www.mobisystems.com/aqua-mail

Tidak ada komentar:
Posting Komentar