5.03.2015

Polisi Jangan Diskriminatif


From: A.Syauqi Yahya 


Minggu, 03/05/2015 18:14 WIB

Beberapa Mobil Lamborghini Tanpa Nopol Depan, Polisi Jangan Diskriminatif

http://m.detik.com/news/read/2015/05/03/181401/2904359/10/beberapa-mobil-lamborghini-tanpa-nopol-depan-polisi-jangan-diskriminatif

Ikhwanul Khabibi - detikNews

Jakarta - Polisi agar jangan bersikap diskriminatif terhadap kendaraan di jalan raya. Harus berani menindak tegas mobil yang tidak pakai nomor polisi (nopol) termasuk terhadap beberapa mobil Lamborghini yang tadi pagi melakukan konvoi di beberapa ruas jalan di Jakarta namun bagian depannya tidak ada nopolnya.

"Tindakan tegas dari polisi terhadap pengguna jalan raya yang melanggar aturan lalu lintas sangat diperlukan. Jangan sampai terkesan polisi diskriminatif dan pilih kasih. Sehingga kesannya tumpul ke atas tajam ke bawah," ungkap pengamat kepolisian Aqua Dwipayana saat diminta tanggapannya hari ini, Minggu (3/5/2015) tentang sejumlah mobil Lamborghini yang tadi pagi tidak memakai nopol di bagian depannya saat konvoi di beberapa ruas jalan di Jakarta.

Ironisnya, lanjut Aqua yang pernah mengajar Komunikasi di Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Polri, konvoi yang sudah jelas-jelas melanggar peraturan lalu lintas tersebut karena ada mobil yang tidak ada nopol di bagian depannya, dikawal polisi.

Masyarakat yang melihatnya, ujar Aqua, pasti sangat prihatin dan beranggapan polisi pilih kasih. Terkesan karena Lamborghini mobil mewah dan pemiliknya adalah orang kaya, polisi tidak berani menindaknya. Padahal di mata hukum semuanya sama, tidak ada perbedaan.

Seperti diberitakan, sekitar 9 mobil Lamborghini berkonvoi di SCBD, Jakarta Selatan, mendapat pengawalan kepolisian. Namun sebagian besar mobil super itu tak dilengkapi pelat (nopol) bagian depannya.

Pantauan detikcom, Minggu (3/5/2015), rombongan mobil mewah itu awalnya berkumpul di Bengkel Cafe, SCBD, Jakarta Selatan. Sejumlah polisi dengan mobil patwal tampak telah ada di lokasi. Kemudian, Lamborghini itu mulai konvoi sekitar pukul 08.00 WIB dengan pengawalan kepolisian lalu masuk ke gerbang tol Senayan. Mobil ini terus melaju dari Senayan ke arah Slipi.

Pantauan detikcom hanya dua mobil yang memasang pelat depan dan belakang dengan lengkap. Yaitu Lamborghini warna hitam dengan nopol B 1 HKD dan Lamborghini kuning B 900 MC. Sedangkan 7 mobil lainnya hanya memasang pelat belakang saja, tanpa pelat depan

Kendati begitu, pihak kepolisian tampak mengawal konvoi meski sebagain besar mobil tak dilengkapi pelat depan. Berdasarkan informasi yang diperoleh, konvoi ini bergerak menuju kawasan Alam Sutera, Serpong, Tangerang Selatan.
Kasat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono, pernah menjelaskan kendaraan harus memakai nomor polisi di bagian depan dan belakang.

"Seharusnya, mobil baik di depan atau belakang kendaraan ada pelat (nomor). Ini berlaku untuk semua kendaraan, depan belakang harus ada nomor polisi," kata AKBP Hindarsono kepada detikcom, Minggu (3/11/2013) lalu.

Nomor-nomor tersebut tak lain sebagai identitas sebuah kendaraan dan syarat kendaraan tersebut untuk melaju di jalanan. "Kalau di sirkuit enggak pakai pelat nomor memang tidak perlu, kalau di jalan raya itu wajib," tegasnya.

Aqua yang mantan wartawan harian Jawa Pos dan Bisnis Indonesia ini menambahkan, sekitar dua tahun lalu, lewat wawancara dengan detikcom, Kasat Penegakan Hukum Direktorat Lalu Lintas Polda Metro Jaya, AKBP Hindarsono sudah menegaskan tentang aturan itu. Sehingga tidak ada alasan bagi kendaraan jenis apa pun juga untuk tidak mematuhi itu.

"Ironis sekali jika kemudian pelanggaran serupa terulang kembali. Apalagi kejadian itu di saat polisi mengawal mobil-mobil mewah tersebut. Terkesan polisi yang melakukan pengawalan membiarkannya. Di sisi lain para pengemudi mobil-mobil yang tidak pakai nopol tersebut tidak menghormati polisi yang mengawal mereka dengan melanggar aturan lalu lintas," tegas Aqua yang telah pernah memotivasi ratusan ribu polisi baik yang bertugas di Indonesia maupun di luar negeri.

Aqua menyarankan agar ke depan polisi tidak mengulangi kesalahan serupa. Jangan mengawal kendaraan yang melanggar aturan lalu lintas, sebab hal tersebut dapat menurunkan citra dan wibawa polisi.

"Polisi yang bertugas mengawal kendaraan harus berani dengan tegas menolak melakukan pengawalan jika kendaraan-kendaraan yang dikawal tidak memenuhi aturan lalu lintas. Itu jauh lebih baik dilaksanakan daripada menurunkan citra dan wibawa polisi serta menimbulkan cibiran dari masyarakat karena polisi dianggap diskriminatif dalam menegakkan hukum," pungkas Aqua.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar