3.14.2012

Luka---- buat yang berkenan ajah!...

Opo

monggo....

---------------

Anda Punya Luka?
 
Pernahkah anda melihat orang yang sedikit-sedikit jengkel dengan temannya, sedikit-sedikit gak suka dengan orang lain, sedikit-sedikit tersinggung dengan orang lain, sedikit-sedikit sakit hati dengan orang lain?
 
Menurut anda, apakah dia kebetulan tidak beruntung, punya banyak teman yang menyebalkan? Atau menurut anda, dia sendiri yang terlalu sensitif?
 
Ya! Saya yakin anda setuju dengan saya. Dia yang terlalu sensitif, sebab kalau semua temannya memang menyebalkan, mereka semua tidak akan pernah berteman dan pasti tidak akan ada cerita pertemanan.
 
Lalu, ada apa dengan dia yang terlalu sensitif ini? John C. Maxwel dalam salah satu bukunya mengatakan Orang yang terluka akan mudah merasa sakit. Salah seorang teman saya, orang dari Belanda, menyebutnya sebagai "people with long toe". Orang-orang yang berjempol kaki panjang. Mudah keinjak orang lain. Sedikit-sedikit meringis kesakitan dan bilang, "Sakit tau!"
 
Problemnya adalah, orang-orang seperti ini membawa lukanya atau rasa sakitnya kemana-mana. Dia akan mempersalahkan orang lain kalau tersenggol dan merasakan sakit. Dia tidak merasa ada luka dalam dirinya. Dia merasa sehat-sehat saja. Orang lainlah yang bermasalah.
 
Ada beberapa hal yang perlu kita ketahui agar kita lebih peka terhadap orang yang terluka atau bahkan menyadari jangan-jangan kita sendiri punya luka.
 
 
Orang yang terluka sering melukai orang lain.
Karena tidak bisa menahan "rasa sakit", orang yang terluka sering "muntah", yaitu: tidak segan-segan mempersalahkan orang lain, merendahkan martabat orang lain dalam pikirannya maupun perkatannya, menyerang orang lain dengan kata-kata buruk atau kasar, menyebar gosip buruk tentang seseorang.
 

 

Orang yang terluka sering/mudah terluka oleh orang lain.
Jika seseorang tertusuk serpihan kecil di jarinya, dan ia tidak mencabutnya, jarinya akan bengkak dan terinfeksi. Lalu ketika orang lain menyenggolnya secara tak sengaja, ia akan meringis dan memaki orang yang menyenggolnya. Luka atau rasa sakit secara batin bekerja dengan cara yang sama.
 
Orang yang terluka sering melukai diri mereka sendiri.
Karena tidak tahan terhadap "rasa sakit" dari lukanya, seringkali orang yang terluka tidak peduli lagi terhadap hal paling penting bagi hidupnya: hubungan dengan orang lain. Ia menghancurkan jembatan yang harus ia lalui.
 
Nasehat yang baik bagi orang yang terluka adalah, "Bila anda ingin mencapai impian anda, sebuah perjalanan yang jauh, dengan cara yang cepat, maka jangan membawa bagasi yang tidak perlu. Tanggalkan semua iri hati, cemburu, sikap tidak dapat memaafkan, egoisme dan air mata." Orang yang tidak bisa mengatasi lukanya, mengalami kesulitan melakukannya.
 
Orang sehat itu.....

lebih mau berubah
lebih mau menerima kegagalan
lebih mau membahas persoalan
lebih mau belajar dari orang lain
lebih mau melakukan sesuatu
untuk mengatasi masalah mampu melakukan perjalanan dengan sedikit bawaan
 
 

Orang terluka itu.....

kurang mau berubah

kurang mau menerima kegagalan
kurang mau membahas persoalan
kurang mau belajar dari orang lain

kurang mau melakukan sesuatu untuk mengatasi masalah membawa banyak bagasi

 

 

Untuk memastikan anda tidak punya luka, anda bisa melakukan tes sederhana. Bila anda punya keberanian, tanyakan kepada keluarga anda, teman atau relasi anda, kebiasaan anda yang mana yang bisa menimbulkan kerusakan hubungan? Coba lihat reaksi anda, apakah anda bisa mendengar dengan hati anda? Menerima penjelasan apa adanya tanpa keinginan menolak atau menjelaskan alasan apapun? Dan berterima kasih atas pengamatan dan kesediaannya berterus terang?
 
Bagaimana Bila Anda Terluka?
Sebagian besar orang mengatasi lukanya dengan sesuatu yang memberi rasa lega sementara. Mereka menggunakan alkohol, makanan, seks atau hal lain untuk menghibur diri dan meringankan rasa sakit. Setelah sekian lama, ternyata luka tersebut belum sembuh, masih berdarah saat dibuka kembali.
 
Kalau anda ingin sembuh, anda memerlukan sesuatu yang lebih dari sekedar pereda rasa sakit. Anda perlu sesuatu untuk menjadi sehat.
 
Anda perlu mempelajari lebih dalam luka tersebut. Seringkali anda memerlukan orang lain yang punya kemampuan untuk membantu anda mengatasinya. Gali permasalahannya, berusahalah melihat apa yang menyebabkan rasa sakit, bukan siapa yang menyebabkannya. Lupakan siapanya..

 

Sumber :  Buku, Winning With People (John C. Maxwell).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar