3.07.2019

Dua kisah

Mr Lin Sao Gen telah menikah selama lebih dari 35 tahun. Setelah meninggal,
ia meninggalkan 2 putra dan 2 putri, serta warisan 10 juta US dolar. Suatu
jumlah yang sangat fantastis besarnya.


Setelah di pemakaman, istrinya mrs Lin, membagikan warisan sama rata kepada
empat anaknya, dengan berpikir kelak anak-anak akan merawatnya!


Tapi setelah anak-anaknya mendapatkan uang warisan, ia dibuang di sebuah
panti jompo dan tidak mau mengurusnya lagi. Empat anaknya tidak pernah
datang untuk menjenguknya. Beberapa tahun kemudian, mrs Lin bunuh diri
karena Depresi!


Dalam waktu yang sama, ada seorang janda yaitu Mrs Liu, berusia sama dengan
mrs Lin. Suaminya juga meninggalkan 2 putra dan 2 putri serta uang 10 juta
dolar US untuk warisan nya.


Mrs Liu menempatkan uangnya dalam tabungan dan deposito, hanya dengan Bunga
dari Deposito itu dia bisa menjalani kehidupan dengan sangat Baik dari
warisan suaminya!


Dia memilih hidup di sebuah Panti Jompo yang cukup mewah. Dia mengatakan
kepada anak-anak dan cucu-cucunya :


"Setiap kali kalian datang mengunjungi saya, Kalian akan mendapat US 100.
Menemaniku ke Restoran untuk makan, saya
yang akan membayarnya. Siapa yang ada disampingku saat saya meninggal, akan
mendapat setengah dari Warisan saya".


Dengan cara ini selama beberapa tahun, dia telah tinggal dengan Biaya
sendiri di sebuah Panti Jompo Senior. Anak laki-laki dan anak perempuan
serta cucu-cucunya hampir setiap liburan mengunjunginya. Dia menjalani
kehidupannya dengan sangat Bahagia!


Anda orang Bijak, membaca contoh kehidupan yang nyata seperti ini. Suatu
ketika, kita akan menjadi seperti keadaan Mrs Liu, kita tidak perlu
berharap Terlalu Banyak terhadap Anak-anak dan cucu-cucu kita ..


Mereka pasti akan sering menemani kita, jika kita menerapkan Metode yang
Tepat. Kita tidak hanya diperlakukan dengan ber Martabat, tetapi juga dapat
menikmati Kasih Sayang keluarga.


Cerita diatas bukan hanya Cerita Fiktif belaka. Tetapi banyak Orang Tua
yang Sudah Mengalami Nasib yang sama seperti Mrs Lin diatas.


Juga supaya kita Jangan sampai di Remehkan oleh Anak, Menantu ataupun Cucu
kita. Sebaiknya kita Siap-siap menjalani hidup di Hari Tua kita ...


Karena jaman sekarang didunia ini Agama bisa tumbuh Subur. Tetapi Pelajaran
Moral Ethic terhadap Orang Tua tidak mencapai ke Hati Sanubari anak-anak
sekarang.


Jika anda merasa kisah ini menyentuh sanubari anda yang paling dalam,
silahkan di share kisah ini.


Anda jangan mengira bahwa Anda berbeda dengan 2 kisah di atas karena
perbedaan kultur dan suku bangsa.


Tapi anda harus ingat satu pepatah tua yang masih valid sampai sekarang ...


"Uang tidak mengenal Saudara".

Sent with AquaMail for Android
https://www.mobisystems.com/aqua-mail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar