Blognya alumni SMPN 1 Magelang; berbagi kenangan; berbagi rasa dan berbagi cerita.... OPEN to all of alumnus.
5.01.2014
Gak mau didikte buruh
Ini Kata Jokowi soal Buruh "Outsourcing"

Kompas.com/Kurnia Sari Aziza
Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo.
Kamis, 1 Mei 2014 | 18:04 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com -- Bakal calon presiden Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joko Widodo, angkat bicara terkait penerapan sistem alih daya (outsourcing). Pada aksi unjuk rasa Hari Buruh, Kamis (1/5/2014), banyak yang menyerukan untuk tidak memilih Jokowi pada Pilpres 2014.
Sebab, sistem outsourcing merupakan kebijakan Megawati Soekarnoputri saat menjabat sebagai Presiden RI. Megawati adalah Ketua Umum PDI-P, partai yang mencalonkan Jokowi sebagai presdien Indonesia mendatang.
"Kembali lagi ke undang-undangnya. Kalau di dalam undang-undangnya tidak boleh menerapkan outsourcing dan di lapangan ada yang menerapkan, ya tidak benar," kata Jokowi, di Taman Suropati 7, Jakarta, Kamis (1/5/2014).
Jika kelak menjadi presiden, lanjut Jokowi, dia akan tetap memimpin berlandaskan undang-undang dan konstitusi yang berlaku. Sistem outsourcing itu berlaku sesuai dengan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.
Adapun lima jenis pekerjaan yang diperbolehkan menggunakan tenaga outsourcing adalah cleaning service, keamanan, transportasi, katering, dan pemborongan pertambangan.
Sebagian buruh dari Gabungan Solidaritas Perjuangan Buruh (GSPB) Bekasi mengimbau Jokowi untuk menjadi capres yang berani menghapus sistem outsourcing. Menurut mereka, penghapusan sistem ini merupakan bagian dari komitmen seorang capres dalam memperjuangkan nasib buruh.
Menanggapi hal tersebut, Jokowi menegaskan, dirinya tetap akan mengikuti peraturan yang berlaku. "Sekali lagi, pertumbuhan ekonomi penting. Tapi, yang lebih penting lagi adalah pemerataan. Kembali lagi, kita harus berdasar undang-undang dan konstitusi," kata Jokowi.
Siapa Menyusul ? Hmm.....ramping tenaaann....
Kamis, 01/05/2014 08:04 WIB
PDIP, PKB dan NasDem Deal, PPP Menyusul?
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Jakarta - Koalisi pendukung Jokowi semakin menguat. Setelah Partai NasDem, PKB ikut masuk barisan pendukung Jokowi. Siapa menyusul?
Jokowi memang sempat mengatakan bakal ada satu atau dua 'partai hijau merapat'. Dua 'partai hijau' yang melakukan pendekatan dengan PDIP adalah PKB dan PPP.
"Jadi, akan nambah (partai) satu atau dua lagi. Baru tadi siang dapat kabar," kata Jokowi di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa (29/4/2014).
Dan Rabu (30/4) malam satu parpol telah merapat ke PDIP. Sekjen PKB Imam Nahrawi menegaskan bahwa kerja sama PDIP-PKB tinggal peresmian. PKB pun tak meminta jatah cawapres maupun menteri.
"Koalisi yang kami bangun ini berangkat dari kepercayaan kami bahwa PDIP akan arif dan bijaksana dalam menentukan cawapres dan menteri-menteri yang ditunjuk nantinya jika menang. Jadi bagi kami, soal cawapres kami serahkan sepenuhnya kepada Ibu Mega, Pak Jokowi dan PDIP untuk menentukan," kata Sekjen PKB Imam Nahrawi, dalam siaran pers, Rabu (30/4).
Sementara itu di tempat berbeda Jokowi juga menyatakan sinyal koalisi dengan PPP juga semakin kuat. Meskipun Ketua Umum PPP Suryadharma Ali masih terus merapat ke capres Gerindra Prabowo Subianto.
"Titik terangnya ada tapi belum selesai, dengan dua partai," kata Jokowi di rumah dinasnya, Jalan Suropati, Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (30/4/2014)
--Budaya Membaca Orang Jepang
Budaya Membaca Orang Jepang
Weedy Koshino
01 May 2014 | 03:51
Sumber: Ilustrasi/Kampret (Stefanus Leba)
Ketika saya sedang lari pagi, kebetulan rute yang saya ambil kali ini adalah rute persawahan, dekat dengan SD si sulung, sekalian berharap siapa tahu bisa melihat si sulung main bola di lapangan sekolah hehe
Lagi asik jogging sambil mendengarkan lagu The Cure melalui HP yang tersambung ke earphone, mata saya tertumbuk pada sebuah truk kecil yang terparkir dipinggir sawah, bagian belakang penuh dengan alat-alat pertanian, mobilnya pun sangat dekil penuh lumpur, dengan seorang pengendara yang sedang duduk didepan, seorang lelaki tua berambut tipis, bisa dikatakan sudah kakek, hmm lagi ngapain ya? Seorang kakek (seperti) memakai kacamata baca yang melorot sampai ujung batang hidungnya, dengan mata serius menatap ke bawah.
Kira-kira beberapa meter dari truk itu, saya siap-siap mau ngelongok ngapain sih si kakek di dalam mobil. Ketika pas di samping pintu truknya, saya pelankan lari saya dan menoleh ke samping. Terkejut saya. Kakek petani itu sedang membaca buku!
Entah buku apa yang dibacanya, terlihat lembaran kertas yang sudah menguning dan kusam, dan disebelah bangku, ada sebuah koran yang sepertinya masih terlipat rapi.
Salut saya. Petani adalah suatu pekerjaan yang cukup berat. Bukan hanya pikiran saja yang digunakan untuk memikirkan bibit unggul yang akan ditanam, cara tanam yang baik hingga menghasilkan hasil yang memuaskan, menyikapi hama dan taifun yag kerap datang ke Jepang. Bukan itu saja, perlu tenaga yang kuat! Dari yang mencelupkan bibit padi satu-satu, memelihara berkembangnya padi dengan baik sampai pada acara panen ketika musim gugur tiba. Tapi, begitu tercekat saya ketika ditengah sibuknya pekerjaan yang dijalani, sang kakek petani itu masih meluangkan waktunya di sela-sela jam istirahatnya, padahal ia bisa saja merebahkan tubuhnya di kursi mobil sambil memejamkan matanya sejenak, atau melakukan aktifitas lainnya yang bisa mengistirahatan total bagian tubuhnya untuk nanti dipakai kembali untuk bekerja. Tapi ternyata, kakek itu seperti tak ingin menyianyiakan waktunya terbuang percuma, di pakailah waktu rehatnya untuk membaca!
Melihat orang Jepang kemana-mana selalu membawa buku yang bersampul, baik itu di kereta, di bis, di taman memang bukan hal yang aneh lagi. Cintanya mereka terhadap buku sudah tidak bisa dikatakan gemar lagi, tapi membaca buku sudah jadi budaya mayarakat Jepang.
Saya pernah tanya kepada suami saya, "kenapa sih orang Jepang suka membaca buku? Sejak kapan?" Jawabannya sangat simple, sejak dulu! Mereka terbiasa karena dibiasakan untuk membaca buku, tentu saja yang bisa `memaksa` mereka adalah SEKOLAH.
Saya jadi ingat pelajaran SD si sulung dengan mata pelajaran, Kokugo-Ondoku, yang artinya pelajaran Bahasa Jepang, membaca dengan bersuara. Dari kelas satu sisulung selalu ada PR untuk membaca buku yang sudah ditetapkan dari halaman berapa sampai halaman berapa si sulung harus membaca dengan suara yang jelas dan kita orang tua wajib mendengarkan dan mengoreksi kalau ada kata-kata yang salah pengucapannya. Dan itu setiap hari! Sampai si sulung jadi hafal dan mengerti apa yang sedang diceritakan dalam buku bacaannya itu. Selain tugas itu ada lagi, yaitu membaca buku yang ada di rumah, nah ini membuat kami orang tua harus meluangkan waktu juga untuk selalu meng –up to date- koleksi buku-buku di rumah. Walau tugas baca buku koleksi di rumah ini tidak setiap hari dilakukan, tapi setidaknya cara itu bisa menyulut anak-anak untuk terus berakrab dengan yang namanya buku dan kegiatan membaca.
Kata suami pun, pelajaran dalam hal membaca buku ini sudah dari dulu, dalam arti waktu suami SD pun, sekitar hampir 40 tahun yang lalu, ia pun selalu dicecoki untuk membaca, membaca dan membaca oleh sekolah. Dukungan sekolah untuk urusan baca membaca ini, adalah dengan melengkapi perpustakaan sekolah dan perpustakaan kota dengan buku-buku referensi baik itu buku-buku lama bahkan buku terbaru sehingga membuat semangat anak-anak di Jepang meminjamnya untuk dibawa pulang ke rumah.
Selain `dipaksa` dari sekolah, peran keluarga juga bisa dikatakan berpengaruh juga, saya dengar orang tua Jepang cukup strict kalau urusan ketekunan belajar. Dalam keluarga suami, bisa terlihat gimana mereka menerapkan peraturan yang saya pikir bagus untuk diterapkan juga oleh anak-anak saya di rumah. Misalnya, sebelum sarapan orangtuanya mengharuskan anak-anaknya untuk membaca buku satu bab setiap harinya. Walau terlihat males-malesan tapi ternyata lambat laun ketertarikan anak terhadap sesuatu hal bisa terbaca dengan jelas. Misalnya, ketika ke toko buka, kecenderungan anak untuk mojok di counter buku tentang apa, dsb. Jadi sejak dini orangtua sudah bisa mengarahkan potensi anak. Selain Sekolah dan Keluarga, perlu juga dukungan dari pihak luar, misalnya adanya media yang membantu agar anak-anak gemar membaca. Sebagai contoh adanya koran ibu dan anak (oyako shinbun).
Dok. Pribadi Koran Ibu dan Anak (Oyako Shinbun)
Ya, koran ibu dan anak. Lucu ya! Beda loh dengan koran biasa, kalau tidak salah setiap bulan satu kali kami mendapat promosi dari koran langganan kami, dengan memberi satu eksemplar gratis koran ibu dan anak. Dan bisa dipastikan, ketika melihat dikoran orangtuanya terselip bonus koran ini, biasanya langsung diserbu oleh unyil-unyil di rumah.
Koran ibu dan anak, biasanya isinya semarak dengan gambar yang warna warni, sehingga menarik anak-anak untuk mengintipnya. Selain itu topic yang dibahas pun, walau berita actual tapi dengan kalimat yang mudah dicerna, bahkan kalau ada kata yang susah sang anak bisa segera mencari di kamus, karena setiap kanji yang tertulis ada huruf hiraganya. Bukan saja memudahkan si anak saja loh, bagi saya orang asingpun lebih mudah baca berita melalui koran ini hehe beneran deh koran untuk ibu dan anak, enak dan ringan untuk dicerna otak.
Begitu pentingnya membaca baik itu koran, buku serta media cetak lainnya bagi orang Jepang, membuat perusahaan-perusahaan penghasil berita lewat media cetak tidak mati suri, hidup segan mati tak mau. Walau sekarang jaman sudah canggih dengan teknologi internet dalam arti gak perlu beli koran toh bisa lihat berita online, tapi tetap bagi masyarakat Jepang memegang koran itu suatu kebutuhan khusus yang tak tergantikan. Terbukti masih banyak loper koran yang membagikan koran-korannya tidak hanya pagi buta saja tapi menjelang senja pun, ibu-ibu rumah tangga dan anak-anak sekolah yang bekerja paruh waktu terlihat membawa koran terisi penuh di keranjang sepedanya. Ya, berlangganan koran pagi dan koran sore. Suatu kebiasaan orang Jepang yang tidak ingin ketinggalan berita terbaru! Patut diacungi jempol.
Pecutan buat saya, walau sebaris, bacalah berita untuk menambah pengetahuan. Tetaplah berfikir kalau diri adalah orang bodoh agar tetap terpacu untuk menimba ilmu dari siapa dan apa saja.
Salam Hangat, WK
Dibaca : 321 kali
30 %
Buruh di Tangerang Raya Tuntut Kenaikan Upah 30 Persen
Kompas.com/Yohanes DebrithonNeonnub
Ratusan buruh di Tangerang yang tergabung dalam Konfederasi Pekerja Seluruh Indonesia (KPSI) menggelar aksi demo menuntut kenaikan upah 30 persen di Jalan Marsekal Surya Dharma, Kota Tangerang, Rabu (30/4/2014).
Rabu, 30 April 2014 | 16:49 WIB
TANGERANG, KOMPAS.com - Buruh-buruh di Tangerang Raya (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) yang tergabung dalam Konfederasi Pekerja Seluruh Indonesia (KPSI) menggelar aksi demonstrasi di Jalan Marsekal Surya Dharma, Kota Tangerang.
Mereka menuntut kenaikan upah sebesar 30 persen. "Tahun lalu kita sudah berhasil membuat Hari Buruh menjadi hari libur nasional. Hari ini ingin kenaikan upah bagi buruh sebesar 30 persen," kata Ketua DPC Indofood Suhandar dalam orasinya di depan ratusan buruh yang memadati Jalan Marsekal Surya Dharma, Rabu (30/4/2014).
Menurut dia, gaji buruh saat ini masih di bawah standar yang layak. Para buruh menginginkan kesejahteraan mereka juga diperhatikan. "Kami tuntut sistem outsourcing dihapus karena sangat merugikan kaum buruh. Kami juga minta penghapusan sistem kontrak kerja berjangka," sambungnya.
Para buruh berpandangan bahwa sistem outsourcing yang dibuat perusahaan membuat tenaga kerja atau buruh tidak memperoleh jaminan keselamatan kerja dan jaminan kesehatan. Wahyu, salah seorang buruh yang ikut berdemo mengatakan, mereka hanya ingin kesejahteraan mereka juga diperhatikan negara dan perusahaan.
"Gaji yang diterima gak cukup. Untuk makan sehari-hari aja udah susah, apalagi mau sekolahkan anak," kata Wahyu.
Berdasarkan pantaun Kompas.com, aksi demontrasi ini diikuti ratusan buruh dari berbagai perusahaan di kawasan industri Jatake dan berbagai perusahaan di Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan.
Aksi demontrasi ini dijaga ratusan aparat kepolisian dari Polsek Metro Tangerang dan dibantu beberapa anggota TNI.
Sebagai informasi, pada November 2013, Gubernur Atut Chosiyah telah menetapkan upah minumum kabupaten/kota se-Provinsi Banten dalam Surat Keputusan Gubernur Banten Nomor 151/Kep 582-Huk/2013 tertanggal 22 November 2013.
Adapun besar UMK ketujuh kabupaten/kota yakni Kabupaten Padeglang Rp 1.418.000, Kabupaten Lebak Rp 1.490.000, Kabupaten Tangerang Rp 2.442.000, Kota Serang Rp 2.166.000, Kota Cilegon Rp 2.443.000, Kota Tangerang 2.444.301 dan Kota Tangerang Selatan Rp 2.442.000.
Penulis: Yohanes Debrito Neonnub
Editor: Kistyarin
Sektor Ketenagakerjaan Indonesia Masih Banyak PR
Hadapi MEA, Sektor Ketenagakerjaan Indonesia Masih Banyak PR
KOMPAS IMAGES / VITALIS YOGI TRISNA
Ilustrasi tenaga kerja
Rabu, 30 April 2014 | 17:52 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com - Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan dimulai pada tahun 2015 mendatang. Namun, pembangunan ketenagakerjaan di Indonesia dinilai masih sangat rendah.
"Yang pasti, kondisi ini mengharuskan kita untuk mencari suatu pemecahan yang tidak lagi bersifat normatif, tapi ke arah terobosan agar tenaga kerja sebagai aset bangsa tidak justru menjadu beban di kemudian hari bagi pembangunan," kata Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Pemberdayaan Tenaga Kerja, Frans Go di Kantor Kementerian Perindustrian, Rabu (30/4/2014).
Menurut Frans, sektor tenaga kerja di Indonesia masih menghadapi permasalahan, baik di dalam negeri maupun di luar negeri. Permasalaha pertama adalah kesempatan kerja yang terbatas. Ini karena pertumbuhan ekonomi belum mampu menyerap angkatan kerja yang masuk ke dalam pasar kerja dan jumlah penganggur yang telah ada.
"Kedua, rendahnya kualitas angkatan kerja. Berdasarkan data BPS (Badan Pusat Statistik) Agustus 2013, rendahnya kualitas angkatan kerja terindikasi dari perkiraan komposisi angkatan kerja yang sebagian besar berpendidikan SD ke bawah yang masih mencapai 52 juta orang atau 46,95 persen," papar Frans.
Permasalahan ketiga adalah masih tingginya tingkat pengangguran. BPS melaporkan tingkat pengangguran terbuka di Indonesia pada Agustus 2013 mencapai 6,25 persen atau naik dibandingkan Februari 2013 yang tercatat 5,92 persen dan Agustus 2012 6,14 persen.
"Masalah lain yang terjadi pada sektor ketenagakerjaan antara lain kenaikan upah yang signifikan dalam konteks UMR (Upah Minimum Regional), isu pekerjaan yang bersifat outsourcing (alih daya), hingga isu pengangguran," jelas Frans.
Penulis: Sakina Rakhma Diah Setiawan
Editor: Bambang Priyo Jatmiko
Mayday
1 Mei Hari Buruh Dikasih Libur, Buruh Malah Kebingungan
Nur Cahyo
01 May 2014 | 12:14
Asyik tanggal merah....Hari ini 1 Mei adalah hari libur nasional, maksud pemerintah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional adalah memberi kesempatan bagi para buruh (Sebenarnya saya lebih senang menyebutkan karyawan) untuk mengekspresikan diri dan menyampaikan aspirasinya secara lebih tertib dan tidak mengganggu kepentingan umum.Kalau kita cermati setiap perayaan hari buruh internasional 1 Mei (atau lebih terkenal dengan sebutan Mayday) otomatis aktifitas perekoonomian lumpuh total. Jalanan macet dimana-mana, truk-truk muatan bahan mentah dan suku cadang tidak bisa berjalan karena akses ke tempat produksi terhalang, sweeping terhadap karyawan di pabrik-pabrik untuk ikut unjuk rasa.Secara total setiap 1 Mei adalah hari paling tidak produktif se-Indonesia karena dunia usaha rugi miliaran rupiah. Belum efek sosial yang ditimbulkan akibat kemacetan yang terjadi karena aksi unjuk rasa buruh. Salah satu tuntutan dari aksi buruh adalah menetapkan 1 Mei sebagai hari libur nasional. Nah sekarang dah dikasih libur nih sama SBY . Senang saudara-saudara ? Bingung bung ! Itulah kenyataannya. Dengan ditetapkannya Mayday sebagai libur nasional, yang terjadi adalah ketakutan akan jumlah massa yang akan ikut aksi turun ke jalan. Dari tahun ke tahun jumlah massa dari kalangan buruh yang ikut aksi turun ke jalan mencapai ribuan jumlahnya. Dengan gagahnya mereka menutup jalan Sudirman Thamrin dan bergerak ke Istana Negara. Kok bisa peserta aksi massa ribuan ? Ya jelas bisa, lha wong hari itu hari kerja, tinggal ancam saja manajemen perusahaan atau sweeping perusahaan tetangga untuk dapat jumlah massa yang banyak. Kalau sekarang diliburkan nasional bagaimana dapat massa dalam jumlah besar untuk aksi ? Ada organisasi Serikat Pekerja yang sampai harus membuat Doorprize Sepeda Motorbagi peserta aksi yang akan ikut unjuk rasa pada Mayday tahun ini, karena ketakutan jumlah massa yang datang sedikit. Nah itu punya duit buat beli doorprize sepeda motor. Katanya buruh kaum tertindas ? Kenapa harus ada iming-iming doorprize segala. Bukankah semangat juang kaum tertindas itu harus muncul dari hati. Ada pula yang lebih dahsyat lagi, ada organisasi besar serikat pekerja yang merencakan aksi massa besar-besaran justru pada tanggal 2 Mei (bukan 1 Mei). Halo halooo... hari buruh internasionalnya kapan bung ? Memangnya di Indonesia diubah jadi 2 Mei ya ? Alasannya adalah 1 Mei adalah hari libur, kalau demo ke instansi pemerintah nggak ada yang dengar dan lihat. Capek deh !Kalau kita kembali pada esensi peringatan hari buruh internasional dalah sebagai peringatan atas terjadinya tragedi Haymarket di Amerika Serikat tahun 1880-an yang menewaskan ratusan buruh karena menuntut 8 jam kerja. Indonesia juga memiliki pejuang buruh wanita yaitu Marsinah, pejuang buruh usia 24 tahun yang meninggal karena memperjuangkan hak buruh.Presiden Sukarno sendiri juga telah menaruh perhatian khusus atas Mayday pada era orde baru dengan turut hadir dan memberikan penekanan atas hak kebebasan berserikat, kritik dan berpendapat. Dimana pada era orde baru peringatan Mayday tidak diberi tempat karena dianggap menjurus pada anarki. Dimana pada saat itu aktivis-aktivis buruh menjadi penentang arus dan siap dengan risiko, seperti yang terjadi pada Marsinah yang diculik dan ditemukan meninggal karena penganiayaan berat setelah menghilang selama 3 hari. Di era reformasi ini yang terjadi justru adanya perpecahan di kalangan organisasi besar serikat buruh. Coba perhatikan, jika ada kongres serikat buruh dan ada pihak yang tidak terpilih sebagai ketua maka dia akan membuat serikat buruh tandingan dengan membawa pengikutnya. Awal carut marutnya perjuangan buruh yang mulai ternoda oleh egoisme. Coba kalau anda iseng jalan-jalan saat aksi unjuk rasa dan bertanya pada buruh yang unjuk rasa. "Bung, apa sih tuntutan anda ?" "Wah nggak tahu mas, saya Cuma ikut-ikutan saja. Lumayan nggak kerja hari ini. Tanya saja sama yang cuap-cuap pakai TOA itu." Rata-rata jawabannya adalah seperti itu. Massa aksi yang dibawa rata-rata tidak mengerti dengan tuntutan-tuntutan yang digaungkan. Misalkan Hapus outsourcing, upah murah dan lainnya yang selalu jadi tuntutan standarnya.
Mari bung saatnya kita kembalikan semangat perjuangan buruh pada hakikatnya. Semangatnya adalah PARTNERSHIP dengan semua pihak. Ya pemerintah ya pengusaha ya masyarakat umum. Jangan Cuma menuntut, tapi tunjukkan bahwa buruh Indonesia adalah buruh paling PRODUKTIF se-Asia Tenggara.
Jangan Cuma tuntut "Tolak Upah Murah" tunjukkan bahwa dengan upah yang ada saat ini buruh bisa produktif. Logika sederhana, kalau buruh produktif maka laba perusahaan akan naik, kalau laba perusahaan naik perekonomian nasional meningkat. Naikin upah ? Kalau produktif sih cing cay lah...Yuk Jadi buruh/pekerja produktif ! "Selamat Memperingati Mayday dengan Produktif, Bung !" @alwayscahyo
Dibaca : 19 kali
Habis Manis Sepah Dibuang
From: A.Syauqi Yahya
Rabu, 30/04/2014 10:53 WIB
Nasib Hary Tanoe, Habis Manis Sepah Dibuang
Elvan Dany Sutrisno - detikNews
Hasil Pemilu 2014 Mengejutkan
Jakarta - Masuknya bos MNC group Hary Tanoesoedibjo ke Hanura pada bulan Februari 2013 silam sempat dianggap sebagai angin segar untuk mendongkrak suara. Tapi hasil quick count Pileg berkata lain, posisi HT kian terpojok bahkan didesak mundur.
Semua elite Hanura menyambut kedatangan Hary Tanoe kala itu, semua yakin sosok Hary Tanoe yang memiliki banyak media bakal menjadi faktor penting pendongkrak suara Hanura di Pemilu 2014. Tak terkecuali Ketua Bapilu Partai Hanura saat itu, Yuddy Chrisnandi.
"Dengan masuknya Pak Hary Tanoe, kita sangat bersyukur. Kita tidak ada masalah lagi dengan publikasi, popularitas, elektabilitas partai maupun Pak Wiranto sebagai capres," kata Yuddy, kepada detikcom, Senin (18/2/2013) lalu.
Hanura berharap banyak pada sosok Hary Tanoe. Dia berharap HT yang kala itu baru pindah dari NasDem akan menggunakan seluruh sumber daya medianya untuk mendongkrak popularitas Hanura menjauhi zona degradasi.
"Kita sangat berharap seluruh sumber daya politik yang dimiliki Pak Hary benar-benar disinergikan dengan Partai Hanura sehingga menjadi kekuatan yang bisa diandalkan untuk pemenangan Partai Hanura dan Pak Wiranto yang sudah ditetapkan sebagai capres," lanjut Yuddy.
Saat itu Hary Tanoe pun langsung diberi posisi penting. Tak main-main, HT ditempatkan sebagai Ketua Dewan Pertimbangan. Tugasnya adalah memberikan masukan strategis, pandangan strategis guna merumuskan capaian strategis partai.
Tak lama kemudian HT diangkat menjadi Ketua Bapilu Partai Hanura, posisi Yuddy pun tergeser. Yuddy sempat sakit hati tapi akhirnya menerima dengan legowo. Sampai kemudian hasil Pileg menunjukkan kegagalan Hary Tanoe, Yuddy adalah orang pertama yang bersuara keras soal kegagalan Hary Tanoe.
"Mayoritas kader Partai Hanura di pusat dan daerah kecewa kepada Hary Tanoe yang dianggap gagal menjalankan strategi pemenangan Bapilu yang dipimpinnya karena minimnya pengalaman," kata Yuddy dalam siaran pers, Rabu (30/4/2014).
Yuddy tak segan mengungkap banyaknya kader dan elite Hanura yang menganggap Hary sebagai penyebab kegagalan Hanura. Padahal usaha HT menampilkan propaganda Hanura di media-medianya tak bisa dibilang sedikit. Namun kini HT bahkan 'diusir' dari Partai Hanura.
"HT dianggap penyebab kegagalan Hanura menjadi partai papan atas yang diramalkan sebelumnya. Banyak kader-kader yang menginginkan HT mundur dari Hanura sebagai bentuk pertanggungjawabannya," kata Yuddy.
Akankah HT mundur dari Hanura? Lalu bagaimana nasib politik HT selanjutnya?