8.13.2014

Tanda Bencana, ?



From: A.Syauqi Yahya


Sabtu, 19/07/2014 15:11 WIB

Tanda Bencana, Jumlah Penduduk RI Meningkat Tetapi Petani Berkurang

Wiji Nurhayat - detikFinance

Jakarta - Penduduk Indonesia dari tahun ke tahun mengalami peningkatan jumlah yang cukup signifikan. Tahun ini saja jumlah penduduk Indonesia mencapai 246 juta jiwa, dan diprediksi mencapai 343 juta jiwa di 2035.

Bertambahnya jumlah penduduk jelas berpengaruh, terhadap kebutuhan pangan yang harus dipenuhi. Sayangnya peningkatan jumlah penduduk berbanding terbalik dengan turunnya jumlah petani.

"Jumlah penduduk kita makin tambah tetapi justru petani kita berkurang. Itu bencana bagi kita," ungkap pengamat pertanian sekaligus Guru Besar Universitas Negeri Lampung Bustanul Arifin kepada detikFinance, Jumat (18/07/2014).

Menurut catatan Bustanul, mengutip Sensus Tani (ST) 2013, jumlah Rumah Tangga Petani (RTP) tercatat 26,14 juta jiwa. Jumlah ini menurun 5 juta jiwa atau 1,75% dari 2003. Penurunan jumlah petani paling besar terjadi pada Jawa Tengah, yang turun 1,5 juta, lalu Jawa Timur 1,3 juta, dan Jawa Barat 1,3 juta.

"Kita paham negara wajib melakukan pengelolaan pertumbuhan penduduk, bila tidak, tekanan terhadap pangan akan serius. Masa kita harus impor terus," imbuhnya.

Kemudian yang ia takutkan adalah, makin banyak penduduk Indonesia yang malas menjadi petani. Sebabnya adalah, rendahnya pendapatan petani. Data terbaru (1 Juli 2014) mengungkapkan, rata-rata total pendapatan petani per tahun Rp 12,4 juta atau hanya Rp 1 juta/bulan, sehingga bekerja di sektor pertanian sama sekali tidak menarik kepada kaum muda perdesaan.

"Total pendapatan petani sekarang hanya Rp 1 juta/bulan atau di bawah UMR (Upah Minimum Regional). Dengan ini, berarti akan meningkatnya komposisi penduduk kota. Bisa jadi tahun 2035 nanti, 70% penduduk ada di kota sisanya desa. Bagi sektor pertanian tentu dampaknya dahsyat," jelasnya.

Bingung


From: A.Syauqi Yahya


SABTU, 09 AGUSTUS 2014 | 23:57 WIB

Bingung

Putu Setia

Silaturahmi saya dengan Romo Imam terasa sudah lama. Maka sore itu pun saya bermaksud pulang. Perut tak mempan lagi dimasukkan makanan, salaman bahkan sudah lebih dari sekali karena tak disengaja. Bahan obrolan pun sudah ke mana-mana tak ada fokusnya. Belum selesai soal pemilihan presiden di Korea Utara yang dipuji Prabowo, sudah beralih ke Roro Jonggrang yang membangun Tangkuban Perahu. Belum tuntas, eh, mengomentari rencana penculikan Ketua KPU. Saya pun minta pamit. "Mumpung belum malam, saya mau beli solar dulu."
Romo terbahak dan menarik tangan saya. "Apa ini musimnya orang bingung? Ada orang mendesak Tuhan agar calon presidennya dimenangkan Mahkamah Konstitusi. Astaga, Tuhan didesak-desak. Ini lagi, pembatasan bahan bakar bersubsidi kok yang dibatasi waktu pembelian, bukan jumlah yang dibeli. Kalau malam hari tak boleh beli solar, ya, beli saja siang hari. Apa repotnya?"
Saya tertunda pergi. "Kalau diizinkan malam hari kan pengawasan sulit, pembeli dan petugas SPBU bisa main mata membolehkan pembeli memakai jeriken. Kalau siang mudah diawasi," kata saya. Romo menggeleng. "Di pinggiran kota, apalagi di kampung, tak ada pengawasan. Kalaupun ada, tak setiap hari. Tetap saja orang beli solar dengan jeriken. Masyarakat pun tak ada yang melaporkan, cari musuh karena mereka saling kenal."
Saya tak bereaksi. "Premium juga dilarang dijual di jalan tol. Lah, apa susahnya isi tangki penuh sebelum masuk jalan tol? Anehnya, orang kok resah, padahal tak perlu," kata Romo. "Ini kebijakan yang sangat tanggung, bahkan cenderung kebijakan orang bingung. Kenapa sih tak mau menaikkan harga minyak bertahap? Orang-orang kampung sudah biasa membeli Premium di pengecer Rp 7.000 per botol, itu pun kurang dari seliter. Kita memberi subsidi kepada orang kota yang seharusnya mampu membeli minyak lebih mahal."
Saya sungguh capek kalau diajak berdiskusi soal subsidi bahan bakar minyak. Pemerintah selalu mengeluh soal besaran subsidi yang terus membengkak. Penghematan yang disarankan pemerintah selalu tak dipatuhi masyarakat. Kuota minyak bersubsidi menjadi hantu yang menakutkan. Namun, yang takut pemerintah, rakyat cuek saja. Tak peduli. Padahal tak ada opsi lain kecuali mengurangi subsidi yang berarti menaikkan harga minyak. Kenapa takut kehilangan citra, toh pemerintahan Presiden Yudhoyono tinggal dua bulan lagi? Jangan-jangan kalau dirundingkan dengan "pemerintahan transisi" presiden terpilih Joko Widodo ada kesepahaman soal kenaikan harga minyak ini.
"Saya kira Jokowi akan menanggung beban dari kebijakan soal minyak yang membingungkan ini," kata Romo setelah melihat saya diam. Kini saya menjawab sekenanya: "Mungkin ya, apalagi program Jokowi banyak sekali membutuhkan dana. Ada Kartu Sehat, ada Kartu Pintar. Kalau subsidi minyak harus ditambah lagi, mungkin berat. Tapi tak tahu juga, partainya Jokowi kan dulu tak setuju harga minyak dinaikkan karena memberatkan wong cilik. Entah sekarang."
"Tapi apa sudah pasti Jokowi yang dilantik menjadi presiden?" Celetukan spontan Romo Imam ini mengagetkan saya. Saya sampai tak mampu menjawab. "Jangan mendahului MK, jangan mendahului Tuhan. Siapa tahu ada keputusan yang membingungkan dari sembilan hakim MK, saya tak tahu, hanya mengingatkan saja," kata Romo setengah berbisik.
"Apa sembilan hakim itu berani melawan arus?" tanya saya. Romo langsung jawab: "Arus dari mana?" Saya menambahkan: "Romo seperti kura-kura dalam perahu, pura-pura tidak tahu." Romo tertawa. Saya kira kali ini Romo tak mungkin bingung.

--

5 Titik Tubuh


From: A.Syauqi Yahya


MINGGU, 10 AGUSTUS 2014 | 15:11 WIB

5 Titik Tubuh yang Tepat untuk Semprotkan Parfum

TEMPO.CO, Jakarta - Terkadang kita mengeluhkan wangi parfum yang dipakai tak mampu bertahan lama. Sebaiknya, jangan buru-buru menyalahkan parfumnya. Mungkin saja kita salah menyemprotkannya.

Dilansir laman How Stuff Works, Ahad, 10 Agustus 2014, para ahli parfum menyarankan parfum disemprotkan di titik nadi atau pulse point. Elizabeth Barrial, ahli parfum di Black Phoenix Alchemy Lab yang berbasis di North Hollywood, California, mengatakan panas tubuh yang dihasilkan titik-titik nadi membantu mengintensifkan aroma parfum, sehingga wangi parfum akan lebih kuat dan tahan lama.

Di mana saja area pulse point? Anda cukup menyemprotkan parfum di belakang telinga, area leher, bagian dalam pergelangan tangan, siku bagian dalam, dan bagian belakang lutut. Dengan menyemprotkan parfum di area pulse point, wangi parfum akan bertahan lama. Meski begitu, hal lain yang perlu diperhatikan adalah kelembapan kulit.

Kulit yang lembap akan menyerap parfum dan mempertahankan wanginya, sedangkan wangi parfum yang disemprotkan pada kulit kering tidak akan bertahan lama. Selain itu, jangan memilih parfum yang banyak mengandung alkohol. Semakin banyak kadar alkohol di dalam parfum, wanginya akan cepat hilang.

RINA ATMASARI | HOWSTUFFWORKS

Waktu, Privacy dan Anda Seperti Tak Berharga



From: A.Syauqi Yahya 


Selasa, 12/08/2014 17:25 WIB
Di Bandara Soetta, Waktu, Privacy dan Anda Seperti Tak Berharga

Eddi Santosa - detikNews

Situasi semrawut di ruang klaim bagasi Soetta (es/detikcom)
Jakarta - Untuk klaim bagasi di bandara Soekarno Hatta diperlukan waktu 50 menit di Terminal Kedatangan D2. Petugas ground handling juga membuka tas penumpang. Bukankah ini wewenang duane?

Salute! Pelayanan check in imigrasi rata-rata 30 detik per penumpang. Sudah ada kemajuan dari tahun ke tahun.

Tapi ground handling bagasi rapornya merah total. Selain sangat lamban, pekerja juga lancang menggerayangi bagasi penumpang.

Untuk klaim bagasi di bandara Soekarno Hatta diperlukan waktu 50 menit di Terminal Kedatangan D2. Entah apa saja yang dilakukan selama itu. Di sini waktu seperti tidak berharga. Setidaknya itu kejadian pada 6 Agustus 2014 untuk penerbangan Emirates EK356 dari Amsterdam via Dubai.

Bagasi pertama yang keluar sebagaimana galibnya di Bandara Soetta adalah untuk priority. Selama menit-menit pertama baggage belt atau conveyor belt terus berputar dengan hanya menampilkan bagasi priority, sebagian sudah diklaim oleh pemiliknya, sebagian lainnya masih tergeletak dan terus berputar.

Sementara itu mulai terjadi penumpukan penumpang EK356 yang menunggu bagasi mereka. Ruangan mulai penuh sesak dan pengap. Situasi menjadi semakin kacau dan semrawut ketika conveyor belt sebelah juga mulai dipadati oleh penumpang SQ (Singapore Airlines), yang juga hendak mengambil bagasi mereka.

Bagasi untuk penumpang EK356 lainnya baru mulai terlihat keluar pada menit ke-36. Sekian lama menunggu, bagasi saya baru melintas pada menit ke-50. Perlu waktu nyaris satu jam hanya untuk klaim bagasi adalah sangat tidak efisien.

Di Schiphol bagasi sudah mulai keluar satu per satu hanya dengan jeda 10 menit dari sejak penumpang keluar dari perut pesawat. Ketika penumpang tiba di ruang klaim bagasi, mereka sudah bisa menemukan bagasi untuk kemudian melewati pintu duane dan selanjutnya keluar bandara menuju tujuan masing-masing. Dengan begitu tidak terjadi penumpukan penumpang akibat lama menunggu bagasi.

Mengapa ground handling di bandara Soetta begitu lamban dan memerlukan waktu lama? Begitu lamanya waktu yang diperlukan sehingga memberi peluang bagi pekerja ground handling untuk berbuat di luar tupoksi dan prosedur.

Contohnya, ritsluiting sisi samping koper istri saya setengah terbuka dengan isi acak-acakan dan menyembul keluar. Padahal isinya cuma surat-surat biru dari belastingsdienst (dinas perpajakan Belanda) dan surat dari Erasmus University untuk anak kami, yang telah berangkat liburan duluan ke Indonesia bersama adik-adiknya.

Penumpang lain juga mendapati kunci kopernya dipotong paksa dan isinya acak-acakan dari susunan rapi semula.

Ini semua patut diduga sebagai bukti dan jejak-jejak kerja ground handling, yang tidak profesional, bahkan perbuatan ilegal dan melanggar hukum.

Pekerja ground handling tidak punya wewenang membuka isi bagasi penumpang dan melanggar hak privacy penumpang. Yang berwenang membuka dan memeriksa adalah petugas duane, itu pun dengan disaksikan bersama penumpang pemilik bagasi.

Petugas groud handling dibayar untuk memindahkan bagasi dari perut pesawat ke conveyor belt untuk diambil kembali oleh penumpang pemiliknya.

Selanjutnya penumpang akan berurusan dengan petugas duane dengan menyerahkan surat deklarasi mengenai barang yang dibawa. Bukan pekerja ground handling, melainkan petugas duane sebagai otoritas yang ditunjuk oleh negara untuk memeriksa keluar masuk barang sesuai ketentuan UU.

Jadi, berdasarkan apa dan apa motivasi petugas ground handling memotong paksa kunci koper penumpang, menggerayangi dan mengacak-acak isi bawaan penumpang?

suara gamelan di kali progo


observasi suara gamelan misterius di kaliprogo YOGYAKARTA
; observasi di kali progo mengenai gamelan misterius

Oleh ; mas Win al A'robi

Akhir2 ini bnyak yg posting tntng misteri suara gamelan di sungai progo. .
Sejatinya suara itu tlh ada sejak bbrpa puluh tahun yg lalu.crita dri simbahku. .waktu smbahq kcil udah ada suara gamelan itu malahn kta mbahq jauh sblm mbhq lahir udh ada.smbah q umurnya udah hampir 90 thn.
Penasaran dngn misteri suara itu.aq pernah obserfasi di kali progo.spanjang kali jati sampai suangan di trisik.and hasilnya sunghuh mngjutkan saya. .apa yg sya temukan dsana.

skdr pmberitahuan. .aq nggo hp lek.le nulis kemeng.tpi aq rapopo.tak critakke. .rmahq di desa bunder desa banaran.trmasuk dket dngan sungai.mash crita dri simbh.jaman dlu di malm2 trtntu sering trdngar suara kemrosok dri arah sungai.dibarengi dngan angin yg lumayan knceng.dri arah sungai trdngar suara klinting" krincing. .krincing. .krincing"mnurut pnuturan orng2 dlu.it adlh suara kereta kencana kanjeng ratu kidul yg lewat mnuju gunung merapi
Tak tutukne.aq pnasaran dngn crta itu. .krna memang aq jg mengalami sndri .mndengar suara gamelan.wktu it kbtulan aq pas libur ngaji n pondok.dadine aq bali. .aq inget wktu it malm selasa pas bulane ketok padang.nek pasaranya aq lupa. . Akhrnya aq pngn observasi krna pnasaran.tak turut kadi tanggul kali jati.prtma aq njujug nang kali njati.dket kuburan njati sing pinggir kali kae lho. .
Lanjut.aq lingguh mneng madep ngetan arah kali.nyubo mrasakan nek opo ono aktifitas gaib barang. .akhirnya selang bbrpa menit skitar jam 11 lbih lah. .krungu suworo wong omong2an. .tambah tak rungokke kok sayup2 soyo rame soyo rame. .wong ngobrol koyo nang pasar. .tpi rajelas sing diomongke ki opo.mung krungu wong kemruwek rame.
aq mlaku ki yo dho dimatke . .ning mung ngematke thok.ora muni pie2. .tak turut cen omahe uakeh.ono pasar. .ono warung. .ono dalan gang gang cilik.salah sijine gang ono sing nang cerak omahku.pnere nang omahe lek q.cerak kuburan bunder.kui gang cilik mengidul tmbusane dalan gedhe sing nang kali progo.nang dalan kui ono sing ngepit.ngandong.mlaku. .tpi anehe raono mobil ro motor.
sko kono kui wis aq ngroso yen kali progo ki cen eneng mahluk ghaibe. .iku rung ckup.aq pngen weruh. .ahire biamillah. .aq merem. .bar iku tak bukak mripatku wis nemu pemandangan sing luar biasa. .trrnyta kali progo kae ki dalan gedhe. .aspalan ualuuus . .gek pinggir pinggire dalan ki uakeh omah pmukiman. .nang kali njati kae arahe kidul dun dunan trek.enek omah gedhong magrong magrong gedhe.tingkat.gek lampune padang njinggrang.akeh wong lalu lalang nang dalan sing tak weruhi iku.percoyo monggo ora yowis.tak turut aq mlaku liwat pinggir omah2 kui mau.walah. .jian suasanane koyo kota.persis koyo nang dalan dalan kota kae.
malm itu jian gawe aq pnasaran.tpi aq kudu mbalik.wedine ndak bingung raiso bali. .wis. .malm kui trjawab sdah sing ono nang kali progo.tpi kui lagi malm prtama
malm kdua nang jaetras.suasanane bedho.brtolak belakang.nang kono mung kampung. .kiwo tngene omah biasa.trus sawah sawah lor jaetras tkan pinggir ndeso kae prkampungan.model omah limasan. .wong wongane biasa wae.sandangane koyo wong biyen.katok komprang ireng. .trus nganggo jarik.ono sing klambinan ono sing ora.sing wedok nganggo kemben.anehe wong2ane blas ra nggatekke aq.ngematke we ora. .koyo raweruh aq.
kui sing nang jaetras. .malam ktiga nang sisib kidul.nang dul ndepok mengidul tkan suwangan. .hadeeh. . blangkrak an kabeh nek nang kono.aq we ngasi mrinding. .
malam ktiga aq ngjak konco. .wong nggonku yoen. .jnenge mas sigit.wonge yo iso nek babagan memedi. .tak jak nang dul ndepok. .aq ngepit boncengan wong 2 nggo pit lanang jaman semono. . (sik illan yo. . nyambi delok trans7 iki.hehe)
nang dul ndepok. .pertama teko. .wis digeguyu. . prtamane kuntilanak. .nylengking guyune. . .pdhl lagi teko ndok. .koncoku wis siap yoan. .bismillah . .suasana ngeri leek. . kuntilanak ki walaaah . .uakeeeh. . .dho mapah nang wit witan. . .langsung mak gragab anyes kabeh awakku. .mrinding ngasi mengkeret rasane. .
Iki sing gawe rabetah suwe. .nang tengah kali ono suoro ngguyu. .lakak lakak sajake gedhe duwur. .mbuh buto po gendruwo.. ra let suwe samar2 kok koyo ono geni. mowo. .soyo suwe soyo gedhe gedhe. .dadi geni mbolat mbolat. .wis. .ngalamat iki jare koncoku. .banas pati jebule. .langsung. . .pit diputer balik arah. .ngebuuut. . .ora urusan glodak glidak mrgo ting gronjal dalane. .
Le ngonthel ngasi tkan ngebis. .gemrobyos. .untunge ono wong mancing. .leren diluk . .udut2. .basan wis rodo longgar ambegane. .mulai meneh. .bismillah. .tenguk karo meneng. .mreem dilit. .njuk melek. .iki. . .gawe kaget. .trus terang nang suangan ki cen nggone blangkrak blangkrak. .flasback jaman biyen. .nang kali progo ki tmpat buangan mayat pas jaman perjuangan.nang kaline ki bangke2 wong2 belanda. .wong pribumi. .akeeh. .ngasi arep mutah aq weruh. mulek wetengku. .
nang kono kui akeh silumane. .ngebis. .suangan .awakke uwong. ndase kewan. .kadang mah ono sing duwe sungu. .duwe siung duowo2. .ngeri sajake pancen kono kui papane seluman.nang sbelah kidul ono gapuro guedhe. . model koyo mojopaitan.gaya hindu. meh koyo sing nang makam kota gedhe gerbange. .ning luwih gedhe luwih duwur. .gerbang kui mau dijogo 2 makhluk gedhe duwur. .trus terang aq rawani nyerak.bukane wedi. .mung ajrih. . .soale energine gedhe tenan. .
masalah gamelan. .kui asline siluman. . .yo wujude koyo uwong ning setengah kewan.tpi ora kbeh stengah kewan.mung wujude ueeleeek. . . .

Prlu diketahui. .yen bongsk siluman ki seneng gojek. mangkane nek ono uwong kok singsot opo mneh bengi2 ki pdo karo ngundang kui.mangkane raoleh asline. .
aq ijik nang suangan wektu iku .kancaku yo isik nang andingku. .ra let suwe kok koyo ono angin sembribit. .soyo suwe soyo banter. .ngadi merem2 aq. .ning sambi nglirik.banjur kadi ngarep arah pojok kidul wetan ono cahaya putih. .soyo sue soyo padang soyo gede. .aq blereng. merem2 . .sak untoro wektu khanan kui koyo ngono. .nganti angine ahire mandeg. .aq melek. .basan melek aq gumun. .weruh opo sing tak matke. .aq nang tengah2hing kutho. .jamanbiyen. .omah2 isih sko gedhek. .payone sko getepe..akeh2 wong dho sliwar sliwer. .koyo kahanan biasa.ono sing gwo pacul.arit.mikul cheting. .klambine modhel jowo. .nanging aq gumun.saben wong sing papasan karo aq msti mesem. .koyo cah ilang aq. .nganti aq sadar. .yen mas sigit ora nang andingku mneh.mbuh nandi.aq jan dewe koyo wong ilang. .trdampar nang abad 13 koyone. .
aq ijik ngadeg mneng wae. .weruh kahanan koyo ngono kui marai aq bingung. .nanging gapuro gedhe kui mau isih . .nang njerone koyo latar jembar. .paling alun2. .njuk nang mburi alun2 kui ono omah joglo.samar2 nang kiwo tengen ngarep omah joglo kui ono patung gedhe.mbuh patung opo. .nganti aq kaget. .ono sing nyenggol tanganku "le. .ngopo nang kene".!!??
Trus tak tengok. ono simbah2 nganggo klambi ireng. .di bledehke trung nganggo caping sing gedhe kae lho. .udu sing koyo caping saiki.sinbahe brengose putih tipis . kathokan komprang ireng. . "ngopo le nang kene"? aq ditakoni mneh. .mak gragap aq tak semauri "kulo njih bingung mbh. .kok kulo saged dugi mriki.." lsmbhe tkon mneh tp sambi mesem. ."lha omahmu ngndi. ?" "kulo saking bunder mbh. .banaran" jawabq. trus aq tkon mneh. ."lha niki pundi mbh. .?lan simbh niku sinten?" simbahe mah mung mesem sambi tangane ngrangkul pundakku sambi dijak mlaku.
wong wdok sing gwo pnganan teko. ono sego. .wangi tnan segane. .ono gudangane. .ono iwak bakare. .marai krucuk2 wetengku. . "monggo dhaharanipun" jare wong wedok mau sambi mesem . .ayuuu tenaaan. . .hadeeeh. ..  mbah pujo bnjur ngjak aq mangan ."ayo ndang di pangan" . njih mbah .lagi arep njupuk sego. .ngrti2 ono sing ngeplak sirahku. . ."plaaak". . . peeng. ..langsung kepyur pandelenganku. .

hehehe. . .sabar2. . . lanjut. . aq langsung bingung. .soale pundah papan.dadi nang tengah mbulak. .aq nang pinggir kali. .ngematke kiwo kok mas sigit nang andingku. .isih lingguh silo.posisiku dadi bingung dwe. .kahanae remang2. .padang mbulan sih. .tpi adhem. .aq bnjur selonjor karo muikir op sing tak alami mau. .
aq banjur ngetokke barang sing kit sjo ngomah tak gowo. .~mbako lintingan~ aq ngenteni ms sigit sambi nglinting. .karo krukupan sarung sing kit mau tak nggo kalungan. .uaaadhheeemm. . .tak pikir mbeh. .opo kiro2 tnanan yo. .deso jarak. .karo simbah2. .opo wujude lelembut kui koyo ngono. .kok bedo karo liyan liyane. .hadeeeh. . .marai bingung. .

Lagi wae aq nyedot rokok. .kadi seberang kali. .yo paling wis mlebu daerah tan kali. .kok weruh ono geni. .prtamane ki murup biasa nang antara semak2. .soyo suwi kok tambah mbolat2 gedhe. .tmbh gedhe. .tambah gedhe. .tak pikir paling wong ngobong uwoh po opo. .lha kok iki jiaan. .gawe aku ngeri. .lha genune soyo mbolat guedhe murupe. . paling duwure genine ki nek mung 9 meter ono. .mbolat mbolat mbolat. .gek kok tengah2 geni aing guedhe kui kok mbentuk rai . . .dngan wajah menyeringai. .
padange geni ngasi tkan nggone lehku lingguh. .. aq trus ngucap "laa khaula wala quwata illa billahil'aliyil adzhim. . saat itu juga. .aq langsung mlethas oncat sko panggonan kono . .kncaku tak tinggal dewe. . mbuh pie nasibe . .gage nyekel stang pit. tancap pedal nggeblas bali. .
BERSAMBUNGngacirngacir

8.10.2014

contoh bagus dr magelang





Laporan Reporter Tribun Jogja.com, Agung Ismiyanto

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - ‪ Akhmadi (56), tak menyangka jika niatnya untuk berangkat ke kantor lebih awal setelah seminggu libur lebaran mendapatkan apresiasi dari Wali Kota Magelang, di hari pertama masuk kerja PNS, Senin (4/8/2014) pagi. Akhmadi yang merupakan staf pelayanan akta kelahiran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Magelang tersebut, mendapat mesin cuci setelah datang ke kantor pukul 05.45 WIB.

Akhmadi mengaku terbiasa berangkat ke kantor lebih awal. Kemarin, dia bangun pukul 03.00 dini hari dan langsung mengantar istrinya ke pasar. Usai mengantarkan istrinya ke pasar, Akhmadi menunaikan salat subuh.

"Begitu semua pekerjaaan di rumah selesai, saya langsung berangkat ke kantor. Ini saya lakukan hampir setiap hari,"ujarnya.

Akhmadi merupakan satu dari tujuh PNS di yang terdiri atas enam orang berasal dari lingkungan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan seorang dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu ( BP2T) Kota Magelang yang mendapat hadiah dari Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito karena kerja lebih awal pada hari pertama masuk kerja setelah libur bersama lebaran sejak 26 Juli lalu.

Enam orang selain Akhmadi yakni, M Gufron yang datang pukul 06.10 dan mendapat lemari es, Purnomo pukul 06.15 mendapat televisi, Eko Hardono 06.21 mendapat oven, Endrad Energiarso yang datang pukul 06.22 dan mendapat magic com, dan Mariana datang ke kantor pukul 06.23 mendapat blender. Sedangkan dari Kantor Badan Pelayananan Perizinan Terpadu yang datang paling awal yakni Fitiyatun yakni pukul 06.24.Hadiah tersebut diserahkan langsung pada apel pagi karyawan.

Walikota Magelang, Sigit Widyonindito mengatakan, hadiah yang diberikan kepada para karyawanan yang datang paling awal setelah cuti lebaran tersebut, merupakan salah satu bentuk perhatian dan penghargaan bagi PNS yang datang tepat waktu masuk kerja. Dia juga meminta agarPNS tidak melihat bentuk dan harganya.

"Tetapi ini sebagai salah satu penghargaan bagi PNS yang tepat waktu untuk masuk kerja,"katanya.

Sigit mengatakan, dalam memberikan kejutan tersebut, dirinya melakukannya secara spontan atas loyalitas dari para PNS terhadap instansinya. Dia juga menyatakan hadiah untuk PNS yang tepat waktu itu diberikan dari kantong pribadinya.

"Hadiah tersebut saya beli dengan dana pribadi saya. Tidak menggunakan dana APBD. Ini merupakan spontanitas dari pimpinan,"jelasnya.

Kepala BKD Pemkot Magelang Sri Rohmiati, mengatakan pemberian hadiah tersebut tidak berlaku untuk PNS eselon III dan II. Selain itu hadiah tersebut juga tidak berlaku bagi staf bagian Kepegawaian Daerah ( BKD), Inspektorat dan Satpol PP.

"Hal ini sebagai upaya untuk menghindari dari adanya unsur kolusi dari tiga SKPD yang merupakan bagian dari tim GDN," kata Wakil Ketua Gerakan Disiplin Nasional (GDN) Kota Magelang ini.

Lima PNS Terlambat Ikuti Apel

Sementara itu, pada apel pagi tersebut terdapat lima karyawan di lingkungan Kantor BP2T datang ke kantor lebih dari pukul 07.00 WIB. Mereka yang terlambat tidak bisa mengikuti apel pagi yang juga dihadiri oleh Wakil WalikotaMagelang Joko Prasetyo, Kepala Badan Kepegawaian Daerah Sri Rohmiati, Inspektur Daerah Gunadi.

Mereka hanya bisa berdiri di trotoar depan kantor, karena pintu gerbang kantor langsung ditutup dan dijaga oleh anggota satpol PP. Sri Rohmiati mengatakan, PNS yang terlambat ikut apel pagi nantinya akan dikumpulkan dan diberi pengarahan, supaya di kemudian hari tidak mengulangi perbuatannya. (*)


Pulisi...oh..pulisi ....


From: <syauqiyahya@gmail.com>



Minggu, 10/08/2014 13:48 WIB

Polisi yang Ditangkap Karena Pungli di Comal Sempat Buang Uang Barang Bukti

Angling Adhitya Purbaya - detikNews

Macet mengarah ke Comal

Semarang - Oknum polisi yang ditangkap Propam Polda Jawa Tengah karena dugaan melakukan pungli di Jembatan Comal sempat membuang barang bukti berupa uang sekitar Rp 900 ribu. Hingga saat ini sudah 10 oknum polisi anggota satlantas Polres Pemalang yang diduga melakukan aksi tersebut.

Dari informasi yang diperoleh detikcom, penangkapan oleh Tim Gabungan Propam dan Provost Polda Jateng tersebut dilakukan pada hari Sabtu (9/8/2014) kemarin sekitar pukul 00.30. Penangkapan diawali dari dua orang oknum yaitu ?Aipda TY dan Briptu W. Saat itulah Aipda TY membuang uang Rp 900 ribu dari seseorang.

Kabid Propam Polda Jateng, Kombes Pol Hendra Supriyatna saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kemudian dari penangkapan dua oknum itu berkembang kepada delapan rekannya.

"Benar, dari dua oknum totalnya menjadi 10 oknum. Kami periksa karena melakukan pungutan liar," kata Hendra saat dihubungi melalui telepon selulernya, Minggu (10/8/2014).

Lebih lanjut, Hendra menambahkan 10 oknum tersebut terancam dengan hukuman disiplin kategori berat. Namun tidak menutup kemungkinan para oknum tersebut dihukum karena melanggar kode etik.

"Akan ada hukuman disiplin kategori berat, ditempatkan di sel khusus. Kalau dalam perkembangannya ditemukan pelanggaran kode etik, maka akan dikenakan hukuman kode etik," tegasnya.

Sementara itu ?Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Pol Alloysius Liliek Darmanto mengatakan ?masih ada kemungkinan jumlah oknum yang terlibat pungli tersebut bertambah. Karena pemeriksaan 10 oknum tersebut masih berlangsung dan juga masih memeriksa saksi-saksi termasuk sopir truk yang dimintai pungutan.

"Ini bisa saja lebih dari 10 orang karena kami juga memeriksa saksi dari sopir truk. Untuk alirannya, mereka pakai sendiri, tidak sampai menyebar," pungkasnya.

Diketahui, Jembatan Comal sisi utara atau dari arah Jakarta-Semarang sudah diperbolehkan dilewati dua arah ?untuk kendaraan kecil, sedangkan kendaraan dengan tonase lebih dari 10 ton harus memutar melewati jalur tengah dan selatan. Sementara itu, perbaikan permanen jembatan Comal sisi selatan masih terus dilakukan dan diperkirakan rampung dalam waktu 2 bulan hingga 3 bulan.