1.24.2015

"Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu,"


From: A.Syauqi Yahya 


"Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu," kata Tedjo di kompleks Istana Negara, Sabtu, 24 Januari 2015. (Baca: KPK vs Polri, Menteri Tedjo: Jangan Bakar Massa)

SABTU, 24 JANUARI 2015 | 16:37 WIB

Tedjo: KPK Tidak Kuat Bila Didukung Tidak Jelas

http://m.tempo.co/read/news/2015/01/24/078637334/Tedjo-KPK-Tidak-Kuat-Bila-Didukung-Tidak-Jelas

TEMPO.CO, Jakarta - Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Tedjo Edhy Purdijatno, mengharap pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi dan Kepolisian tidak menggerakkan massa turun ke jalan.

Tedjo menyesalkan adanya pergerakan massa di Komisi Pemberantasan Korupsi yang juga diliput berbagai media massa nasional. Menurut Tedjo, KPK akan kuat bila justru didukung konstitusi yang berlaku.

"Bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu," kata Tedjo di kompleks Istana Negara, Sabtu, 24 Januari 2015. (Baca: KPK vs Polri, Menteri Tedjo: Jangan Bakar Massa)

Pergerakan massa, kata Tedjo, boleh jika hanya digelar di ruangan tertutup. Jokowi, kata Tedjo, juga sudah mewanti-wanti agar tidak ada pernyataan panas dari kedua pimpinan lembaga.

Tedjo mengaku kecewa dengan pernyataan KPK pada jumat malam tentang adanya upaya kriminalisasi terhadap petinggi KPK.

"Sebagai Menteri Polkam, saya menyayangkan. Pertemuan semalam (di KPK) itu mestinya tidak perlu terjadi." (Baca: Bambang KPK Bicara Soal PDIP dan Abraham Samad)

Kemarin, Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi Abraham Samad menemui para pendukung lembaga rasuah yang menggelar aksi di halaman kantor yang terletak di Jalan Rasuna Said kavling C1, Jakarta Selatan itu.

Abraham mengucapkan terima kasih atas dukungan apresiasi masyarakat atas musibah dan bencana yang menimpa pada KPK hari ini. (Baca: Polisi Periksa 4 Saksi dalam Kasus Bambang KPK)

"Saudara-saudaraku yang saya cintai, hari ini kita akan bersatu menegakkan kembali komitmen kita terhadap pemberantasan korupsi yang selama ini sudah berjalan," ujar Abraham di kantor KPK, Jumat, 23 Januari 2015.
Menurut Abraham, apa yang terjadi hari ini adalah salah satu upaya-upaya untuk mengkerdilkan upaya pemberantasan korupsi. (Baca: Orang Goblok pun Tahu, Ini Serangan Balik Polisi )

Abraham pun mengajak seluruh masyarakat dari Sabang sampai Merauke untuk tetap menegakkan kebenaran, keadilan, dan kembali berkomitmen untuk tetap menjunjung tinggi pemberantasan korupsi.

Abraham juga meminta masyarakat bersatu padu melawan aksi-aksi penzaliman dan kriminalisasi terhadap KPK.

Dalam kesempatan itu, Abraham juga menegaskan komitmen pemberantasan korupsi yang telah dijalankan selama ini tidak akan pernah berhenti dengan adanya upaya kriminalisasi KPK.

Abraham meminta masyarakat memanjatkan doa agar perjuangan menegakkan komitmen antikorupsi selalu dalam lindungan Tuhan. "Insya Allah kebenaran pada akhirnya akan tercipta di Indonesia yang kita cintai ini."

Sebagai penutup, Abraham kembali lagi mengucapkan terima kasih kepada masyarakat yang telah meluangkan waktu, tenaga, energi yang sebesar-besanya untuk menjaga gedung KPK dari upaya pelemahan.

"Saya berharap kita tidak meninggalkan gedung ini sebagai bukti kecintaan kita terhadap KPK," kata Abraham.

Bambang ditangkap Bareskrim Polri seusai mengantar anaknya ke sekolah di Depok kemarin pagi. Pihak Mabes Polri menyebutkan penangkapan Bambang karena telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pemberian keterangan palsu saat sidang di Mahkamah Konstitusi.

Penangkapan Bambang ini sepekan setelah KPK mengumumkan calon Kapolri tunggal pilihan Presiden Joko Widodo, Komjen Budi Gunawan, sebagai tersangka kasus dugaan suap dan penerimaan gratifikasi.

MUHAMMAD MUHYIDDIN | LINDA TRIANITA

--
--

1.23.2015

"Ibu nggak usah bela-bela dia, saya ini korban, BW itu busuk!"


From: A.Syauqi Yahya 


Jumat, 23/01/2015 18:10 WIB

Hujat BW Saat Nursyahbani Jumpa Pers, Sugianto Sabran Disoraki

http://m.detik.com/news/read/2015/01/23/181023/2812401/10/hujat-bw-saat-nursyahbani-jumpa-pers-sugianto-sabran-disoraki

Idham Khalid - detikNews

 Agung Pambudhy/detikcom

FOKUS BERITA
Polisi Tangkap BW!

Jakarta - Haji Sugianto Sabran, pelapor Wakil Ketua KPK Bambang Widjajanto, rupanya ikut nimbrung di tengah kumpulan wartawan ketika Nursyahbani Katjasungkana memberikan keterangan pers usai menemui BW di Bareskrim Polri. Sugianto bahkan menyela pernyataan Nursyahbani sehingga dia disoraki.

‎Ceritanya, Nursyahbani yang bertindak sebagai Ketua Tim Hukum Penyelamat KPK memberikan keterangan kepada wartawan di depan gedung Bareskrim, Jumat (23/1/2019). Di tengah penjabaran, Sabran menyela Nursjahbani.

"Ibu nggak usah bela-bela dia, saya ini korban, BW itu busuk!" kata Sabran‎ yang mengenakan kemeja batik coklat motif parang dan peci hitam.

‎Tak pelak hal ini membuat Sugianto disoraki para awak media yang memadati area depan gedung Bareskrim. Awalnya awak media tampak nggak 'ngeh' bahwa itu adalah Sugianto. Pernyataan pers dari Nursyahbani dkk pun berlanjut.

Saat jumpa pers selesai, awak media baru penasaran kepada penyela itu. Wartawan kemudian mengejar Sugianto dan mewawancarainya sambil berjalan menuju Masjid Al-Ikhlas di kompleks Mabes Polri.

Dalam wawancara itulah Sugianto memperlihatkan laporan dia terhadap BW pada 19 Januari 2015 dengan sangkaan menyuruh saksi memberikan keterangan palsu dalam sengketa Pilkada Kotawaringin Barat. Keterangan Sugianto ini berbeda dengan keterangan Kadiv Humas Polri Irjen Ronny F Sompie yang menyebut bahwa 'laporan masyarakat' terhadap BW itu datang pada tanggal 15 Januari 2015.

Sugianto yang pernah menjadi suami artis Ussy Susilawaty itu pernah menjadi anggota Komisi III DPR periode 2009-2014 dari PDIP. Dia kemudian mencalonkan diri sebagai Bupati Kotawaringin Barat, Kalteng. Dia berperkara di MK dan kalah.

(idh/nrl)

--
--

Segoblok-gobloknya Orang,


From: A.Syauqi Yahya


"Soal kasusnya saya enggak tahu. Tapi goblok-goblokan saja. Segoblok-gobloknya orang Indonesia, meskipun Polri mengatakan itu bukan bagian dari skenario, tapi kita kan bukan orang goblok. Kita mempunyai akal sehat dan kita bisa membaca semua itu, bahwa ini terkait dengan status Pak BG yang jadi tersangka itu," ujar budayawan Butet Kertaradjasa di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015).

Jumat, 23/01/2015 15:34 WIB

Butet: Segoblok-gobloknya Orang, Kita Bisa Baca Penangkapan Bambang Terkait Budi Gunawan

http://m.detik.com/news/read/2015/01/23/153409/2812125/10/butet-segoblok-gobloknya-orang-kita-bisa-baca-penangkapan-bambang-terkait-budi-gunawan

Ropesta Sitorus - detikNews

FOKUS BERITA
Polisi Tangkap BW!

Jakarta - Polisi boleh saja membantah, tapi masyarakat tidak bodoh. Opini publik yang berkembang penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto terkait penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus korupsi oleh KPK.

"Soal kasusnya saya enggak tahu. Tapi goblok-goblokan saja. Segoblok-gobloknya orang Indonesia, meskipun Polri mengatakan itu bukan bagian dari skenario, tapi kita kan bukan orang goblok. Kita mempunyai akal sehat dan kita bisa membaca semua itu, bahwa ini terkait dengan status Pak BG yang jadi tersangka itu," ujar budayawan Butet Kertaradjasa di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (23/1/2015).

Menurut Butet, masyarakat masih memiliki harapan pada KPK. Apapun yang terjadi pada baik itu Abraham Samad dan Bambang Widjojanto harus diartikan sebagai bagian dari satu skenario untuk melemahkan KPK.

"Padahal seluruh rakyat Indonesia tetap punya harapan untuk menjaga dan memperkuat KPK. Atas situasi itu saya datang ke sini untuk memberikan dukungan moral," kata Butet yang ke KPK atas inisiatif pribadi.

Butet juga meminta Jokowi untuk turun tangan menyikapi kemelut ini. Hal ini sesuai dengan janji Jokowi saat kampanye Pilpres lalu.

"Saya juga relawannya Jokowi. Saya berharap hari ini Pak Jokowi tidak dicuri alien, jadi dia segera muncul dan membuat pernyataan.

Jadi saatnya Pak Jokowi memperlihatkan komitmennya untuk antikorupsi sebagaimana tempo hari dikatakannya," ucap Butet.

(nik/nrl)

--

Pernyataan Jokowi Mengecewakan,


From: A.Syauqi Yahya


Jumat, 23/01/2015 16:54 WIB

Pernyataan Jokowi Mengecewakan, Seharusnya KPK Dibebaskan dari Intervensi

http://m.detik.com/news/read/2015/01/23/165407/2812237/10/pernyataan-jokowi-mengecewakan-seharusnya-kpk-dibebaskan-dari-intervensi

Ikhwanul Khabibi - detikNews

FOKUS BERITA
Polisi Tangkap BW!

Jakarta - Pernyataan Presiden Joko Widodo terkait penangkapan Bambang Widjojanto mengecewakan. Jokowi seharusnya mengambil tanggung jawab agar KPK bebas dari intervensi.

"Saya kecewa terhadap pernyataan presiden. Presiden Jokowi seharusnya mengambil tanggung jawab, mengamankan KPK dari semua intervensi campur tangan," kata praktisi hukum Todung Mulya Lubis saat memberikan dukungan di KPK, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jaksel, Jumat (23/1/2015).

Menurut Todung, KPK harus bebas dari intervensi pihak luar, intervensi konglomerasi, bahkan hingga media. "KPK adalah harga mati," tegasnya.

Berikut keterangan lengkap Jokowi:

Dan tadi saya sampaikan terutama pada Ketua KPK dan Wakapolri, sebagai kepala negara saya meminta pada institusi Polri dan KPK, memastikan bahwa proses hukum yang ada harus obyektif dan sesuai dengan aturan UU yang ada.

Tadi saya juga meminta, sebagai Kepala Negara, agar institusi Polri dan KPK tidak terjadi gesekan dalam menjalankan tugas masing-masing.

2 hal itu tadi yang saya sampaikan dan kita berharap semuanya juga, media, terutama, menyampaikan hal-hal yang obyektif.

Saya kira itu yang bisa kita sampaikan.

Samad lgi


From: <djuliadi55@gmail.com>



1.21.2015

44 Tahun Tanpa Jatuh


From: <syauqiyahya@gmail.com>


Rabu, 21/01/2015 06:31 WIB

44 Tahun Tanpa Jatuh

NURKHOIRI - detikNews

Jakarta - Saat ini maskapai penerbangan murah memang bukan barang aneh. Hampir di seluruh dunia perusahaan penerbangan murah yang beroperasi. Di Asia Tenggara, ada Lion Air, yang posisinya menempel ketat AirAsia. Di Eropa, ada RyanAir dan bertempur dengan EasyJet. Pelopornya bisa dibilang adalah Southwest Airlines, yang berdiri pada 1971 di Amerika Serikat.

Dalam majalah detik edisi 164, Southwest sekarang menjadi maskapai besar dengan hampir 650 pesawat dan lebih 45 ribu karyawan. Bahkan jumlah penumpang yang diangkut maskapai ini merupakan yang terbanyak di dunia. Maskapai ini terus tumbuh dan untung dengan sejumlah penghematan yang menjadi acuan maskapai penerbangan murah lain di seluruh dunia. Tapi apakah penghematan berpengaruh terhadap keselamatan Southwest? Jawabannya tidak.

Selama 44 tahun beroperasi, maskapai ini belum pernah mengalami kecelakaan yang menewaskan penumpang. Ada satu kecelakaan yang menewaskan satu orang, saat pesawat terpeleset di landasan bersalju dan menubruk mobil yang ada penumpang di dalamnya. Ada pula kasus penumpang yang berulah di dalam pesawat sehingga dikeroyok penumpang lain sampai tewas karena dipikir akan membajak. Tapi tak pernah ada kejadian yang menewaskan penumpang, apalagi jatuh. Dan 44 tahun bukan waktu yang pendek bagi sebuah perusahaan penerbangan. Southwest dibentuk pada 1967 dengan modal US$ 500 ribu di Negara Bagian Texas untuk menghubungkan tiga kota besar di sana, yakni Dallas, Houston, dan San Antonio. Modalnya adalah tiga pesawat Boeing 727.

"Teori" penerbangan murah ini tidak muncul satu per satu. Soal pesawat jangan lama-lama di bandara, harus cepat-cepat terbang lagi, misalnya. Awalnya, setahun setelah berdiri, Southwest memiliki empat pesawat. Tapi, karena alasan legal, salah satunya mesti dilepas. Maka maskapai itu kembali dengan tiga pesawat tapi memiliki jadwal untuk empat pesawat.

***

Tulisan selengkapnya bisa dibaca gratis di edisi terbaru Majalah Detik (Edisi 164, 19 Januari 2015). Edisi ini mengupas tuntas Komjen Budi Gunawan "Ironi Komjen Budi". Juga ikuti artikel lainnya yang tidak kalah menarik, seperti rubrik Nasional "Jalan Terjal 'Merger' Beringin", Internasional "Awlaki di Balik Kouachi", Ekonomi "Membidik 10 Juta Rumah", Gaya Hidup "Cara Gratis jadi Six Packs", rubrik Seni Hiburan dan review Film "Hijab", serta masih banyak artikel menarik lainnya.

Untuk aplikasinya bisa di-download di apps.detik.com dan versi Pdf bisa di-download di www.majalahdetik.com. Gratis, selamat menikmati!!


(nk/nk)

1.19.2015

Apapun pilihannya, kasihanilah bangsa ini,


Dari: "A.Syauqi Yahya"

> SENIN, 19 JANUARI 2015 | 05:41 WIB
>
> Mahfud Md Anjurkan Budi Gunawan Berkaca
> 
> Advertisement
> TEMPO.CO, Jakarta - Mantan Hakim Mahkamah Konstitusi Mahfud Md. menganjurkan agar Komisaris Jenderal Budi Gunawan menarik diri dari pencalonan Kepala Kepolisian RI setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Alasannya, secara moral dan etika, keputusan Budi mundur akan sangat membantu kondisi politik di negeri ini.
>
> "Secara hukum, KPK dan presiden sama-sama punya dasar. Tapi secara politik sama-sama bermasalah. Tapi ada sudut lain yakni soal moral dan etik," kata Mahfud dalam cuitan di akun twitternya @mohmahfudmd pada 16 Januari 2015 (baca juga: Rekening Anak Budi Gunawan Bikin Heran KPK ).
>
> Pengunduran Budi, kata Mahfud, berdasarkan Tap Majelis Permusyawaratan Rakyat Nomor 6 Tahun 2001 yang berbunyi: Pejabat publik yang disorot publik karena indikasi negatif harus brsedia mundur tanpa harus menunggu vonis pengadilan. Sedangkan Tap MPR Nomor 8 Tahun 2001 berbunyi: Pegawai negeri yang terlibat kasus hukum dapat ditindak secara administratif tanpa harus menunggu vonis pengadilan.
>
> Mahfud juga menganjurkan Budi untuk berkaca dari para pejabat publik yang sebelumnya pernah ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Misalnya saja Andi Mallarangeng, Suryadharma Ali, dan Jero Wacik, yang mundur dari jabatan menteri saat menjadi tersangka KPK. "Jadi dalam kasus pencalonan Budi Gunawan ini tinggal kita mau pakai kacamata apa. Hukum, politik, atau moral? Apapun pilihannya, kasihanilah bangsa ini," kata Mahfud (baca juga: Budi Gunawan Tersangka, PDIP Anggap KPK Dendam).
>
> INDRI MAULIDAR