12.23.2013

Juga Sehatkan Gigi


Dari: "A.Syauqi Yahya"

> Senin, 23/12/2013 14:38 WIB
>
> Manfaat Ciuman Tak Hanya Tingkatkan Hasrat Seks, Tapi Juga Sehatkan Gigi
>
> Hestianingsih - wolipop
> dok. Thinkstock
>
> Jakarta - Ciuman merupakan salah satu bentuk ungkapan cinta dan foreplay yang bisa meningkatkan gairah seks pasangan. Aktivitas ini juga termasuk sentuhan seksual yang memicu adrenalin, melepaskan hormon endorphin ke pembuluh darah sehingga menimbulkan sensasi gembira dan euforia.
>
> Ciuman yang intens, akan membangkitkan 'sinyal-sinyal' sensual yang membuat seks jadi lebih bergairah dan menyenangkan. Tapi tidak hanya itu saja, ciuman dengan pasangan ternyata juga punya efek positif bagi kesehatan mulut dan gigi.
>
> Seperti dikutip dari Times of India, dunia medis telah mengakui bahwa ciuman bisa meningkatkan produksi saliva atau air liur. Saliva berfungsi membersihkan sisa-sisa makanan dari permukaan gigi sekaligus menurunkan tingkat keasaman yang menyebabkan gigi rusak atau keropos. Air liur juga mencegah pembentukan plak pada gigi.
>
> "Apapun yang bisa meningkatkan saliva akan membantu mengurangi keasaman pada mulut yang bisa merusak gigi, termasuk berciuman. Produksi saliva yang cukup juga mencegah gigi berlubang," tutur pakar kesehatan giri Dr. Vandana Jyoti.
>
> Namun Dr. Vandana juga mengingatkan, meskipun baik untuk menjaga kesehatan mulut, ciuman juga bisa jadi penyebab menyebarnya kuman. Untuk itu, dia menyarankan untuk hindari berciuman apabila salah satu dari pasangan mengalami sariawan, infeksi gigi atau peradangan pada gusi. Di luar itu, ciuman dengan pasangan cenderung aman dilakukan.
>
> Selain berciuman, mengunyah permen karet atau konsumsi air lemon juga punya efek yang sama. Yaitu meningkatkan produksi saliva yang bisa menyehatkan gigi.
>
> Sementara itu dilihat dari sisi psikologis, ciuman juga membuat pasangan lebih dekat secara emosional. Psikiater Dr. Samir Parikh menjelaskan, ciuman membuat pasangan merasa dicintai, memiliki dan lebih aman dengan hubungannya. Efeknya positif secara fisik, mental dan spiritual sehingga meningkatkan kesehatan secara holistik. Tidak hanya itu, ciuman juga memicu naiknya detak jantung, melancarkan aliran darah dan akhirnya meningkatkan metabolisme tubuh.
>
> Saat foreplay atau sekadar bermesraan, berikan ciuman yang lembut dan intens kepada pasangan, sambil menyentuh tengkuk, pinggang atau bahunya. Rasakan setiap sentuhan ketika bibir Anda dan pasangan bertemu agar efeknya lebih maksimal bagi kesehatan hubungan seksual maupun tubuh secara keseluruh
>

Kesewenang wenangan kok dibelani !


Dari: "A.Syauqi Yahya"

> PAN Bela Bupati Ngada yang Perintahkan Tutup Bandara
>
> Senin, 23 Desember 2013 | 12:18 WIB
>
> JAKARTA, KOMPAS.com — Sekretaris Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Teguh Juwarno, membela Bupati Ngada, Nusa Tenggara Timur, Marianus Sae, yang memerintahkan menutup bandara karena tidak mendapatkan tiket pesawat. (Baca: "Bupati Tak Dapat Tiket Pesawat, Satpol PP Disuruh Blokade Bandara")
>
> Marianus tercatat sebagai kader Partai Amanat Nasional (PAN). Tindakannya dinilai sewenang-wenang dan berbahaya. Namun, kata Teguh, Marianus tak akan dipecat dari PAN karena tindakannya itu. Teguh mengatakan, apa yang dilakukan Marianus memiliki alasan dan hanya luapan emosi sesaat.
>
> "Tindakan dia (Marianus) bukan tanpa alasan, berulang kali maskapai di daerah itu semena-mena. Tidak ada yang perlu ditakutkan. Yang perlu dikhawatirkan kalau gubernur korupsi," kata Teguh di Jakarta, Senin (23/12/2013).
>
> Selanjutnya, kata Teguh, PAN akan mengklarifikasi duduk perkara sebenarnya kepada Marianus dan tak akan melakukan intervensi jika insiden tersebut berlanjut ke jalur hukum.
>
> Sesuai Pasal 421 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang Penerbangan, tindakan Marianus dapat diancam dengan pidana 3 tahun dan denda Rp 1 miliar. "Kita ikuti hukum saja, dia sudah minta maaf, dan akan belajar banyak dari sikap emosionalnya. Kalau korupsi kita pecat, tapi tindakan Marianus bukan tindakan yang tak bisa dimaafkan. Pasti ada pemicu kenapa dia berbuat begitu," katanya.
>
> Blokade bandara
>
> Seperti diberitakan, Marianus memerintahkan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk memblokade Bandara Turelelo Soa, Sabtu (21/12/2013). Alasannya, Marianus tidak mendapat tiket pesawat Merpati Nusantara Airlines rute Kupang-Bajawa.
>
> Akibat ditutupnya bandara secara sepihak dengan diduduki aparat Satpol PP, penerbangan terganggu. Pesawat Merpati rute penerbangan Kupang-Bajawa yang mengangkut 54 penumpang tidak bisa mendarat. Pesawat tersebut akhirnya terpaksa kembali ke Bandara El Tari, Kupang.
>
> Hal yang sama terjadi pada pesawat Merpati dengan nomor penerbangan 6516 dari Kupang-Soa, yang batal mendarat di Bandara Turelelo Soa. Bandara ini diblokade pada pukul 06.15-09.00 Wita. Otoritas bandara tidak dapat berbuat banyak karena anggota Satpol PP yang menduduki landasan pacu bandara berjumlah lebih banyak dari petugas bandara.
>
> Penulis: Indra Akuntono
> Editor: Inggried Dwi Wedhaswary
>
> --
> --

Motivator(?)

> "Berikan bantuan pd mereka yg tengah dlm masalah. Mereka pasti kan selalu ingat namamu ... TRUTAMA jika mereka ada masalah lagi" (M T)
>
>

12.22.2013

Makna Ketiga yang Saya Raih: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (42)


Dari: "hernowo hasim"

> Makna Ketiga yang Saya Raih: Bagaimana Saya Menulis Buku Writing Toolbox (42)
> Oleh Hernowo
>  
>  
> Setelah makna pertama dan kedua saya raih selama saya menjalankan "Proyek Ramadhan 2011", saya pun telah mendapatkan makna ketiganya? Makna pertama terkait dengan perluasan jaringan atau bagaimana saya menjalankan kegiatan silaturahim di dunia maya—berkomunikasi dan berinteraksi (saling berbagai ilmua) tanpa saling berjabat tangan atau tatap muka. Sedangkan makna kedua terkait dengan bagaimana saya mampu mengalahkan diri saya sendiri yang buruk sehingga saya dapat konsisten dan kontinu megikat makna. Nah, apa makna ketiga itu?
>  
> Kebahagiaan. Ya, makna ketiga yang saya raih terkait dengan rasa bahagia yang merasuki diri saya begitu saya berhasil mengisi Ramadhan saya dengan kegiatan mengikat dan membagikan ilmu. Menjelang lebaran tiba, pertama, saya merasa bahagia karena lewat kegiatan mengikat makna, saya dapat banyak kawan dan dapat menyebarkan ilmu yang tak putus sejak Ramadhan hari pertama. Kedua, saya punya pilihan: happiness is a choice. Saya berhasil memilih sesuatu yang sangat bermakna dan makna itu banyak didamba oleh orang-orang di seluruh dunia. Meraih kebahagiaan dan dapat memilih (menentukan) sesuatu yang bermakna bagi diri sendiri bukanlah hal yang mudah. Saya perlu berlatih sungguh-sungguh dan menunggu dengan berdebar.
>  
> Saya jelas mengalami dan menyedari itu. Pada awalnya, memilih untuk menekuni dunia baca-tulis bagaikan memilih sesuatu yang garing, kosong, tidak menjanjikan, tampak kecil di hadapan raksasa dunia digital, dan sangat sepi (kadang kesepian itu menyiksa batin). Namun, sejak 10 tahun lalu ketika saya memilih dunia literasi dan serius menekuninya, saya terus berusaha untuk mencari dan menemukan pelabagai manfaat yang memancar dari kegiatan baca-tulis tersebut.
>  
>  
> Dan manfaat itu tak sekadar dapat membuat buku dan buku itu laku, atau dapat sesekali menulis di media massa dan dimuat, ataupun dapat menjadi instruktur dalam kegiatan baca-tulis. Seperti telah saya tunjukkan berkali-kali bahwa manfaat itu terkait dengan sesuatu yang sangat penting, sangat besar, sangat berharga, sangat mendasar, dan sangat menentukan apakah saya dapat menjalankan kehidupan saya secara berkualitas atau tidak.
>  
> Saya bahagia karena, lewat baca-tulis, saya dapat sedikit demi sedikit memahami dan mengenali diri saya. Lewat pemahaman dan pengenalan diri secara autentik itulah saya kemudian dapat menemukan diri saya. Apakah kemudian saya dapat menjawab pertanyaan penting dalam hidup ini, "Siapa saya?" Tentu saja tidak. Saya bukan menemukan diri saya yang sudah berhenti atau selesai berproses. Saya menemukan diri saya dalam bentuknya yang sangat dinamis atau terus mau berubah dan berproses "menjadi". Inilah yang sangat membahagiakan saya.
>  
> Hidup di dunia ini sesungguhnya cukup jika hanya diisi dengan ikhtiar atau berupaya secara serius. Saya tidak menafikan tentang keberadaan kehidupan yang diisi dengan santai, bercanda, atau hal-hal yang tak terlalu serius. Itu semua tetap penting, tapi kesungguhan dalam berupaya tidak dapat dicampuri oleh semua itu. Apalagi jika kita sedang melalukan sesuatu dalam bentuk yang nyata—menjalankan sebuah proyek misalnya.
>  
>  
> Lihatlah Rudy Hartono, pemain bulutangkis yang berhasil meraih juara All England selama tujuh kali berturut-turut. Adakah ketakseriusannya dalam mencapai prestasi gemilang itu? Lihatlah juga bagaimana Carrie Underwood, pelantun lagu "Before He Cheats" yang saya sukai, meraih juara American Idol? Juga, bagaimana Jose Mourinho mengantarkan Inter Milan merajai Eropa dua tahun lalu? Rudy, Carrie dan Jose terus berusaha dengan sungguh-sungguh. Mereka tak lelah-lelahnya untuk meraih sesuatu yang bermakna.
>  
> Dalam kegiatan baca-tulis yang tak ramai, saya ingin seperti mereka. Rudy, Carrie, Jose, dan masih banyak orang-orang yang sukses lainnya di belahan bumi ini, yang dengan jelas menunjukkan bahwa kebahagiaan (kesuksesan puncak) perlu diraih dengan kesungguhan, kerja keras, kegigihan, dan sikap-sikap mulia lainnya. Tanpa itu, seseorang hanya akan menjadi pecundang dan sulit meletakkan dirinya di dunia ini dalam bentuk yang terang dan unik.
>  
> Saya sungguh beruntung, di usia 54 tahun masih diberi kesempatan untuk terus berupaya—lewat kegiatan baca tulis yang memberdayakan—menemukan diri sata guna menjemput kebahagiaan. Alhamdulillah.[]
>
> --

PERIH

> PERIH
>
> Puisi Kanz
>
> Mungkin aku memang lemah
>
> Mungkin aku tak pernah punyai lelah
>
> Saat ku terdiam menangisi pergimu
>
> Terus ku terpaku oleh harapan semu
>
> Sepertinya… t'lah cukup banyak kutulis
>
> T'lah cukup dalam hati ini kuiris
>
> Agar bisa kucoba lagi cinta dari mula
>
> Dengan ia yang mampu merasakannya
>
> Namun cinta untukmu terus bertahan
>
> Di sekeping sisa hati ini pun cinta untukmu kurasakan
>
> Kerinduan hadirmu tak pernah bisa hilang
>
> Oh Tuhan… bagaimana semua ini harus kuartikan ?
>
> Ditengah malam syahdu nan pekat
>
> Ku teringat pada mu, bayangmu
>
> Selalu melintas di kelopak mataku
>
> Ku coba untuk melupakanmu
>
> Namun bayang mu, trus menghampiriku
>
> Sunyiku kau tabur bunga rindu
>
> Kau bagai angin yang sejukkan
>
> Jiwa ragaku…
>
>  
>
> Namun kini, sia-sia sudah mahligai cintaku
>
> Mimpi indah tiada lagi, sirna terbakar
>
> Kayu arang abu…
>
> Ku coba bertanya pada malam
>
> Dia membisu
>
> Angin berlalupun, tak memberikan
>
> Jawaban,
>
> Hanya satu yang terucap
>
> Mengapa aku mencintaimu…
>
> Dan mengapa aku terlahir untuk terluka
>
> Ku sadar, cinta tak harus memiliki
>
> Tapi ku tak bisa, ku tak rela
>
> Mungkin ada yang lebih dariku….
>
> Sampai datang masa pertemukan kita
>
> Untuk kembali, atau terpisah selamanya
>
> Sungguh hina diriku
>
> Mencintai orang yang tak mencintai ku
>
> Dan takkan pernah menyayangiku..
>
> Mengapa aku di pertemukan denganmu
>
> Musim gugur dihatiku
>
> Seakan tumbuh bersemi
>
> Titian cintaku pupus begitu saja
>
> Tiadakah iba dihati mu
>
> Tiadakah rasa ntuk ku….
>
> Kau berlalu menuju impian mu yang baru..
>
> Rinduku sudah kau lara
>
> Sayang ku kini t'lah kau buang
>
> Mungkinkah aku tercipta
>
> Hanya untuk disakiti dan dihina???
>
> Apakah ini suatu cobaan untukku?
>
> Apakah ini suatu goresan hati yang luka?
>
> Yang tak bisa sembuh
>
> Walau penawar dari mana pun…
>
> Semoga kau bahagia
>
> Tanpa sosok bayanganku…
>
> --

Caleg PD n PKS jangan "buang" duit terlalu banyak nih ....


Dari: <djuliadi55@gmail.com>

>
> Minggu, 22/12/2013 16:14 WIB
>
> Survei Pol-Tracking: Elektabilitas Partai Demokrat dan PKS Turun Drastis
>
> Kun Agung Sumarmo - detikNews
>
> Jakarta - Lembaga survei Pol-Tracking Institute merilis survei elektabilitas parpol pada pemilu 2014. Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut menurun tajam elektabilitasnya dibanding pemilu 2009.
>
> Survei ini dilakukan pada 13 September-11 Oktober 2013 dengan total jumlah responden 2.010. Margin error 2.19% dengan tingkat kepercayaan 95% dengan metode multi stage random sampling di 33 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan dengan teknik wawancara langsung atau bertatap muka tanpa menggunakan telepon.
>
> "Partai Demokrat menurun drastis, dari 20.8 persen pada 2009 menjadi 8.8 persen di hasil survei ini. PKS 7.9 persen menjadi 2.9 persen," ujar Direktur Eksekutif Pol-Tracking Institute Hanta Yudha di Hotel Morissey, Jalan Wahid Hasyim, Jakarta Pusat, Minggu (22/12/2013).
>
> Hanta menyebut saat ini ini elektabilitas PDIP lebih unggul atas Golkar, PDIP meraup 18.5%, dan Golkar sebesar 16.90%.
> "Partai Demokrat 8.80 persen, Gerindra 6.60 persen, PKB 4.60 persen, Hanura 3.50 persen, PPP 3.40 persen, PKS 2.90 Persen, Nasdem 2.10 persen, PAN 2 persen, PBB 0.70 persen, dan PKPI 0.10 persen," sebutnya.
>
> Sementara itu, Ketua DPP PD Didi Irawadi mengakui elektabilitas partainya sedang menurun, meski masih dalam hitungan 3 besar berdasarkan survei Pol-Tracking Institute.
>
> "Meski angka 8.8 persen agak jomplang dengan posisi partai yang pertama dan kedua," kata Didi.
>
> Didi berharap para kader PD terus berusaha untuk menaikkan eletabilitas PD yang saat ini tengah terpuruk. Salah satu usahanya dengan melaksanakan konvensi capres PD.
>
> "Untuk meyakinkan masyarakat bahwa kami secara terbuka memberikan kesempatan kepada kader partai, maupun orang yang memiliki kredibilitas dalam konvensi capres PD untuk persiapan pilpres 2014," jelasnya.
> Powered by Telkomsel BlackBerry®
>
> --
> --

wedhus tenaaan...

> Sarno (8th) teko Madiun arep
> lungo, di-terke mbok'e nyegat
> bis
> Kenek bis: Suroboyo....
> Suroboyo bu??
> M'Boke Sarno: Pak' tulung
> nggih! mengke nek pun tekan
> Jombang, lare niki
> dikandani..!! (karo
> ngunggahke Sarno nang Bis)
> Kenek: Nggih bu........
> tariiiiik!!!!
> (Nang tengah dalan, Sarno
> takon kenek Bis).
> Sarno: "Wis cedhak Jombang
> durung iki, Lik?"
> Kenek: "Durung le....Jik
> suwe..."
> (Ora let suwe, Sarno takon
> maneh)
> Sarno: "Wis tekan Jombang,
> Lik?"
> Kenek: "Durung le.... jik
> adhuuooh..!"
> (Sarno bosen ora tekan2
> akhire keturon)
> Bis terus mlaku arah
> Suroboyo... Ora kroso bis wis
> ngliwati Jombang. Kenek lali
> pesene mbok'e Sarno, bareng
> kelingan kenek langsung
> omong nang Sopir.... "Duuh
> kaaang!.... aku dosa nang
> bocah kuwi !!" (Karo nduding
> Sarno sing lagi turu)
> Sopir: "Lha kenopo to?"
> Kenek: "Mau mbok'e
> nitipke...... yen tekan Jombang
> bocahe tulung kandhanono".
> Supir: "Waah lha piye kowe
> kuwi? Jombang wis kliwat
> adoh!!" (Sopir bingung)
> Tujune Sopire apik gelem balik
> nang Jombang, sakwise jaluk
> persetujuan penumpang
> liyane merga mesakke karo si
> Sarno.
> (Sakwis'e bis tekan Jombang,
> Sarno digugah) Kenek:
> "Le..tangi lee!, wis tekan
> Jombang ki" (Karo nggoyak2
> awak-e Sarno)
> Sarno njenggirat: "Wis tekan
> Jombang yo, lik?" (Karo grusa
> grusu mbukak kantong!
> ngetokke sangune, sego,
> sambel, lawuhe iwak asin)
> Kenek: "Arep mudhun kene
> lee???"
> Sarno: "Ora lik... wong aku
> arep nang Surabaya, mau
> mbokku pesen, sangune
> mengko dipangan nek wis
> tekan Jombang wae ya lee..".
> (karo muluk segone)
> Jare kenek + supir +
> penumpang:.. "WEDHUS TENAN
> cah iki !!!!.... TIWAS
> MBALIK..!!!"
>