7.14.2014

Ngepeer




From: suhardono_ar@yahoo.com

Suryadharma: Dukungan PPP ke Gerindra Belum Formal

Kompas.com/ Ican Ihsannuddin

Prabowo Subianto saat disambut Suryadharma Ali di kantor DPP PPP, Jakarta, Jumat (18/4/2014).

Senin, 21 April 2014 | 00:09 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Suryadharma Ali menyatakan bahwa deklarasi dukungan yang ia sampaikan kepada calon presiden dari Partai Gerindra, Prabowo Subianto, pada Jumat (18/4/2014) bukan sikap resmi PPP. Menurutnya, dukungan itu belum formal dinyatakan sebagai koalisi.

"PPP dengan Pak Prabowo belum berkoalisi secara formal," kata Suryadharma di kantor DPP PPP di Jakarta, Minggu (20/4/2014) malam.

Pada Jumat lalu, Suryadharma mengatakan bahwa PPP mendukung Prabowo menjadi capres. Dia bahkan memastikan tidak akan ada kader yang membangkang hal tersebut. Ketika itu Suryadharma yang didampingi sejumlah fungsionaris PPP juga mengajak kader di seluruh tingkatan mengemban amanah itu.

Namun malam ini, Suryadharma berdalih bahwa deklarasi dukungan terhadap Prabowo kala itu hanya merupakan dukungan dari dirinya beserta fungsionaris yang hadir saat itu, antara lain dua wakil ketua umum, sejumlah ketua, wasekjen dan wakil ketua majelis syariah.

"Waktu itu kan saya mengatakan saya sebagai ketua umum bersama dua wakil ketua umum, sejumlah ketua, wasekjen, dan wakil ketua majelis syariah mendukung dengan tulus dan ikhlas untuk menyatakan Pak Prabowo sebagai capres. Tetapi dukungan formalnya belum, itu akan berdasarkan mekanisme yang ada," kata dia.

Sebelumnya, Rapat Pimpinan Nasional (rapimnas) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang berakhir Minggu (20/4/2014) dini hari memutuskan untuk memberhentikan sementara Suryadharma dari jabatannya sebagai Ketua Umum DPP PPP. Alasan pemberhentian Suryadharma karena dia tidak bersedia menghadiri rapimnas. Rapimnas itu juga memutuskan untuk mengukuhkan hasil rapat Pengurus Harian DPP PPP yang dilaksanakan pada Jumat (18/4/2014). Rapat tersebut menghasilkan 11 poin keputusan, antara lain membatalkan koalisi dengan Partai Gerindra yang sebelumnya dideklarasikan Suryadharma.


7.13.2014

Semua kendaraan baru sdh menggunakan


From: <syauqiyahya@gmail.com>


Jum'at, 02 Maret 2012 | 06:38 WIB



Ini Kelemahan Esemka Versi Tim Uji Emisi




TEMPO.CO, SURAKARTA -Kementerian Perhubungan menyatakan jika sertifikat uji tipe untuk Esemka dari Surakarta belum biasa dikeluarkan. Mobil itu gagal dalam uji emisi yang dilakukan pada Senin kemarin.

Hasil perolehan emisi Esemka yakni, kandungan karbon monoksida sebesar 11,63 gram/kilometer, dan HC+NOx sebesar2,69 gram/kilometer. Standarnya, kandungan karbon monoksida hanya lima gram/kilometer, HC+NOx 0,70 gram/kilometer.

»Kami akan membawa mobil itu kembali ke Serpong untuk uji emisi," kata Dwi Budhi Martono, pengajar otomotif di Sekolah Menengah Kejuruan 2 Surakarta. Dia termasuk guru yang dilibatkan untuk membimbing para siswa untuk merakit kendaraan tersebut.

Hasil uji emisi tersebut bisa menjadi salah satu diagnosa. »Bagian apa yang perlu diperbaiki atau ditambah akan kelihatan," katanya. Satu-satunya yang harus dilakukan adalah menambah peralatan catalytic converter di saluran gas buang.

Catalytic converter bertugas untuk memecah karbon yang dihasilkan dari pembakaran. Peralatan tersebut juga akan mengoksidasi gas buang sehingga emisinya bisa tereduksi. »Semua kendaraan baru sudah menggunakan peralatan tersebut," kata pria yang akrab dipanggil Totok itu.

Menurutnya, selama ini catalytic converter belum dipasang lantaran harganya yang cukup mahal. »Satu unitnya mencapai Rp 12 juta," kata Totok. Namun dengan hasil uji emisi tersebut, mau tidak mau mereka harus memasang peralatan tersebut. Sebab, emisi gas buang yang dihasilkan bisa turun hingga 50 persen.

Untuk membuat semakin sempurna, perangkat electronic control unit (ECU) juga harus diganti dengan keluaran terbaru. »Namun saya tidak hafal berapa harganya," kata Totok.

Terpisah, salah satu perancang Esemka, Sukiat juga mengakui jika peralatan catalytic converter memang belum terpasang. »Harganya mahal," katanya. Pemasangan peralatan tersebut akan berimbas pada harga jual mobil Esemka.

AHMAD RAFIQ

--
tetap bersaudara selamanya

Ketinggalan 2 langkah dari negeri jiran.


From: A.Syauqi Yahya 


Minggu, 13/07/2014 15:11 WIB

Malaysia Sukses Satukan 3 Bank, Ini Komentar Ketua Perbanas

Maikel Jefriando - detikFinance

Jakarta - Indonesia sepertinya masih sulit untuk melakukan konsolidasi industri perbankan dalam negeri. Berbeda dengan negara tetangga Malaysia yang konsisten melakukan konsolidasi perbankan sejak krisis ekonomi 1997.

Terbukti dengan merger yang melibatkan 3 bank Malaysia, yakni CIMB, RHB Capital, dan Malaysia Building Society. Bank sentral Malaysia telah memberikan lampu hijau. Aksi korporasi ini akan menjadikan CIMB memiliki aset 641 miliar ringgit atau sekitar Rp 2.300 triliun.

Ketua Umum Perhimpunan Bank-bank Umum Nasional (Perbanas) Sigit Pramono menilai, kondisi ini membuat perbankan nasional ketinggalan 2 langkah dari negeri jiran.

"Malaysia membuktikan mereka mampu melakukan konsolidasi perbankan pada saat krisis Asia dan di saat normal seperti sekarang. Tapi di Indonesia, ambil contoh saja rencana akuisisi BTN oleh Bank Mandiri beberapa waktu lalu, bagaimana semua orang begitu ributnya. Padahal itu merupakan bagian dari konsolidasi perbankan, tapi konsolidasi antar bank BUMN saja tidak berjalan," papar Sigit dalam keterangan tertulisnya yang diterima detikFinance, Minggu (13/7/2014).

Sigit menilai, dalam jangka pendek mega merger yang melibatkan 3 bank Malaysia itu tidak berpengaruh signifikan terhadap Indonesia. Namun dalam jangka panjang, hal tersebut mendukung pertumbuhan non organik.

"Merger dalam dunia perbankan adalah pilihan rasional. Regulator memberikan insentif bagi yang melakukan konsolidasi. Sejak dulu Malaysia konsisten mengurangi jumlah bank mereka. Inilah salah satu strategi mereka menghadapi pasar bebas ASEAN," katanya.

Oleh karena itu, Sigit menegaskan konsolidasi perbankan harus menjadi perhatian ke depan. Dimulai dengan membuat cetak biru industri perbankan dan melaksanakan konsolidasi secara sistematis. Sebab, kebutuhannya sudah mendesak.

Cetak biru itu akan mengikat seluruh pemangku kepentingan seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan legislator di Senayan. Ketika seluruh pihak dilibatkan, kebijakan tak perlu berganti ketika terjadi transisi pemerintahan.

"Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 sudah di depan mata, kita harus segera melakukan konsolidasi perbankan. Bank Mandiri sebagai bank terbesar di Indonesia saja sekarang baru m

--

Sulit Bertahan dari Gempuran Asing


From: A.Syauqi Yahya 


Minggu, 13/07/2014 15:48 WIB

Tanpa Konsolidasi, Perbankan RI Sulit Bertahan dari Gempuran Asing

Maikel Jefriando - detikFinance

Jakarta - Langkah konsolidasi perbankan di Indonesia sudah beberapa kali gagal. Terakhir adalah kandasnya rencana akuisisi PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) oleh PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Pengamat ekonomi Universitas Padjajaran Kodrat Wibowo menilai, kegagalan konsolidasi perbankan terjadi karena hambatan politik. Berbeda dengan apa yang terjadi di Malaysia, seperti tanpa hambatan.

"Hambatan politis itu misalkan, Bank BNI adalah bank pertama, sehingga ada anggapan jangan sampai hilang. Bank BRI kuat di perdesaan, belum lagi BTN. Bank Mandiri terdiri dari beberapa bank, konsolidasi baru berhasil ketika kita punya Bank Mandiri," kata Kodrat dalam keterangan tertulis yang diterima detikFinance, Minggu (13/7/2014).

Malaysia, lanjut Kodrat, sudah memperkuat industri perbankan mereka selepas krisis ekonomi Asia 1997. Mereka konsisten menerapkan konsolidasi perbankan domestik.

Yang terbaru, CIMB Group akan menjadi bank terbesar di Malaysia dengan torehan aset senilai 641 miliar ringgit atau sekitar Rp 2.300 triliun. Ini menyusul rencana aksi merger dengan RHB Capital dan Malaysia Building Society yang telah disetujui oleh bank sentral setempat.

Oleh karena itu, Kodrat menilai perbankan Malaysia sudah siap menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) 2015. "Secara domestik, Malaysia sudah mempersiapkan diri. Pemerintah dan bank di sana punya daya saing untuk hadapi MEA," urainya.

Sedangkan di Indonesia, Kodrat melihat tidak ada agenda yang jelas untuk membangun industri perbankan nasional dengan baik. "Bank-bank pemerintah untuk konsolidasi saja sangat sulit," tegasnya.

Melihat kondisi ini, Kodrat pesimistis dalam 5 tahun ke depan bank-bank nasional bisa bersaing dengan bank asal Malaysia dan Singapura.

"Bank-bank nasional kita dalam 2-3 tahun ke depan masih mampu menghadapi gempuran bank-bank asing. Namun dalam 5 tahun akan sulit. Untuk itu, pemerintah dan OJK harus bersinergi memikirkan konsolidasi perbankan nasional mulai dari sekarang," terang Kodrat.

--
--

7.10.2014

QS Al - A'raf - 56


From: A.Syauqi Yahya


Seri Kultum

QS  Al - A'raf - 56

Dan janganlah kamu berbuat kerusakan di bumi setelah (diciptakan) dengan baik.

Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan penuh harap. Sesungguhnya rahmat Allah sangat dekat kepada orang yang berbuat kebaikan.

Penjelasan       :
1.  Allah mencintai muksinun yaitu orang-orang yang berbuat baik terhadap lingkungannya dan tidak mencintai mufsidun yaitu orang yang berbuat kerusakan terhadap lingkunganya.
Disini dijelaskan bahwa janganlah kamu berbuat kerusakan setelah diciptakan dengan baik, maksud di ciptakan disini adalah bumi dan langit beserta isinya. Allah mengutus manusia menjadi khalifah dibumi bukan untuk merusak apa yang ada dibumi dan langit tapi untuk menjaganya. Namun pada saat sekarang banyak sekali kita dengar  bencana yang terjadi diberbagai daerah, misalnya banjir, ini adalah cerminan dari ulah  manusia yang tidak bertanggung jawab.

2.   Apabila dicamkan dan direnungkan dalam kalbu bahwa apa yang dilakukan manusia terhadap lingkungannya, dampak dari prilaku itu akan di terima dn dialami diri sendiri, baik kebaikan (manfaat) maupun keburukan (mudharat).
Diatas sudah dijelaskan bahwa bencana yang sering terjadi pada saat sekarang adalah perbuat dari manusia yang tidak bertanggung jawab, yang hnaya memikirkan dirinya sendiri dan kenikmatan didunia, mereka tidak memikirkan apa dampaknya bagi manusia yang lain dan tidak memikirkan hari akhir.
Penebangan hutan secara illegal belakangan ini sering terjadi, kita tau bahwa hal itu akan berdampak buruk terhadap kehidupan manusia dibumi, namun hanya sedikit sekali manusia yang sadar tentang hal itu,
Mereka lebih memikirkan bagaimana meneruskan hidup ini dengan manghalalkan segala cara, padahal allah telah berjanji, apabila seseorang meminta kepadaku dengan tulus ikhlas maka akan dicukupkannya kebutuhannya dan janji allah itu pasti namun, ada saat tertentu dimana kita akan merasakan kebesaran allah, melalui ujian yang akan diberikan kepada kita.

3.      Kita tidak akan bias menjaga hubungan kita dengan manusia dan alam apabila kita tidak menjaga hubungan kita dengan allah.
Sebelum kita menjaga hubungan dengan sesame dan orang lain kita terlebih dahulu harus menjaga hubungan kita dengan Allah SWT terlebih dahulu. Karena hubungan dengan Allah adalah urusan hidup dan mati ( dunia, akhirat) sedngkan hubungan dengan manusia hanya sementara,dan hanya didunia saja. Hal itu harus kita imbngi dengan perbuatan kita didunia ini dan kita harus terus menevaluasi diri kita apakah Hubungan kita dengan Allah telah baik atau belum, hal ini harus kita lakukan dengan hati yang ikhlas dan bukan untuk mengharapkan sesuatu.

--
Addinu huwa al-aqlu,laa diina liman laa aqla lahu - Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang yang tidak berakal

Bani Israel dan Asal Usul Kekristenan


From: Boediono




Apakah House of Israel mengacu pada Masjid Al Aqsa? Apakah Yesus nabi terakhir yang diutus kepada Bani Israel? Apakah orang-orang Yahudi adalah mereka yang mengikuti ajaran Yesus, yang kemudian disebut Kristen? Siapa yang menciptakan istilah "Kristus" dan "Kristen"? Dan, bagaimana posisi semuanya dalam Islam?

House of Israel sebenarnya adalah singkatan dari Bani Israel, bukan untuk setiap rumah tertentu dalam arti sebuah bangunan atau struktur yang didirikan. Dan jelas, itu tidak mengacu pada Masjid Al-Aqsa. Berikut ini ayat-ayat dalam Alkitab yang bisa memperjelas pernyataan tersebut:

Ketika segenap umat itu melihat, bahwa Harun telah mati, maka seluruh orang Israel menangisi Harun tiga puluh hari lamanya. (Bilangan 20:29)

Dari segala yang baik yang dijanjikan Tuhan kepada kaum Israel, tidak ada yang tidak dipenuhi; semuanya terpenuhi. (Yosua 21:45)

Demikianlah Daud dan seluruh rakyat Israel memindahkan Peti Perjanjian itu ke Yerusalem, diiringi sorak-sorai dan bunyi terompet. (Samuel 2 6:15)

Israel adalah nama lain dari Nabi Yakub As., yang merupakan anak kedua dari Nabi Ishak As. Dan Ishak adalah anak kedua dari Nabi Ibrahim As. (Abraham).

Kita membaca dalam Perjanjian Lama Kitab Kejadian bagaimana Yakub berganti nama menjadi "Israel":

Lalu ia berkata: "Namamu bukan lagi Yakub, melainkan Israel, sebab engkau telah berlagak dengan Allah dan dengan manusia dan engkau pun telah menang". (Kejadian 32:28)

Seperti Yakub menjadi Israel, 12 anak-anaknya pun disebut Bani Israel. Dan kemudian, semua keturunan Yakub kemudian disebut Bani Israel. Akhirnya, istilah Israel, Bani Israel, serta House of Israel semua digunakan secara bergantian untuk merujuk kepada orang-orang Yahudi secara keseluruhan, yang mengaku mengikuti ajaran Nabi Musa As.

Panggilan umum yang digunakan dalam Qur'an untuk menyebut para pengikut Nabi Musa adalah Banu Isra'il, dalam bahasa Arab disebut "Bani Israil."

Masjid Al-Aqsa

Masjid Al-Aqsa (dalam bahasa Arab merujuk pada "masjid terpencil") adalah nama lain untuk Bait Al-Maqdis (bahasa Arab untuk "rumah suci"), dibangun oleh Nabi Sulaiman As. Sedangkan bagi Nabi Muhammad Saw., masjid ini disebut dalam peristiwa perjalanan Isra Mi'raj dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjid Al-Aqsa di Yerusalem. Allah menjelaskan dalam surat Al Isra ayat 1;

"Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Menurut riwayat Muttafaq Alaih, Masjid Al-Aqsa merupakan kiblat pertama yang digunakan Muslim sebelum akhirnya berubah merujuk pada Ka`bah yang dinyatakan sebagai kiblat (arah shalat). Bahkan, Nabi Muhammad shalat menghadap Masjid Al-Aqsa selama 16 atau 17 bulan sebelum Ka`bah menjadi kiblat.

Apakah Yesus Nabi Terakhir?

Memang Yesus adalah nabi terakhir yang dikirim kepada Bani Israel; artinya, setelah Yesus, tidak ada lagi nabi yang diutus dengan misi eksklusif untuk komunitas atau daerah tertentu. Namun, umat Islam percaya, Nabi Muhammad yang datang sekitar enam abad setelah Yesus merupakan nabi terakhir, dan misinya adalah untuk seluruh umat manusia.

Dalam Al-Qur'an, Allah Swt. menyebut Yesus sebagai nabi secara khusus dikirim kepada Bani Israel:

"Dan Dia (Allah) mengajarkan kepadanya (Yesus/dalam Islam dikenal Isa) kitab, hikmah, taurat, dan injil, dan menjadi Rasul untuk Bani Israel." (QS. Ali Imran 48-49)

Meskipun orang-orang Kristen mengklaim bahwa misi Yesus ditujukan untuk seluruh umat manusia, kita melihat kalimat Qur'an di atas--di mana Nabi Muhammad lah yang merupakan terakhir dari semua nabi. Hal ini diperjelas oleh kata-kata Yesus dalam Injil:

Tetapi Yesus menjawab dan berkata, aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel. (Matius 15:24)

"Dan (Isa) tidak lain hanyalah seorang hamba yang telah kami beri karunia (kenabian) atasnya dan Kami menjadikannya sebagai teladan bagi bani israel." (QS. Az-Zukhruf: 59)

Kristus, Kristen, Kristen

Kristus adalah versi Inggris dari asal kata Yunani yang berarti christos, setara dengan kata Ibrani Moshiach (Mesias, yang berarti "Yang Diurapi''). Kristen percaya Yesus dari Nazaret menjadi Moshiach yang diharapkan oleh orang-orang Yahudi. Oleh karena itu, mereka menyebutnya sebagai Yesus Sang Mesias atau Kristus.

Tetapi orang-orang Yahudi menolak ide ini, dan mengatakan bahwa Moshiach tidak bisa menjadi "Anak Allah" atau "Juruselamat" seperti yang diyakini oleh orang-orang Kristen:

Kata "Moshiach" tidak berarti "penyelamat." Gagasan makhluk yang tidak bersalah, ilahi atau semi-ilahi yang akan mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan kita dari konsekuensi dosa-dosa kita sendiri adalah konsep murni Kristen yang tidak memiliki dasar dalam pemikiran Yahudi.

Sayangnya, konsep Kristen ini telah menjadi begitu tertanam dalam bahasa Inggris, yang  dalam bahasa Inggris disebut "mesias" ini tidak bisa lagi digunakan untuk merujuk kepada konsep Yahudi. Moshiach akan menjadi pemimpin politik yang besar keturunan Raja Daud (Yeremia 23:05). Tetapi di atas semua itu, dia akan menjadi manusia, bukan dewa, semi-dewa atau makhluk gaib lainnya. (Yudaisme 101, Moshiach)

Al-Qur'an menyebut Yesus, Isa Al-Masih bin Maryam (putra Kristus Yesus Maria). Jadi kita umat Islam percaya bahwa Yesus sebagai Mesias - Kristus berarti sama sebagai Mesias atau Masih - dengan demikian tidak setuju dengan orang-orang Yahudi.

Pada saat yang sama, Islam tidak menerima gagasan Kristen yang percaya Yesus sebagai Tuhan, atau Anak Allah, atau Juruselamat. Islam percaya bahwa Yesus adalah seorang nabi manusia dengan misinya terbatas pada Bani Israel.

Nama "Kristen" pertama kali digunakan di Antiokhia oleh pihak luar untuk merujuk para pengikut Saint Paul, seperti yang dapat kita baca dalam Perjanjian Baru dari Alkitab:

Dan murid-murid itu pertama kalinya disebut Kristen di Antiokhia (Kisah Para Rasul 11:26)

Orang-orang Yahudi dan Kristen murni

Agama yang diikuti oleh Yesus dan para pengikut dekatnya telah dipandang sebagai sebuah sekte Yudaisme. Orang-orang percaya awal ajaran Yesus adalah orang Yahudi yang tinggal di antara orang-orang Yahudi lainnya. Mereka terus merayakan Mosaic, hari suci, ritual, upacara, dan menyembah di Bait Allah dan di rumah-rumah ibadah.

Jadi agama mereka bukanlah agama baru. Tetapi Paulus diklaim sebagai Rasul bagi bangsa-bangsa lain yang ditunjuk untuk melayani bangsa-bangsa lain dan mulai berkhotbah kredo baru, sesuatu yang sama sekali berbeda.

Terutama ketika Paulus dan para pengikutnya datang ke Antiokhia, orang mencatat bahwa "orang beriman" adalah sebuah sekte baru yang berpusat pada keyakinan Kristus sebagai Tuhan, yang meninggal untuk menyelamatkan orang berdosa.

Para pengikut Paulus di Antiokhia bukan Yahudi tetapi bangsa-bangsa; mereka tidak memiliki latar belakang dalam Yudaisme dan tidak ada hubungan dengan Hukum Musa. Mereka menjadi pengikut agama Kristen, seperti yang diajarkan oleh Paulus, dan tetangga pagan mereka menemukan nama baru untuk menggambarkan kelompok ini, yakni Kristen (Don Fortner, dalam buku Apakah Para Murid Dipanggil Kristen).

Begitulah kata Kristen dan turunannya, seperti Kristen, muncul. Bukan Yesus yang memulai agama ini, tetapi Paulus, yang kemudian dilantik sebagai Rasul bagi bangsa-bangsa lain dan dikanonisasi sebagai seorang santo oleh Gereja. Wallahu A'lam Bishawab. [LS]



Sumber: OnIslam/Dengan penambahan seperlunya.

ARTIKEL TERKAIT

OKI Tetapkan Yerusalem sebagai Ibu Kota Pariwisata Islam

salam,
DioN

Telkom Indonesia(R)

--
Addinu huwa al-aqlu,laa diina liman laa aqla lahu - Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang yang tidak berakal

Menelusuri pembangunan masjid bekas gereja di Inggris


From: Boediono



Menelusuri pembangunan masjid bekas gereja di Inggris

Reporter : Nelly Hassani Rachmi



Merdeka.com - Terletak di sebuah kota yang memiliki populasi komunitas muslim terbanyak, Manchester City, Inggris. Masjid Didisbury dan Islamic Center seakan menjadi peradaban baru bagi perkembangan Islam di negara kerajaan tersebut.

Namun siapa yang sangka, dibalik pesatnya perkembangan muslim di negara ini sehingga menuntut memiliki bangunan ibadah yang super megah semacam Masjid Didisbury dan Islamic Center. Pembangunan masjid ini penuh dengan sejarah klasik peradaban Islam dan Kristen di kota yang kini dikenal dengan klub sepakbolanya itu.

Semenjak Islam masuk ke Inggris sekitar abad 16 dan mulai berkembang sekitar abad 18. Perkembangannya semakin menggembirakan, tercatat setiap tahun warga yang memeluk Islam dan komunitas muslim semakin bertambah.

Awal masuknya Islam ke Inggris sendiri berawal dari imigran dari Yaman, Gujarrat, dan negara timur tengah lainnya. Setelah dibukanya terusan Suez pada tahun 1869 dan sejalan dengan meluasnya ekspansi kolonial Inggris, para pendatang muslim itu semakin lama semakin banyak dan mulai membentuk pemukiman baru di kota-kota pelabuhan seperti Cardiff Shout Shields (Dekat Newcastle), London, dan Liverpool.

Lama kelamaan umat muslim yang berada di Inggris membuat masjid untuk tempat beribadah, tetapi hanya beberapa masjid yang baru bisa di bangun. Muslim yang berada di Inggris juga dikenal memiliki solidaritas yang tinggi, salah satunya kerap melakukan kegiatan sosial dan ikut serta dalam kegiatan keagamaan yang ada di beberapa Universitas di Inggris.

Organisasi Islam di Inggris pun semakin menjamur, seperti organisasi Jamaat Al-Islam, The Muslim Brotherhood, The Union of Muslim Organization, The Federation of Student Islamic Societis (FOSIS) dan berdiri mengakar luas hingga wilayah Inggris Raya.

Perkembangan yang semakin meningkat itulah membuat kebutuhan masjid merupakan hal penting bagi Islam di Inggris. Muslim di Inggris berusaha membangun masjid sebagai tempat ibadah dan pusat keagamaan.

Namun kepadatan penduduk dan jumlah lahan yang tak tersedia membuat muslim di Inggris perlu memutar otak untuk membangun tempat ibadah dan pusat keagamaan. Salah satunya Masjid Didisbury dan Islamic Center, Manchester City, Inggris, yang tadinya merupakan bangunan sebuah gereja.

Pada mulanya, Masjid Didisbury adalah sebuah bangunan Gereja Albert Park Methodist Chapel yang dibangun pada 1883. Karena sepi akan jemaah, maka pada 1962, gereja ini ditutup. Kemudian ada saudagar asal komunitas Arab Syria yang sudah menetap di Inggris sejak 1967 membeli seluruh lahan dan bekas bangunan gereja itu.

Akhirnya, bekas gereja itu disulap menjadi sebuah masjid yang dinamakan Masjid Didisbury dan Islamic Center. Oleh saudagar Arab itu, bangunan masjid dibangun dengan dua fungsi.

Bangunan pertama digunakan sebagai masjid dan perpustakaan. Sedangkan bangunan kedua difungsikan sebagai ruang salat khusus jamaah perempuan. Sehingga pembangunan masjid ini tanpa memugar bangunan gereja seutuhnya, yakni dua bangunan besar dalam gereja.

Masjid Didisbury dan Islamic Center ini menjadi salah satu tempat ibadah dan pusat keagamaan tertua di Inggris. Menampung sekitar 1000 ribu jamaah, masjid ini juga menjadi pusat Islam mempresentasikan secara luas komunitas muslim dari berbagai bangsa dan mahzab yang ada di Inggris.

Meski pemerintah Inggris tak secara langsung melarang pembangunan masjid dengan mengalihfungsikan gereja, namun kenyataan di lapangan, bangunan gereja yang sepi jamaah malah banyak dijadikan tempat tinggal dan bangunan komersil.

Pemerintah Inggris pun tak mampu berbuat banyak jika gereja yang sepi jemaah banyak yang disulap menjadi masjid. Buktinya hingga saat ini komunitas muslim di Manchester City sendiri telah mencapai 250 ribu jiwa, yang terdiri dari beragam suku dan bangsa.

Disarikan dari buku masjid-masjid paling menakjubkan dan berpengaruh di dunia, karangan Aulia fadhli.

(mdk/gil)


salam,
DioN

Telkom Indonesia®

--
Addinu huwa al-aqlu,laa diina liman laa aqla lahu - Agama adalah akal, tidak ada agama bagi orang yang yang tidak berakal