Blognya alumni SMPN 1 Magelang; berbagi kenangan; berbagi rasa dan berbagi cerita.... OPEN to all of alumnus.
5.02.2014
Pada akhirnya banting harga
Iki ketoke juga cuma masalah waktu..:p
Jum'at, 02 Mei 2014 , 20:01:00 WIB
Banting Harga, Ical Siap Jadi Cawapres Prabowo
Laporan: Ade Mulyana
RMOL. Ketua Umum yang juga Calon Presiden dari Partai Golkar Aburizal Bakrie alias Ical banting harga. Ical menyatakan tak masalah maju sebagai cawapres mendampingi capres dari partai lain.
Begitu informasi yang diperoleh redaksi dari sumber Golkar, Jumat (2/5).
Menurut sumber, Ical mengemukakan keinginanya itu kepada sesepuh Golkar dalam sebuah pertemuan, kemarin. Sesepuh Golkar yang menerima curhatan Ical berasal dari Jawa Barat.
Dalam curhatnya Ical mengaku tak masalah maju sebagai cawapres asalkan bukan jadi cawapresnya Jokowi. Kesulitan 'mendekati' Megawati Soekarnoputri yang dirasakan Ical jadi salah satu pertimbangan. Selain soal Megawati, keengganan Jokowi berpasangan dengan Ical jadi pertimbangan lainnya. Kabarnya Jokowi tak mau soal lumpur Lapindo ikut diidentikkan dengan dirinya.
Kepada sepuh Golkar itu, Ical mengatakan bersedia menjadi cawapresnya Prabowo Subianto.[dem]
Mesake
Jumat, 02/05/2014 08:40 WIB
Harga Merosot, Petani Cabai Bakar Tanamannya
Reporter: TransTV
Kameramen: TransTV
Views: 2
Rating:
Kategori:
Kesal karena harga merosot tajam para petani cabai di Banyumas, Jawa Tengah, nekat mencabut dan membakar tanaman cabai mereka.
Penyerapan ....
Penyerapan APBD 2014 Baru 8 Persen, Jokowi Salahkan DPRD
KOMPAS.COM/RODERICK ADRIAN MOZES
Calon presiden yang juga Gubernur DKI Jakarta, Joko Widodo atau Jokowi.
Jumat, 2 Mei 2014 | 12:42 WIB
JAKARTA, KOMPAS.com — Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Daerah (BPKD) DKI Jakarta Endang Widjajanti mengatakan, penyerapan APBD 2014 per Mei baru menyentuh angka 8 persen. Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pun menuding DPRD DKI Jakarta sebagai biang rendahnya penyerapan itu.
Kondisi penyerapan anggaran tersebut disampaikan Endang dalam acara pengarahan oleh Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Daerah (ULP) kepada jajaran Eselon II dan III di Balaikota, Jumat (2/5/2014) pagi. Menurutnya, kondisi itu, dalam waktu yang sama, bahkan lebih lambat dari tahun 2013.
"Ingat ya, penyerapan anggaran kita baru delapan persen dan belanja modal baru 0,06 persen. Ini lebih lambat seperti tahun lalu. Oleh sebab itu, perlu mendapat perhatian," ujar Endang.
Ditemui seusai pengarahan tersebut, Gubernur Joko Widodo menuding DPRD DKI Jakarta sebagai penyebab rendahnya angka penyerapan anggaran 2014. Jika pengesahan APBD 2014 oleh para wakil rakyat tidak lamban, Jokowi yakin penyerapannya akan jauh lebih tinggi ketimbang yang kini terjadi.
"Kemarin (tahun 2013) disahkannya saja kapan. Kita sudah ajukan dari tengah tahun, tapi disahkannya kan lama. Tapi sudah, saya kira kita harus cepat sajalah, jangan mikir lalu-lalu," ujarnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Andi Baso Mappapoleonro mengatakan, rendahnya penyerapan anggaran karena jajaran Satuan Kerja Perangkat Daerah atau SKPD lamban dalam menyerahkan syarat dokumen permohonan lelang kepada ULP.
Oleh sebab itu, anggaran belum bisa diserap. Andi menyarankan, SKPD segera memproses pemohonan lelang paket yang sudah jelas dapat dikerjakan. Misalnya land clearing atau fondasi proyek. Sisanya dapat dianggarkan kembali di dalam APBD Perubahan pada akhir 2014 atau dianggarkan pada tahun 2015.
"Paling tidak supaya masyarakat tahulah bahwa ada aktivitas pembangunan di Jakarta. Ingat, ini sudah darurat," ujar Andi.
Penulis: Fabian Januarius Kuwado
Editor: Kistyarin
hebat
HEBAT YA SI ATUT, DARI PENJARA AJA MASIH BISA NGATUR INI ITU.....
Wakil Gubernur Banten Rano Karno mengaku dirinya dak diajak bicara terkait usulan calon Sekda Banten tersebut oleh gubernur. Menurut dia, meskipun gubernur sudah mengusulkan tiga nama calon Sekda Banten ke Kemendagri, dirinya tetap akan melanjutkan proses lelang jabatan Sekda Banten sebagai amanat dari Undang-undang Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghasilkan calon sekda Banten yang teruji dan layak karena sudah melalui proses seleksi yang profesional.
Tiga nama calon Sekda Banten yang akan menggantikan Muhadi dikabarkan telah diusulkan oleh Atut Chosiyah ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) pada Kamis, 24 April 2014 lalu oleh Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Anwar Masud dan Kepala Biro Hukum Samsir.
Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo
SELASA, 29 APRIL 2014 | 19:18 WIB
Roy Suryo Terbukti Hanya Kehilangan Satu Suara
TEMPO.CO, Yogykarta - Badan Pengawas Pemilu Daerah Istimewa Yogyakarta telah memverifikasi laporan dugaan pencurian suara milik Roy Suryo dalam pemilu legislatif 2014. Hasilnya, Menteri Pemuda dan Olahraga yang punya nama lengkap Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo itu terbukti hanya kehilangan satu suara di TPS 3, Desa Triharjo, Kecamatan Wates, Kabupaten Kulon Progo. Padahal, Roy mengklaim telah kehilangan 48 ribu suara dalam pemilu.
"Itu saja yang terbukti, yang lain tak terbukti," kata Ketua Divisi Penindakan Pelanggaran Bawaslu DIY Sri Rahayu Werdiningsih, Selasa, 29 April 2014. (Baca juga: Gagal ke Senayan, Roy Suryo Tuding Ada Manipulasi).
Sebelumnya, lembaga yang menamakan diri Komunitas Pemantau Pemilu Bersih Yogyakarta mengadukan kecuragan yang merugikan Roy Suryo, dan sebaliknya menguntungkan rekan separtainya, Ambar 'Polah' Tjahjono. Dalam surat bertanggal 20 April 2014 yang diteken koordinator Komunitas Pemantau, Fauzan Adhim, disebutkan sepuluh TPS di Kulon Progom terjadi kecurangan. Misalnya, TPS 1 di Desa Triharjo, Wates. Di TPS itu, Komunitas Pemantau menuding Ambar meraup lima suara yang tertulis di formulir C1. Namun di formulir D1 tercatat 45 suara.
Sementara di TPS itu suara untuk Ambar bertambah, suara untuk Roy di TPS 5, Desa Ngargosari, Samigaluh, berkurang. Dari catatan di formulir C1, lima suara menjadi kosong alias nol di formulir D1. Pola kehilangan suara yang sama juga terjadi di TPS lain. Di antaranya, TPS 5 di Desa Kembang, Nanggulan, dari dua menjadi nol dan TPS 10 di Desa Banjarharjo, Kalibawang, dari delapan menjadi nol.
Merespons pengaduan itu, Bawaslu DIY mengecek ulang perolehan suara di TPS yang disebut Komunitas Pemantau. "Hasilnya, kecurangan di sembilan TPS yang dilaporkan tak terbukti," ujar Sri. "Hanya TPS 3 (Desa Triharjo) itu saja yang terbukti."
Hasil rekapitulasi Komisi Pemilihan Umum DIY mencatat perolehan suara Roy (sekitar 28 ribu) kalah jauh dibanding suara Ambar (sekitar 38 ribu). Total suara partai berlambang Mercy itu di DIY sebesar 146.688 dan disebut hanya berhasil meraup satu kursi di DPR.
Menanggapi klaim Roy Suryo telah kehilangan 48 ribu suara, Ketua Bawaslu DIY M. Najib menanggapi ringan. "Kalau begitu, (suara) Demokrat dapat berapa?" katanya. Menurut Najib, meski mengklaim suaranya hilang sampai 48 ribu, hingga kini Roy Suryo tak pernah datang ke kantor Bawaslu untuk mengadukan. Pengadunya malah komunitas yang dipimpin Fauzan Adhim yang mengaku mahasiswa Universitas Gadjah Mada, almamater Roy Suryo. Tempo belum bisa mengkonfirmasi temuan Bawaslu DIY ini.
ANANG ZAKARIA
5.01.2014
Lucu iki .....
Kamis, 01 Mei 2014 | 20:40 WIB

Buruh Perusahaan Prabowo Tagih Utang 4 Bulan Gaji
TEMPO.CO, Samarinda - Seribuan buruh PT Kertas Nusantara (sebelumnya bernama Kiani Kertas) di Kabupaten Berau, Kalimantan Timur masih belum menerima hak atas gaji selama empat bulan.
Di saat para buruh turun ke jalan, mereka masih harus berkutat menuntut perusahaan di bawah kendali Prabowo Subianto melunasi empat bulan gaji yang tertunda hingga kini. (Baca: Orasi di Depan Buruh, Prabowo Merasa Jadi Prajurit)
Sedianya pada peringatan hari buruh, Kamis, 1 Mei 2014 para pekerja di perusahaan bubur kertas ini turut aksi turun ke jalan. Izin dari kepolisian setempat sudah dikantong. Tapi aksi urung digelar.
"Sehari jelang hari buruh manajemen membayar sebulan gaji bisa karyawan sedikit terobati," kata Wakil Sekretaris Serikat Pekerja Unit Kertas Nusantara Syaiful Tanjung, Kamis 1 Mei 2014.
Syaiful menyatakan jauh hari rencana aksi ini sudah di sepakati. Aksi menuntut perusahaan melunasi lima bulan gaji karyawan periode November-April.
Aksi buruh yang sedianya diperingati para karyawan dengan aksi turun ke jalan urung. Sekitar 30-an pengurus serikat hanya berkumpul di sekretariat di lingkungan pabrik.
Meski demikian Syaiful tetap mengapresiasi sikap para buruh. Karena mereka masih terus memdukung tuntutan pelunasan gaji yang belum dibayarkan perusahaan untuk periode Dedember 2013- April 2014.

