3.23.2019

Mancing di logending tahun 2000 an

Wed, 13 Dec 2000 23:09:03 -0800


Berangkat Jumat sore, sampai di Sumpiuh (1/2 jam sebelum Gombong) hari
Sabtu pagi. Setelah istirahat, siangnya coba liat keadaan di Pantai Ayah
bersama teman, Agus. Di sana ketemu dengan Heru dan Hani di rumah Pak
Nanang. Setelah ngobrol-ngobrol, kami lalu iseng ke Plawangan mancing
casting dari pinggir karang karena isunya ikan Mbaleng udah mulai keliatan.
Ombak kecil dan angin tidak kencang. Umpan yang digunakan adalah jenis
Meteor (Mas Soni, apakah di daerah lain ada yang menggunakan meteor?).


Hingga menjelang magrib nggak ada yang makan, tetapi orang yang mancing
bekukon di sebelah kami berkali-kali narik ikan itu.
Saya rada ngiler juga, tapi karena gengsi mau ikutan konsisten mancing
Mbaleng ya diniatin nggak nglirik.
Lalu hingga malam kami melanjutkan ngobrol di warung Nanang. Ada kabar dari
Heru dan Hani bahwa nelayan sudah ada ayang liat jabrik (tuna, yellowfin
tuna) di tengah.
Melihat kondisi air dan angin tidak terlalu kencang, maka kami segera
menghubungi MAs Soni di Magelang untuk ikutan trolling. Dia oke saja, maka
malam-malam kami pesan kapal milik SAR.
Besoknya kami berangkat melaut sekitar jam 08.00. Di perahu siap tempur
selain saya adalah Mas SOni, Hani,
dan Agus. Kami membawa peralatan trolling 4 buah, tetapi karena salah satu
reel milik Hani ternyata macet maka iseng-iseng rod holder diisi dengan
spinning dengan joran yang biasanya dipakai untuk casting. Maka
berangkatkan kami ke tengah. Setelah
kurang lebih dua jam keliling ke tengah nampaknya tidak ada tanda-tanda
tuna extravaganza maka kami mengarahkan perahu ke tepi-tepi karang. Laut
saat itu
ternyata tidak jernih, istilahnya Hani "Lautnya belang-belang" biasanya
sulit dapat ikan.
Ketika sampai di pinggiran Karang Manganti, tiba-tiba reel spinning
berderit panjang. Segera saja Agus yang agak gugup karena baru ikutan
trolling ini menyambar
joran. Tapi rupanya ia salah tangkap, karena spool ikut ditekan. Seketika
terdengar bunyi "Kraak" dan jorannya patah. Nasib sial pertama, karena
dengan begitu ikan Pokan/kuwe bisa dengan leluasa masuk ke karang dan
putuslah senar. Kok ya bukannya joran
trolling yang dimakan, diamput tenan.
Tidak berapa lama terdengar jerit joran Mas Soni. Tapi hanya sebentar lalu
sepi lagi sebelum sempet diangkat.
Rupanya hanya genjolong (cendro) atawa 'pinsil' yang numpang lewat saja.
Setelah itu sepi. Kami akhirnya memutuskan untuk pulang setelah
berputar-putar beberapa kali lagi dan tidak dimakan ikan. Ya okelah kali
ini kita kurang mujur. (Pantesan Heru nggak ikut, rupanya udah tahu dia
kalau kita nggak bakalan nutupin ongkos kali ini). BTW: ternyata Heru nggak
ikut karena nyelesaiin pesenan minnow yang gue pesen kemarin tiga biji.
Minnow warna orange bikinan mereka memang manjur, sekarang gue punya tiga
dan satu konahead bikinan Heru.


Akhirnya sore itu kami sepakat untuk mancing hampala besok siang.(Gue
menyesal kenapa nggak dari pagi ya?)
Perburuan hampala ternyata lebih seru, dan akan diceritakan di edisi khusus.


Bambang Setiawan


__________________________________________________

Sent with AquaMail for Android
https://www.mobisystems.com/aqua-mail

Tidak ada komentar:

Posting Komentar