Dari: "A.Syauqi Yahya"
> Ngapain Jadi Dosen?
>
> " Buat apa ?"
>
> "Kamu masih kurang sibuk ?"
>
> "Masih kurang gajimu ?"
>
> Bertubi-tubi pertanyaan meluncur, memberondong..doorrr..doorr..dooorr !!!
>
> "Mau tahu saja atau mau tahu sangat ?"
>
> "Hahaha"
>
> Sekarang ini mengajar menjadi aktifitas yang menyenangkan untuk saya, berbeda sekali dibandingkan lima tahun lalu saat rekan kerja menyarankan.
>
> "Mbak, kenapa tidak jadi dosen ?, gamblang lho cara menjelaskannya."
>
> "Duh..nanti mahasiswanya kusambit spidol.!!"
>
> Dulu saya merasa tidaklah pantas menjadi dosen, karena saya paling tidak sabar, saat kuliah saya tidak suka jika ada pertanyaan-pertanyaan konyol yang diajukan ke Dosen, apalagi saat sudah berkali-kali dijelas masih juga...hehehehe menurut saya buang-buang waktu Dosen, buang-buang waktu saya juga ikut mendengar lagi dan lagi.
>
> Tetapi saya semakin belajar bagaimana memberikan penjelasan kepada staff, membuat panduan kerja, membuat standard operating procedur, membuat user manual untuk aplikasi yang digunakan, memberikan pelatihan rutin untuk staff.
>
> Lalu saya keasyikan karena menyiapkan semua itu ternyata perlu waktu, perlu browsing sana-sini, perlu membaca bermacam referensi, perlu memahami alur kerja, perlu membayangkan audience, lalu memutuskan bagaimana bentuk presentasi yang harus saya buat, memutuskan bagaimana saya nanti harus menyampaikan.
>
> Pertama diminta seorang teman untuk menjadi dosen tamu, wahh saya berhalangan, kemudian datang kembali kesempatan. Mulailah saya utak-atik, membuat templete presentasi yang akan menjadi ciri khas saya (tidak perlu macam-macam , cukup elegan, cukup menarik dan tidak membuat sakit mata - toh ini bukan untuk advokasi atau promosi).
>
> Semester ini bukan lagi sebagai dosen tamu, tapi bertanggungjawab untuk dua mata kuliah, saya hanya diberikan judul mata kuliah, dan jumlah SKS, sisanya ?
>
> Saya harus mencari tahu, mata kuliah ini untuk jurusan apa, apa yang harus diajarkan untuk mahasiswa sebagai bekal mereka nanti, mencari subyek-subyek yang harus saya masukan dalam silabus, mencari referensi, membuat rencana belajar mengajar. Dalam dua hari silabus selesai, lalu mulailah saya membuat materi untuk subyek - subyek tersebut.
>
> Apalagi waktu mengajar saya saat ini hari minggu, jadi benar-benar lebih mengasyikan ketika jumat tengah malam saya sampai Jakarta, Sabtu istirahat dan mengecek semua materi, minggu pagi ke gereja, mengejar mikrolet 1, mikrolet 2, naik commuter line, naik ojek atau berlari-lari kecil ke kampus. Pulang mengajar istirahat sejenak, packing, pesan taksi, istirahat lagi, dan berangkat ke Soekarno Senin pada Pukul 02.15
>
> "Nah asyik bukan ?"
>
> Ya..alasan saya menjadi dosen cukuplah karena aktifitas ini mengasyikan, menyenangkan buat saya.
>
> Silakan mencoba kalau tidak percaya, taste it !
>
> Dibaca : 30 kali
> Penulis : Nanik Tri Winarsih
>
> http://m.kompasiana.com/post/read/596573/3
>
Tidak ada komentar:
Posting Komentar